Pemprov DKI Gandeng Pakar Cagar Budaya Untuk Pembersihan dan Konservasi Tugu Monas, Menjaga Ikon Sejarah Nasional dan Keindahannya

Berita60 Dilihat

DetikSR.id Jakarta, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus berupaya menjaga kelestarian dan keindahan Tugu Monumen Nasional (Monas) melalui program perawatan berkala. Salah satu langkah yang saat ini dilakukan adalah pembersihan badan Tugu Monas dengan melibatkan pakar dari Pusat Konservasi Cagar Budaya (PKCB) guna memastikan proses konservasi berjalan sesuai standar pelestarian bangunan bersejarah.

Kepala Unit Pengelola Kawasan (UPK) Monas, Muhammad Isa Sarnuri, mengatakan bahwa kegiatan pembersihan dilakukan melalui koordinasi intensif antara PKCB, Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, dan Kementerian Kebudayaan.

“Terus berkoordinasi dengan PKCB, Dinas Kebudayaan dan Kementerian Kebudayaan,” ujar Isa dalam keterangannya di Jakarta, pada (1/6/2026).

Menurut Isa, proses pembersihan badan Tugu Monas merupakan pekerjaan khusus yang membutuhkan metode konservasi tertentu. Kegiatan tersebut diperkirakan berlangsung selama kurang lebih enam bulan karena harus dilakukan secara hati-hati untuk menjaga keaslian struktur dan material bangunan.

“Pembersihan masih berlangsung. Memang pembersihan khusus untuk Tugu, kurang lebih enam bulan,” katanya.

Pemprov DKI Jakarta menilai Monas tidak hanya berfungsi sebagai objek wisata, tetapi juga sebagai simbol sejarah perjuangan bangsa dan identitas ibu kota. Oleh karena itu, setiap kegiatan perawatan dilakukan dengan mempertimbangkan aspek keamanan, kenyamanan, dan pelestarian nilai sejarah yang melekat pada monumen tersebut.

Melalui program pembersihan ini, pemerintah berharap kondisi Monas tetap terjaga sehingga dapat terus menjadi destinasi wisata yang representatif, aman, dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan dari berbagai daerah dan negara.

Selain menjaga tampilan fisik bangunan, upaya konservasi juga bertujuan memperpanjang usia struktur monumen agar tetap kokoh dan dapat dinikmati oleh generasi mendatang.

Kawasan Monas masih menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Jakarta, terutama saat akhir pekan dan hari libur. Data pengelola menunjukkan bahwa pada Minggu (31/5/2026), jumlah pengunjung kawasan Monas mencapai sekitar 14.309 orang.

Dari total tersebut, sebanyak 126 pengunjung merupakan wisatawan mancanegara. Mereka berasal dari berbagai negara, antara lain China, Jepang, Jerman, Inggris, Korea Selatan, Malaysia, Italia, dan Australia.
Tingginya angka kunjungan menunjukkan bahwa Monas tetap menjadi magnet wisata yang menarik minat wisatawan domestik maupun internasional.

Kehadiran wisatawan asing juga mencerminkan posisi Monas sebagai salah satu landmark penting Indonesia yang dikenal di tingkat global.

Pada Senin (1/6/2026), yang bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila, kawasan Monas ditutup sementara untuk mendukung kegiatan perawatan rutin kawasan dan fasilitas.

Penutupan setiap hari Senin merupakan agenda rutin yang dilakukan pengelola guna memastikan seluruh fasilitas tetap berada dalam kondisi optimal. Langkah tersebut mencakup pembersihan area, pemeriksaan sarana pendukung, hingga pemeliharaan fasilitas umum yang digunakan pengunjung.

Pengelola memastikan bahwa kawasan Monas akan kembali dibuka untuk umum pada Selasa (2/6/2026), sehingga masyarakat dapat kembali menikmati berbagai fasilitas dan area wisata yang tersedia.
Dengan dilaksanakannya program pembersihan dan konservasi secara menyeluruh, Pemprov DKI Jakarta berharap Monas tetap menjadi simbol kebanggaan nasional, sekaligus destinasi wisata sejarah yang terawat, aman, dan menarik bagi masyarakat Indonesia maupun wisatawan mancanegara.

Ervinna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *