Setu-Paingan dan Wedaran Sastrajendra Living Academy Angkatan ke-4 Digelar di Depok

Budaya90 Dilihat

DetikSR.id Depok, 25–26 April 2026 — Setu-Paingan dan Wedaran Ajaran Sastrajendra Living Academy (SLA) Angkatan ke-4 berlangsung di Ruang Publik Spiritual, Depok Baru, Pancoran Mas. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali nilai-nilai spiritual dan budaya Jawa di tengah dinamika kehidupan modern.

Acara ini diikuti oleh peserta dari berbagai daerah di Indonesia yang memiliki minat terhadap ajaran Sastrajendra, sebuah laku spiritual yang menekankan kesadaran diri, olah rasa, serta harmoni antara manusia dan semesta.

Acara di buka oleh Romo Toni Junus K. Gung

Selama dua hari pelaksanaan, peserta mengikuti rangkaian kegiatan berupa wedaran (pemaparan ajaran), diskusi, dan praktik kontemplatif dalam suasana yang khidmat dan inklusif. Sesepuh SLA, Toni Junus Kanjeng Nggung, menegaskan bahwa spiritualitas merupakan pengalaman batin yang harus dijal ani secara sadar dalam kehidupan sehari-hari.

Romo Ajiek Dewa Mulatsana

“Ruang spiritual bukan hanya tempat, tetapi kesadaran. Di situlah manusia mengenali dirinya dan menemukan arah hidup yang selaras,” ujarnya.

Dalam kegiatan ini juga diperkenalkan sebuah konsep meditasi gerak bernama Wirasajendra, yang digarap oleh Anggrek dan Ajis Larungsukma. Karya ini ditampilkan selama kurang lebih 20 menit sebagai perpaduan antara seni dan spiritualitas, menghadirkan pengalaman reflektif yang menyentuh aspek batin sekaligus estetika.

Ceramah Aura – Madame Louisa

Kegiatan ini memiliki tujuan utama untuk menggerakkan para penganut spiritual agar semakin mengenal dan menghayati ajaran Sastrajendra, sekaligus menghadirkan ruang publik sebagai wadah silaturahmi, berbagi pengalaman batin, dan bertumbuh bersama.

Melalui penyelenggaraan angkatan ke-4 ini, Sastrajendra Living Academy diharapkan terus menjadi ruang pembelajaran dan pertemuan spiritual yang berakar pada budaya Nusantara, serta mendorong lahirnya generasi yang mampu menjaga dan menghidupkan nilai-nilai leluhur dalam kehidupan modern.(*/Red/ervinna)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *