JKB Tegaskan Kebersamaan dengan Pemerintahan Prabowo-Gibran dalam Mencegah Radikalisme dan Intoleransi di Indonesia

Organisasi228 Dilihat

DetikSR.id Jakarta – Organisasi Jembatan Kemajuan Bangsa (JKB) kembali menegaskan komitmennya untuk tetap berdampingan dengan pemerintahan Prabowo-Gibran dalam menjaga persatuan dan kesatuan Negara Republik Indonesia.

Pernyataan ini disampaikan oleh Eta Wiwit, Ketua Umum JKB, pada acara Halal Bihalal yang diselenggarakan di Warung Kopi Punggawa, Kelurahan Penjaringan, Jakarta Utara, Minggu (5/4/2026).

Eta Wiwit juga mengungkapkan kekawatirannya terkait perkembangan dinamika politik yang dianggap tidak seimbang dan berpotensi memecah belah sesama anak bangsa.

“Banyak informasi yang beredar di berbagai platform media sosial yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Hal ini berisiko memperparah perpecahan yang dapat mengarah pada disintegrasi bangsa dan negara,” ujarnya.

Oleh karena itu, lanjut dia, seluruh anggota JKB dari tingkat Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Provinsi, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kota/Kabupaten, hingga Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kecamatan di seluruh Indonesia harus mampu menyeleksi dan menyebarluaskan informasi yang akurat kepada berbagai elemen masyarakat di wilayah masing-masing.

“Pelajari terlebih dahulu setiap informasi dan teliti kebenarannya. Bila sudah dipastikan benar (A1), segera laporkan atau diskusikan dengan pemerintah, TNI, atau Polri setempat,” sambungnya.

Eta juga memberikan semangat kepada seluruh pengurus JKB agar terus mendukung pemerintah. Ia menekankan pentingnya mengantisipasi gerakan yang berniat menjatuhkan pemerintahan yang sah dengan tujuan mencari keuntungan pribadi, kelompok, atau golongan tertentu, yang memanfaatkan situasi dampak ekonomi, keamanan, dan pertahanan global saat ini.

“JKB akan bekerja sama dengan pemerintah, TNI, dan Polri dalam menjaga keutuhan dan kesatuan NKRI dari upaya yang ingin menggantikan Pancasila serta Undang-Undang Dasar 1945 dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” tegasnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat Jakarta Utara sekaligus tokoh pluralisme dan kebhinekaan, Daeng Jamal, menilai langkah yang dilakukan JKB merupakan kontribusi berharga bagi pemerintah. Menurutnya, tidak banyak organisasi yang secara aktif melakukan upaya pencegahan terhadap paham radikalisme dan intoleransi.

“Sangat terharu dan memberikan apresiasi kepada JKB, karena telah berdiri puluhan tahun namun tetap eksis dan konsisten dalam menjaga serta merawat kesatuan NKRI di tengah keragaman suku, agama, dan ras,” katanya.

Acara Halal Bihalal JKB kali ini tidak hanya bertujuan mempererat tali silaturahmi antar anggota, melainkan juga sebagai bentuk konsolidasi untuk memperkuat kerja sama dalam dan luar organisasi.

Diketahui, acara Halal Bihalal tersebut dihadiri sekitar 50 pengurus JKB, serta perwakilan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Kepolisian Resor Jakarta Utara, Komando Resimen Militer (Korem) 052 Wirakarya, serta sejumlah tokoh masyarakat Jakarta.(*/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *