Hadiri Milad ke 11 Kitapak, tim Sastrajendra Memperkenalkan untuk Pelestarian Budaya Spiritual Nusantara

Budaya55 Dilihat

DetikSR.id Bogor – Dalam suasana yang penuh kekeluargaan dan kebersamaan, Komunitas Iket Kitapak Tatar Pasundan pimpinan Abah Goller mengadakan Milangkala (Milad) yang ke 11 Kitapak yang berlokasi di Saung Pagoleran Gati, Desa Sukaharja, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor pada Sabtu, 16 Mei 2026.

Kemeriahan acara Milangkala (Milad) ke 11 Kitapak di isi dengan berbagai penampilan seni dan budaya seperti Pencak silat oleh Abah Didik yang kini berusia 93 tahun, kemudian penampilan tarian Tarawangsa, tarian budaya Sunda dll. Acara tersebut dihadiri berbagai tokoh budaya dan pegiat seni dari sejumlah daerah salah satunya dari Sastrajendra Living Academy (SLA)

Penampilan Pencak silat oleh Abah Didik yang berusia 93 tahun

Romo Toni Kanjeng Gung selaku sesepuh SLA, yang juga hadir sebagai undangan menyatakan apresiasinya kepada Komunitas Iket KITAPAK yang selama ini terus berperan aktif dalam melestarikan budaya Sunda khususnya di tatar Pasundan ini

Dalam kesempatan tersebut Romo Toni Junus juga memperkenalkan tentang Sastrajendra, Menurutnya Sastrajendra bukan sekadar ajaran, melainkan laku batin sebuah jalan untuk ngasah roso, menajamkan kepekaan terdalam manusia hingga menyentuh kesejatian dirinya. Di dalamnya, manusia tidak hanya berpikir atau merasa, tetapi belajar menyelaraskan seluruh unsur diri, lahir dan batin dalam satu kesadaran utuh.

NYI Anggrek, Romo Toni Junus dan Ibu Siroth perkenalkan Sastrajendra

Masih kata Romo Toni, Pada Nusantara ini ROSO sejati yang paling penting dan saya ingin mengisi budaya spiritualnya setelah adanya kesenian pencak silat, kanuragan, dan lain lain yang pada akhirnya bagaimana kita berhubungan langsung dengan yang maha kuasa.

” Kitapak yang dinakodai oleh sesepuhnya Abah Goller terus tanpa henti melestarikan budaya Sunda,” Pungkas Romo Toni

Senada dengan Romo Toni, Bu Siroth memaparkan bahwa Sastrajendra itu merupakan keilmuwan yang sangat luar biasa yang berbasis budaya dan seperti kesenian kesenian tradisional yang ada di sini juga merupakan budaya, Terangnya.

NYI Anggrek dalam Kesempatan tersebut juga mengajak untuk bersama sama dengan SLA melestarikan budaya Nusantara dari nenek moyang kita baik usia muda maupun dewasa, walaupun banyak dari beberapa komunitas budaya namun kita jangan sampai terpecah belah. ” Saya mengajak mari kita bersama sama bersatu melestarikan budaya Nusantara” Tegas NYI Anggrek

Tentang KITAPAK

KITAPAK merupakan organisasi kasundaan yang didirikan di Bogor Selatan pada 2015. Selama perjalanannya, komunitas ini aktif melestarikan budaya Sunda, khususnya penggunaan iket Sunda sebagai identitas budaya lokal. KITAPAK sendiri didirikan oleh Ki Asep Teddy sebagai komunitas yang awalnya fokus pada pelestarian iket Sunda kini terus berkembang ke berbagai bidang seni tradisional lainnya hingga menjadi “KITAPAK Sunda Musik,” saat ini.(Ervinna)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *