Yayasan ALFAKIR dan Alumni STM Camp Java Gelar Wisata Religi ke Masjid Agung Banten, Dilanjutkan Santunan Anak Yatim

Sosial284 Dilihat

DetikSR.id ANYER – Acara pertemuan keluarga dengan tema wisata religi sekaligus santunan dari Yayasan Yatim Piatu ALFAKIR BANTEN sukses digelar di Villa Retno COTTAGE 1 Anyer pada Minggu, 11 Januari 2026. Kegiatan ini merupakan kolaborasi yang apik dengan alumni STM Camp Java, diawali pada Sabtu, 10 Januari dengan perjalanan wisata religi ke Masjid Agung Banten.

Acara ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, termasuk Haji Fadhil (Ketua Acara Pertemuan Keluarga Camp Java), Bapak Haji Erick (Donatur utama), Ustadz Jueni (Perwakilan Yayasan ALFAKIR Pandeglang), Ustadz Saefudin dan Ustadz Ajid (Perwakilan Yayasan ALFAKIR Lebak), Ustadz Ujang Supriyana, Haji Rusli (Tokoh Sesepuh Camp Java), serta perwakilan dari Forum Wartawan Jaya Indonesia (FWJI) Jakarta Barat, yaitu H. Wawan (Ketua), Melky (Sekretaris), dan Sendy (Bendahara).

Dalam sambutannya, Ustadz Ujang Supriyana menyampaikan, “Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Yang terhormat, Ketua Acara Haji Fadhil, Bapak Donatur Haji Erick, Ketua Yayasan ALFAKIR Kyai H. Tb Debih Setiawan S.PdI, para perwakilan yayasan dari Pandeglang dan Lebak, sesepuh Camp Java Haji Rusli, perwakilan Forum Wartawan Jaya Indonesia, serta seluruh keluarga besar alumni STM Camp Java dan hadirin sekalian yang telah hadir dalam acara pertemuan keluarga dengan tema wisata religi ke Anyer dan Masjid Agung Banten, yang dilanjutkan dengan santunan untuk anak-anak yatim piatu dari Yayasan ALFAKIR Banten.

Pada kesempatan yang penuh berkah ini, izinkan saya menyampaikan betapa pentingnya peran kita dalam menyayangi, mendidik, dan mengasuh anak-anak yatim di tengah masyarakat. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda bahwa orang yang merawat anak yatim akan berada di surga berdampingan dengan beliau, bahkan dengan hanya memberikan satu sendok makan saja. Ini menunjukkan betapa besar keutamaan yang dijanjikan Allah SWT bagi mereka yang memberikan perhatian kepada anak-anak yang kehilangan orang tua atau dalam kondisi kurang mampu.

Anak-anak yatim adalah tanggung jawab seluruh umat Islam, bukan hanya keluarga atau yayasan yang menaungi mereka. Kita perlu memberikan bantuan materi seperti makanan dan pakaian, juga perhatian dan kasih sayang yang mendalam, pendidikan agama yang benar, serta pembinaan karakter agar mereka tumbuh menjadi generasi yang saleh dan bermanfaat bagi agama dan negara. Dengan mendidik dan mengasuh anak yatim dengan ikhlas, insyaallah hidup kita akan dipenuhi berkah, rezeki dipermudah, hati menjadi tenteram, dan kita akan mendapatkan kebaikan yang tak terhingga di dunia dan akhirat.

Kita harus menyadari bahwa setiap anak yatim memiliki potensi besar yang perlu digali. Dengan dukungan yang tepat, kita membantu mereka mencapai cita-citanya dan berkontribusi positif bagi masyarakat. Jangan pernah meremehkan mereka atau menganggap sebagai beban, karena melalui mereka, kita diberi kesempatan mengumpulkan pahala dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Mari jadikan acara ini momentum untuk mempererat silaturahmi dan meningkatkan kepedulian terhadap anak-anak yatim serta saudara-saudara kita yang membutuhkan. Semoga Allah SWT meridai usaha kita, memberikan kesehatan dan keberkahan kepada hadirin, serta melindungi dan melimpahkan kebaikan kepada setiap anak yatim yang kita sayangi dan rawat. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,” tutupnya.

H.Tb Debih Setiawan S.PdI menambahkan, “Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sejahtera dan berkah bagi kita semua. Alhamdulillah, dengan rahmat Allah SWT, kita dapat berkumpul dalam acara yang penuh berkah ini, pertemuan keluarga bersama alumni STM Camp Java dan santunan untuk anak-anak yatim piatu Yayasan ALFAKIR, yang telah berlangsung dengan khidmat.

Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam kesuksesan acara ini. Kepada Haji Fadhil selaku ketua acara yang telah mengatur segalanya dengan baik, Bapak Haji Erick dan para donatur yang telah memberikan dukungan materi yang sangat berarti, para ustadz dan perwakilan yayasan dari Pandeglang dan Lebak yang telah hadir, sesepuh Camp Java Haji Rusli yang selalu memberikan bimbingan dan dukungan, serta perwakilan Forum Wartawan Jaya Indonesia Jakarta Barat yang telah mencatat dan menyebarkan pesan kebaikan dari acara ini.

Sebelum membahas tentang pentingnya merawat anak yatim, izinkan saya berbagi sedikit tentang perjalanan hidup saya yang tidak selalu mulus. Dulu, saya bukanlah sosok seperti sekarang. Saya pernah berada di jalan yang salah, hidup tidak sesuai ajaran agama, bahkan bisa dibilang ‘nakal’. Saya sering menyalahgunakan waktu dan kesempatan, tidak menghargai doa dan nasihat orang tua, serta lalai dalam kewajiban sebagai seorang muslim. Namun, tidak ada kata terlambat untuk berubah di sisi Allah SWT. Doa orang tua saya, meski sering saya sakiti, akhirnya sampai kepada Allah SWT dan memberikan petunjuk untuk kembali ke jalan yang benar.

Saya selalu mengingat pesan yang pernah saya sampaikan: ‘Lebih baik preman dulu baru jadi kyai daripada jadi kyai baru nakal.’ Saya merasa pengalaman buruk saya justru menjadi berkah besar bagi diri sendiri dan bagi mereka yang saya bimbing. Karena pernah merasakan berada di jalan yang salah, saya lebih memahami cara membantu orang lain yang terjebak dalam kesalahan untuk kembali ke jalan yang benar. Kedudukan atau gelar tidak berarti apa-apa jika kita tidak memiliki akhlak yang baik dan tidak benar-benar memahami makna ajaran agama yang kita anut.

Sekarang, sebagai ketua Yayasan ALFAKIR, saya melihat tugas kita dalam merawat anak yatim bukan hanya sebagai kewajiban, melainkan sebagai amanah yang harus dijalankan dengan sepenuh hati. Anak-anak yatim adalah amanah dari Allah SWT kepada kita semua. Mereka kehilangan orang tua, tetapi itu tidak berarti mereka harus kehilangan kesempatan mendapatkan kasih sayang, pendidikan, dan masa depan yang baik. Kita harus menjadi tempat perlindungan bagi mereka, memberikan kebutuhan materi, pendidikan agama yang kuat, pembinaan karakter yang baik, serta kasih sayang yang tulus sehingga mereka merasa diterima dan dicintai dalam keluarga besar umat Islam.

Saya juga menekankan pentingnya menghargai dan merawat orang tua. Dalam kesempatan ini, saya mengingatkan semua hadirin bahwa ziarah lebih baik kita lakukan terlebih dahulu ke makam orang tua yang telah meninggal dunia, daripada ke tempat ziarah lainnya. Apalagi jika orang tua masih hidup, marilah kita manfaatkan waktu untuk memberikan kasih sayang, menghormati, dan selalu mengikuti nasihat mereka. Doa orang tua adalah doa yang paling berkekuatan dan mudah dikabulkan oleh Allah SWT, seperti yang saya rasakan sendiri. Tanpa doa orang tua, mungkin saya masih terjebak dalam kesalahan dan tidak akan sampai pada kondisi seperti sekarang.

Yayasan ALFAKIR akan terus berusaha memberikan yang terbaik bagi anak-anak yatim yang kita rawat. Kami berharap dukungan dari seluruh masyarakat, baik dalam bentuk bantuan materi maupun dukungan doa dan semangat. Semoga Allah SWT memberikan balasan yang baik kepada semua pihak yang telah dan akan membantu Yayasan ALFAKIR. Semoga anak-anak yatim yang kita rawat dapat tumbuh menjadi generasi yang saleh, cerdas, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi agama, bangsa, dan negara. Semoga kita semua selalu dalam lindungan dan rahmat Allah SWT. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,” tutupnya.(Ad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *