Pengajian Hari berMuhammadiyah Harus Menjadi Rumah Bagi Kader Muhammadiyah

Organisasi26 Dilihat

DetikSR.id Pimpinan Daerah Muhammadiyah Jakarta Utara gelar Pengajian Hari ber-Muhammadiyah dan menyuguhkan kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis di Masjid Daarusy Syifaa’ RSIJ Sukapura, Jl. Tipar Cakung no.5 Kel. Sukapura Kec. Cilincing hari Sabtu (30/08/2025).

Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Jakarta Utara Amir Mansur menyampaikan dalam sambutannya terkait pengajian sebagai suatu ciri khas dan resep penting bagi Muhammadiyah berkembang dan dikenal oleh khalayak dalam menyebarkan ajaran agama Islam.

“Muhammadiyah berkembang melalui kegiatan pengajian, selain untuk meningkatkan literasi Al-Qur’an dan As-Sunah juga sebagai wadah dalam memenuhi kebutuhan umat manusia,” tandas Amir Mansur.

Pengajian yang mengangkat tema “Membangun Semangat Islami yang Berkemajuan untuk Masa Depan Ummat” tersebut diikuti oleh PDM, PDA, Ortom lainnya, Amal Usaha Muhammadiyah dan perwakilan PCM plus PRM seJakarta Utara.

Syahrul Hasan, MAP., MM., selaku Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DKI Jakarta sekaligus narasumber acara menyampaikan bahwa, bentuk komitmen berMuhammadiyah dari level sederhana adalah membaca perubahan zaman, yaitu zaman era para orang tua kita terdahulu berbeda dengan zaman era kita sekarang ditambah dengan kemajuan teknologi informasi dan tantangan lainnya untuk berkembang dan berkemajuan Muhammadiyah ke depannya yang harus lebih baik.

“Saya pribadi sering merasakan haru dan bangga kepada para kader Muhammadiyah terdahulu dalam membaca tantangan melihat nasib umat Islam dengan rela dan ikhlas mengorbankan harta, waktu dan pikirannya untuk kemajuan umat Islam dan Muhammadiyah. Dan terkadang tak terasa air mata mengalir karena memang peran Muhammadiyah yang luar biasa dalam memajukan ummat dan bangsa. Sehingga saya yakin kita semua sama, yaitu bangga berMuhammadiyah sampai hari ini,” ujar Syahrul Hasan.

“Kemarin kita menyaksikan aksi demo mahasiswa, masyarakat, buruh, pelajar dan para driver ojol makin marak dan memanas di lapangan dan di jalan-jalan raya usai tewasnya satu driver ojek online Gojek akibat ditabrak dan dilindas kendaraan taktis Brimob saat membubarkan para peserta aksi demo. Dan saya yakin para kader Muhammadiyah tidak terprovokasi dengan keadaan dan situasi tersebut. Dan Muhammadiyah pun turun prihatin atas represifnya petugas keamanan Polri dalam mengamankan dan membubarkan para peserta aksi demo juga berduka cita atas jatuhnya para korban peserta aksi demo khususnya korban meninggal driver ojek online,” tutup Syahrul Hasan.(*/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *