TNI–Pemda Trenggalek Hijaukan Kawasan Bukit Jatuh

TNI / POLRI86 Dilihat

DetikSR.id Trenggalek – Upaya mitigasi bencana tanah longsor di wilayah pegunungan Watulimo kembali diperkuat melalui sinergi TNI dan pemerintah daerah. Koramil 0806-07/Watulimo bersama Pemerintah Kecamatan Watulimo dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Trenggalek melaksanakan aksi penanaman pohon di kawasan Bukit Jatuh, Desa Gemaharjo, Sabtu (29/11/2025).

Kegiatan penghijauan ini menyasar zona rawan longsor, mengingat kontur Kecamatan Watulimo yang didominasi perbukitan. Penanaman dilakukan di titik-titik dengan kondisi vegetasi menurun, sebagai langkah memulihkan tutupan lahan sekaligus meningkatkan stabilitas tanah.

Ada empat jenis bibit yang ditanam dalam kegiatan tersebut, yaitu pohon pucung, durian, alpukat, dan trembesi. Jenis-jenis ini dipilih karena memiliki perakaran kuat yang efektif menahan erosi serta memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat setempat.

Babinsa Gemaharjo Serda Andik Setiawan, menegaskan bahwa kepedulian lingkungan menjadi bagian dari tugas berkelanjutan TNI di wilayah. “Penanaman pohon ini merupakan langkah nyata TNI bersama pemerintah dalam mengantisipasi potensi tanah longsor di kawasan pegunungan Watulimo,” ujarnya.

Menurutnya, tutupan vegetasi yang mulai rapuh pada beberapa titik perbukitan berpotensi meningkatkan risiko longsor terutama saat musim hujan. Karena itu, pihaknya menilai kerja sama lintas lembaga sangat dibutuhkan untuk mempercepat rehabilitasi lahan rentan.

Dukungan juga datang dari Pemerintah Kecamatan Watulimo dan jajaran PMD. Kolaborasi ini dinilai penting untuk memastikan upaya mitigasi berjalan efektif dan berkelanjutan. Keterlibatan berbagai unsur masyarakat diharapkan mampu memperkuat kesadaran collective terhadap pentingnya menjaga lingkungan.

Kepala Bidang Penataan dan Kerjasama Desa PMD Trenggalek, Esti Ayu Nusworini, menuturkan bahwa kegiatan tanam pohon bukan hanya menambah ruang hijau, tetapi turut menjadi sarana edukasi lingkungan bagi warga. “Lingkungan yang sehat adalah benteng alami masyarakat terhadap ancaman bencana,” ungkapnya.

Suasana penanaman tampak guyub. Anggota TNI, perangkat kecamatan, dan warga Desa Gemaharjo saling bahu-membahu menyiapkan lubang tanam hingga memastikan bibit berdiri tegak dan siap tumbuh. Kebersamaan ini menghadirkan semangat positif bahwa aksi kecil dapat membawa dampak besar bagi keberlanjutan alam.

Pemerintah Kecamatan sendiri telah menyiapkan tindak lanjut berupa pemantauan berkala pertumbuhan bibit, penanaman tambahan tanaman penahan erosi, serta pelibatan komunitas peduli lingkungan untuk proses perawatan.

Sinergi TNI dan pemerintah daerah melalui kegiatan ini menunjukkan komitmen nyata dalam memperkuat ketahanan wilayah. Dengan penghijauan berkelanjutan, Bukit Jatuh diharapkan kembali hijau dan lebih siap menghadapi ancaman tanah longsor di masa mendatang.(Penrem 081/DSJ)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *