Menko Muhaimin: Soroti Peran Lulusan Sekolah Rakyat Diharapkan Jadi Agen Pemberdayaan dan Motor Pembangunan Daerah

Nasional50 Dilihat

DetikSR.id Jakarta, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar mendorong para lulusan Sekolah Rakyat agar mampu menjadi agen pemberdayaan di tengah masyarakat serta berperan aktif dalam memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.

Menurut Muhaimin, lulusan Sekolah Rakyat diharapkan tidak hanya memperoleh pendidikan yang layak, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengangkat kesejahteraan lingkungan sekitarnya melalui pengetahuan, keterampilan, dan semangat pengabdian.

“Lulusan Sekolah Rakyat harus menjadi agen pemberdayaan, di mana siswa yang berbakat akan terus diberi akses yang memadai. Siswa yang memiliki kapasitas untuk menjadi ilmuwan juga tersalurkan dengan baik, yang mengambil profesi-profesi tertentu juga disiapkan dengan sempurna,” kata Muhaimin dalam acara bertajuk Satu Tahun Perjalanan Program Sekolah Rakyat Capaian Strategis dan Sinergi Keberlanjutan di Jakarta, pada (29/4/2026).

Ia menilai, dalam kurun waktu hampir satu tahun pelaksanaannya, program Sekolah Rakyat menunjukkan perkembangan yang pesat dan terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Karena itu, keberadaan Sekolah Rakyat dinilai menjadi salah satu harapan utama pemerintah dalam menanggulangi kemiskinan secara berkelanjutan melalui jalur pendidikan.

“Sekolah Rakyat telah berjalan hampir satu tahun dan mencetak prestasi-prestasi yang luar biasa sehingga Sekolah Rakyat ini bisa menjadi harapan dari penanggulangan kemiskinan di tanah air. Sekolah Rakyat adalah inisiatif langsung Bapak Presiden dan benar-benar menjadi visi untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan secara cepat, langsung, dan tepat sasaran,” ujarnya.

Muhaimin menambahkan, pendidikan merupakan instrumen paling efektif untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat miskin. Dengan memberikan akses pendidikan berkualitas, anak-anak dari keluarga prasejahtera diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Hingga saat ini, tercatat sebanyak 166 Sekolah Rakyat telah didirikan dan beroperasi di 34 provinsi di Indonesia. Program tersebut disebut telah menjangkau sekitar 14.936.000 anak yang berasal dari keluarga miskin.

Sekolah Rakyat dirancang dengan konsep pendidikan gratis berbasis asrama yang dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, sehingga peserta didik dapat belajar dan berkembang secara optimal selama 24 jam.

Fasilitas utama yang tersedia meliputi ruang kelas, asrama siswa dan guru, laboratorium, perpustakaan, lapangan olahraga, tempat ibadah, hingga layanan kesehatan.

Pemerintah berharap, dengan perluasan program dan penguatan kualitas pendidikan di Sekolah Rakyat, akan lahir generasi muda yang mandiri, berdaya saing, serta mampu menjadi motor penggerak pembangunan di daerah masing-masing.

Ervinna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *