DetikSR.id Jakarta – Sastrajendra Living Academy (SLA) adalah institusi pendidikan berbasis budaya spiritual Nusantara, merupakan inisiatif dari Komunitas Cinta Budaya (KCB), yang bertujuan membentuk karakter generasi muda secara intelektual dan membangun mental spiritual. SLA menggali ajaran tua yaitu Sastrajendra Hayuningrat Pangruwating Diyu untuk mencapai keseimbangan hidup, kesuksesan, karier dan kebahagiaan sejati (Kasampurnaning Hurip).
Dalam pembahasan pematangan kegiatan di tahun 2026, SLA menggelar agenda rapat melalui daring zoom meeting yang diikuti oleh 10 pengurus inti. Rapat di pimpin sesepuh Sastrajendra Living Academy, Romo Toni Junus Kanjeng Gung pada Sabtu 24 Januari 2026 malam.
Dalam rapat yang penuh dengan masukan dan usulan dari peserta rapat membuahkan hasil signifikan. Diantaranya usulan dan masukan dari Nyi Ageng Anggrek yang mengusulkan acara spiritual retreat (Suluk Alam) dengan anggaran yang akan disusun bersama Rohmani. Mengingat adanya peserta dari berbagai kota menentukan titik kumpulnya. Retreat adalah kegiatan menarik diri sementara dari rutinitas harian untuk berhenti sejenak, menyepi, meditasi dan menyelaraskan diri—baik secara fisik, mental, maupun batin melebur dengan alam.

Usulan kedua dari Sriyanto adanya baksos (bakti sosial) dengan mengadakan undangan berkumpul untuk penyembuhan, blessing, konsultasi hidup pada saat acara wedaran SLA atau acara Setu Paingan.
Sriyanto juga mengusulkan tarif wisata spiritual (reatreat) sebaiknya dengan harga rata, sehingga bisa saling subsidi silang.
Masukan dari Kasiman Lee bahwa dekorasi dan kebutuan artistik untuk acara Setu Paingan siap di kreasikan.
Sementara Larungsukma memberikan masukin untuk kegiatan baksos seperti penyembuhan turut di masukan dalam undangan/poster dan publikasi acara Setu Paingan.

Dari hasil rapat menghasilkan beberapa poin penting di antara nya:
1. Kegiatan Setu Paingan akan rutin di laksanakan, dengan sesaji sederhana berdasar wisik sesepuh.
2. Kegiatan spiritual retreat (Suluk Alam) dibuka SLA untuk umum siapapun boleh ikut.
3. Spiritual retreat (Suluk Alam) diutamakan kungkum, panglukatan memperbaiki karma diri maupun bawaan leluhur. Dipimpin oleh sesepuh Toni Junus Kanjeng Gung dengan cara khusus wahyu Mangir.
4. Direncanakan bulan Agustus di situs Petilasan Mangir – Bantul.
Romo Toni Junus mengatakan:
Sastrajendra Living Academy (SLA) bertujuan mencetak individu yang utuh, harmonis dan beradab melalui kurikulum yang mengintegrasikan pengetahuan intelektual dengan kebijaksanaan batin. Fokus utamanya bukan pada mistisisme, melainkan pengembangan karakter, transformasi diri, dan kearifan hidup.
Filosopi Dasar.
Ajaran utama yang digunakan adalah Sastrajendra Hayuningrat Pangruwating Diyu, sebuah konsep Jawa tentang peleburan angkara murka (diyu) dalam diri manusia untuk mencapai kesempurnaan hidup (kasampurnaning hurip) dan memayu hayuning bawono (memperindah dunia).(Red)






