Pelestarian Budaya adalah Eksistensi Indonesia di Mata Dunia

Berita150 Dilihat

DetikSR.id Jakarta – Malam itu hujan turun menyejukkan suasana. Keris berpamor Singkir diacungkan ke angkasa, menambah khidmat peringatan Hari Keris Nasional dan hujanpun berhenti. Acara berlangsung penuh kebahagiaan dan menjadi momen bersejarah ketika Menteri Kebudayaan menganugerahkan penghargaan kepada para penggiat pelestari keris.

Acara bersejarah tersebut ditandai dengan penganugerahan penghargaan oleh menteri Fadli Zon kepada sejumlah pegiat pelestari keris. Salah satu penerima penghargaan adalah Toni Junus.

Penghargaan Hari Keris Nasional.

“Waktu itu, pada Oktober 2010 dalam acara Keris for the World, saya mengundang Direktur UNESCO untuk Asia Pasifik, Hubert J. Gijzen, dan beliau hadir,” kata Toni Junus Kanjeng Gung.

Toni merupakan salah satu tokoh penting dalam pergerakan pelestarian keris nasional. Upaya dan dedikasinya turut membuka jalan bagi berkembangnya budaya keris, yang kini telah menjadi sumber penghidupan bagi banyak orang.

Hadir Sastrajendra Living Academy

Sebagai pegiat budaya yang gigih, Toni mencatat telah menandatangani sebanyak 64 penghargaan di bawah naungan komunitas Panji Nusantara dan tentu bersama SNKI (Sekretariat Nasional Keris Indonesia).

Kini, Toni Junus mendapat dawuh untuk melestarikan budaya spiritual sebagai fondasi menuju peradaban baru Indonesia.

DR. Bambang Dwi Hayunanto, dalam kegiatan spiritualnya.

“Dunia perkerisan sudah berkembang dengan baik. Karena itu, saya menjalankan amanah untuk membangkitkan kembali ajaran Sastrajendra sebagai upaya memperkuat pelestarian budaya spiritual bangsa,” ujar Toni Junus.

Bersama DR. Bambang Dwi Hayunanto, tokoh pendiri RS NU, Toni Junus Kanjeng Gung mendirikan Sastrajendra Living Academy (SLA). Lembaga ini tidak berbentuk tarekat, ordo, maupun paguyuban, melainkan hadir sebagai ruang publik spiritual yang bersifat universal.

“Sastrajendra Living Academy merangkul seluruh pegiat budaya spiritual yang ada untuk mewujudkan slogan yang sudah diusung insan spiritual, yakni Kebangkitan Budaya Spiritual Nusantara,” ujar Toni Junus.

Sebuah wawancara singkat yang memuat semangat perjuangan dan harapan membangun mental spiritual bagi bangsa Indonesia. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *