Purnawirawan Pol.Akp Siap Untuk Mengabdi Buat Masyarakat, Nomor 3 (H.Ruslani SH.) Siap Perubahan Total Untuk Sukadanau

Berita Daerah103 Dilihat

DetikSR.id Kabupaten Bekasi — Demokrasi desa tidak selalu lahir dari gedung megah dengan lampu yang gemerlap. Kadang ia justru tumbuh sederhana: dari sebuah ruangan, sebuah kotak undian, selembar kertas, lalu sebuah angka yang jatuh ke tangan manusia yang sedang menjemput amanah. Rabu, 9 September 2026, Desa Sukadanau, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, membuka lembar baru perjalanan Pilkades melalui pengundian nomor urut calon kepala desa.

H.Ruslani SH.Saat di wawancara i media online dan cetak mengatakan dan menyampaikan rasa syukur atas berlangsungnya proses pengundian secara lancar. Ia pun mengungkapkan bayak terimakasih kepada semua panitia Pilkades dan masyarakat sukadanau, simpatisan, tokoh masyarakat,yang makna angka Tiga yang diperolehnya,

Bagi dirinya, angka bukan sekadar identitas di atas surat suara, tetapi do’a yang ingin dibawa menuju pengabdian. Kalimat itu seperti mengetuk pintu sebuah perjalanan panjang. Sebab menjadi kepala desa bukan sekadar mengejar kursi, melainkan bersiap memikul beban yang kadang tidak terlihat di atas panggung. Ada suara ibu-ibu yang berharap pelayanan mudah, ada pemuda yang menunggu ruang untuk berkarya dan bekerja, ada petani, pedagang, buruh, dan warga kecil yang ingin desanya tumbuh tanpa harus kehilangan wajah kampungnya. Di sanalah mandat rakyat menjadi berat: karena satu suara dapat mengantarkan seseorang ke kursi kekuasaan, tetapi ribuan suara pula yang kelak menagih pertanggungjawaban,”

“Alhamdulillah kegiatan pengundian nomor berjalan dengan lancar. Ini merupakan salah satu tahapan dalam Pilkades dan saya mendapatkan nomor 3 seperti yang dicita-citakan bersama. Untuk Sukadanau perubahan total.jelas Nya.

Di tempat yang sama ketua GEMPHAR bang Arman mengatakan Kita kawal terus Sebab Pilkades bukan sekadar memilih siapa yang duduk di kursi kepala desa, melainkan memilih siapa yang kelak harus sanggup duduk bersama rakyat ,ketika jalan berlubang, pelayanan tersendat, pembangunan dipertanyakan, dan harapan warga mengetuk pintu pemerintahan.

Yang kelak menentukan adalah masyarakat desa: siapa yang dipercaya, siapa yang dianggap mampu, dan siapa yang dinilai sanggup mengubah janji menjadi kerja nyata. Di sinilah menuju peringkat teratas” menemukan panggungnya.

Sebab dalam demokrasi, yang berada , ketika pengundian belum tentu berada paling depan ketika suara rakyat dihitung. Nomor urut bukan mahkota kemenangan, bukan pula kitab ramalan politik. Ia hanya tanda pengenal dalam perjalanan panjang menuju bilik suara. Yang kelak menentukan adalah masyarakat desa:
Jangan sampai pesta demokrasi berubah menjadi pertarungan kebencian; jangan sampai perbedaan pilihan menjelma menjadi permusuhan. Pilkades adalah pesta rakyat, bukan medan perang saudara. Dan setiap kandidat mempunyai hak yang sama untuk berjuang, menyampaikan visi, menawarkan gagasan, serta memperoleh perlakuan yang setara,”

Dalam demokrasi, yang paling penting bukan siapa yang paling dulu berdiri di depan, tetapi siapa yang akhirnya dipercaya rakyat untuk berdiri bersama mereka. Dan jika kelak angka lima berubah menjadi sejarah nomor satu, kemenangan itu bukan milik angka, bukan milik baliho, bukan milik panggung, melainkan milik mandat rakyat Sukadanau. Saatnya masyarakat Desa Sukadanau beramai-ramai menentukan pilihan pada 20 September nanti, buktikan bahwa calon yang paling muda, cerdas, dan mumpuni memimpin Desa Sukadanau.

Pengundian berlangsung dengan dihadiri Plt. Kepala Desa Sukadanau Rovi Hidayatullah, Lajim Marzuki, Ketua BPD Sukadanau, perwakilan Polsek Cikarang Barat, perwakilan Koramil/014 Cikarang Barat, Kepala Seksi Pemerintahan Kecamatan Cikarang Barat Ika Sartika Sari, S.H., serta kelima calon kepala desa Sukadanau. Di tengah tahapan demokrasi tersebut, Ketua Panitia Pilkades Sukadanau Albert Nicolas Nelwan turut mengawal proses agar perjalanan pesta demokrasi desa berjalan tertib dan sesuai ketentuan.(Red/gd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *