Cianjur Perkuat Upaya Penanggulangan HIV, Semua Pihak Imbau Masyarakat Terus Diberi Edukasi di Kabupaten Cianjur Menurun 2026

Berita Daerah121 Dilihat

DetikSR.id | Cianjur — Penyakit Human Immunodeficiency Virus (HIV) hingga kini masih menjadi salah satu ancaman kesehatan yang serius di berbagai kabupaten dan kota, khususnya di wilayah Jawa Barat. Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama pemerintah daerah setempat terus berupaya merumuskan dan menjalankan berbagai program pencegahan agar angka penyebaran kasus tersebut dapat ditekan.

​Hal ini mendapat perhatian khusus dari aktivis Yayasan Social Justice Nusantara (YSJN) LBH, Rasito (45). Saat dihubungi melalui sambungan telepon seluler pada Rabu (13/10), Rasito menekankan pentingnya peran serta seluruh elemen masyarakat dalam mengatasi penularan HIV, khususnya di wilayah Kabupaten Cianjur.

​”Hal ini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk saling bahu-membahu memberikan pengarahan, edukasi, serta penyuluhan kepada masyarakat, khususnya warga di Kabupaten Cianjur,” ujar Rasito.

​Sementara itu, kepala dinas kesehatan kabupaten Cianjur melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, dr. Javed Sumawe Mataputung, S.AP., M.Kes.

Berdasarkan data SIHA 2.1 sampai dengan sept 2026, jumlah kumulatif kasus HIV/AIDS di Kabupaten Cianjur tercatat sebanyak 2.724 kasus, dengan 238 kasus baru yang tercatat pada tahun 2026. Jika dibandingkan dengan angka 246 kasus pada tahun 2025 di dalam grafik, terdapat penurunan sebanyak 8 kasus atau sekitar 3,3%.

Namun, karena data tahun 2026 baru sampai bulan september, kita belum dapat menyimpulkan bahwa penularan HIV benar-benar menurun. Kita perlu melihat kembali cakupan skrining, jumlah orang yang diperiksa, serta perkembangan kasus sampai akhir tahun.

Pemerintah Kabupaten Cianjur melalui Dinas Kesehatan terus melakukan upaya pencegahan dan pengendalian HIV melalui perluasan skrining, layanan Mobile VCT, edukasi masyarakat, pengobatan ARV, serta pendampingan bagi ODHIV.
Upaya ini juga diperkuat melalui kerja sama dengan KPA Kabupaten Cianjur, Puskesmas, rumah sakit, NGO, komunitas, dan pendamping sebaya.

Ke depan, yang menjadi perhatian kita bukan hanya menurunkan angka kasus yang ditemukan, tetapi juga memastikan masyarakat yang terinfeksi dapat terdeteksi lebih dini, segera mendapatkan pengobatan, dan tidak mengalami putus berobat.
Pada saat yang sama, pencegahan harus terus diperkuat agar risiko penularan dapat ditekan.

Oleh karena itu, diperlukan komitmen bersama lintas sektor agar penanggulangan HIV di Kabupaten Cianjur berjalan secara terintegrasi, berkesinambungan, serta tetap mengedepankan kerahasiaan dan hak setiap orang untuk mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa stigma dan diskriminasi

​Pemerintah daerah bersama para aktivis kesehatan berharap, melalui penguatan penyuluhan serta kerja sama lintas sektor, pemahaman masyarakat mengenai pencegahan HIV dapat meningkat sehingga angka kasus di Kabupaten Cianjur dan Jawa Barat pada umumnya dapat diminimalkan. Jelas kepala Dinas kesehatan kabupaten Cianjur. dr.I .made Setiawan .

​(Asdon)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *