Pattimura International Big Fight 2026, Ajang Tinju Internasional Siap Angkat Prestasi Petinju Indonesia

Olahraga36 Dilihat

DetikSR.id JAKARTA – Rangkaian kegiatan weigh-in dan technical meeting ajang “Pertandingan Tinju Ampro Era Prestasi Indonesia Emas” dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Nasional Kapitan Pattimura ke-209 berlangsung di Auditorium LPP TVRI Senayan, Jakarta, Kamis (28/5/2026).

Mengusung semangat “Lawamena Haulala”, kegiatan tersebut dihadiri jajaran promotor, ofisial, petinju nasional dan internasional, serta insan media menjelang pelaksanaan Pattimura International Big Fight 2026.

Mengawali sambutan, Pembina Promotor Letkol Inf (Purn) G. Borlak, S.Sos., M.M. menegaskan bahwa penyelenggaraan event tersebut merupakan bentuk komitmen insan tinju dalam mengangkat kembali prestasi olahraga tinju Indonesia di level nasional maupun internasional.

“Kami ingin memberikan daya kejut untuk Indonesia bahwa tinju ini tidak mati. Tinju masih hidup dan masih bisa membawa nama besar bangsa di level dunia,” ujar Borlak

Borlak juga menegaskan pentingnya menjaga profesionalisme dalam penyelenggaraan pertandingan, khususnya bagi perangkat pertandingan dan wasit hakim agar menjunjung tinggi sportivitas.

“Yang menang harus menang, yang kalah harus kalah. Tidak boleh ada keberpihakan. Pertandingan harus berjalan fair play demi menjaga marwah tinju Indonesia,” tegasnya

Sementara Ketua Umum Federasi Tinju Profesional Indonesia, Neneng A Tuty SH, menyampaikan rasa bangga atas terselenggaranya event tinju internasional tersebut di Auditorium TVRI. Ia menilai kejuaraan itu menjadi momentum kebangkitan tinju profesional Indonesia sekaligus wadah pembinaan generasi muda berprestasi.

“Saya berbangga sekali selaku Ketua Umum Federasi Tinju Profesional Indonesia. Besok(29/05/2026) ada pertandingan Pattimura Big Fight yang luar biasa,” ujar Neneng A Tuty di hadapan peserta dan tamu undangan.

Ia juga menyebut sejumlah petinju yang akan tampil dalam laga tersebut, di antaranya Sunan Agung Amoragam, Noldi Manakane, Iwan Kei Ngabalin, Kristian Malindo Rihi Rodjo, Refly Manakane, Albert Mondome, serta petinju Thailand Nathha Phong Nuchap Hum dan Phirawat Panthong. Menurutnya, kehadiran para atlet tersebut menunjukkan kualitas dan daya tarik Pattimura International Big Fight di level internasional.

Senada, Promotor acara, Nicholas Kilikili SH MH, menegaskan bahwa penyelenggaraan ajang tinju internasional tersebut menjadi bagian dari upaya membangkitkan kembali dunia tinju nasional yang dinilai mengalami penurunan dalam satu dekade terakhir.

“Kami terpanggil untuk menghidupkan kembali tinju Indonesia yang sudah mati suri dalam 10 tahun terakhir. Momentum Hari Pattimura ke-209 ini kami jadikan semangat untuk membangun kembali prestasi tinju nasional,” ujar Nicholas.

Ia menyebut persiapan penyelenggaraan dilakukan dalam waktu relatif singkat, yakni sekitar dua bulan. Namun, semangat kecintaan terhadap Indonesia dan Maluku menjadi alasan utama dirinya menerima tantangan sebagai promotor.

Direktur Program dan Berita LPP TVRI, Arif Adi Kuswardono, menegaskan komitmen TVRI dalam mendukung perkembangan olahraga tinju nasional melalui penayangan pertandingan secara langsung di kanal TVRI Sport.

“Pada dasarnya TVRI selalu mendukung setiap event olahraga, apalagi olahraga tinju yang penggemarnya sangat banyak di Indonesia,” ujar Arief dalam sambutannya.

Ia menyampaikan, dukungan terhadap ajang internasional tersebut tidak hanya bertujuan memberikan hiburan kepada masyarakat, tetapi juga menjadi sarana edukasi mengenai sportivitas dan pengembangan kualitas olahraga tinju nasional.

Menurutnya, keterlibatan petinju asal Thailand dalam pertandingan itu menjadi langkah positif untuk meningkatkan kualitas kompetisi sekaligus memperluas pengalaman bertanding bagi atlet kedua negara.

“Ini tidak hanya bisa memajukan olahraga tinju dan menaikkan level kualitas olahraga tinju di tingkat regional, tetapi juga memberikan pengalaman bagi petinju masing-masing negara untuk berkembang,” katanya.

Dalam kegiatan timbang badan dan pemeriksaan kesehatan tersebut, sejumlah petinju Indonesia dan Thailand hadir mengikuti tahapan resmi sebelum pertandingan. Beberapa nama yang turut tampil di antaranya Sunan Agung Amoragam, Noldi Manakane, Iwan Kei Ngabalin, Kristian Malindo Rihi Rodjo, Refly Manakane, Albert Mondome, serta petinju Thailand Nathha Phong Nuchap Hum dan Phirawat Panthong.

Selain menjadi ajang olahraga, pertandingan tersebut juga diharapkan mempererat hubungan olahraga antarnegara di kawasan regional melalui partisipasi petinju mancanegara.(ja)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *