2 Tahun Kepemimpinan Presiden Prabowo, Aktifis Ahmad Mengajak Seluruh Elemen Masyarakat Tetap Jaga Keamanan & Ketertiban

Berita137 Dilihat

DetikSR.id Jakarta – Menjelang peringatan 2 tahun Kepemimpinan Presiden Prabowo pada 20 Oktober 2026, sejumlah elemen masyarakat mulai mempersiapkan diri untuk turun ke jalan.

Aksi tersebut rencananya akan melibatkan berbagai kelompok masyarakat sipil dan buruh. Namun demikian, muncul kekhawatiran adanya potensi penyusupan oleh kelompok anarko yang kerap dikaitkan dengan tindakan destruktif dalam sejumlah demonstrasi.

Kekhawatiran tersebut merujuk pada peristiwa sebelumnya, yakni aksi massa pada 27 Agustus 2026 di depan Gedung DPR RI yang berujung ricuh.

Dalam peristiwa itu, sejumlah fasilitas publik dilaporkan mengalami kerusakan akibat tindakan anarkis yang diduga dilakukan oleh oknum yang memanfaatkan situasi aksi.

Aktivis pergerakan, Ahmad mengimbau para peserta aksi agar tetap menjaga ketertiban dan keamanan selama kegiatan berlangsung.

Ia menegaskan bahwa menyampaikan pendapat di muka umum merupakan hak warga negara yang dijamin oleh undang-undang, namun pelaksanaannya tetap harus memperhatikan aturan yang berlaku.

“Pemerintah telah memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara terbuka. Karena itu, penting bagi seluruh peserta aksi untuk menjaga agar demonstrasi tetap berlangsung damai dan tidak dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” ujar Ahmad di Jakarta, Jum at, (2/10/2026).

Menurutnya, momentum peringatan 2 tahun kepemimpinan Presiden Prabowo seharusnya dimanfaatkan sebagai ruang untuk menyuarakan aspirasi secara damai dan bermartabat.

“Momentum ini seharusnya menjadi ruang untuk menyampaikan aspirasi secara damai. Jangan sampai tujuan utama aksi justru ternodai oleh tindakan yang merugikan masyarakat,” katanya.

Ahmad juga mengingatkan bahwa dalam beberapa aksi sebelumnya, pola penyusupan oleh kelompok tertentu kerap terjadi ketika massa dalam jumlah besar berkumpul.

“Mahasiswa, buruh, dan masyarakat sipil perlu tetap waspada terhadap potensi penyusupan, termasuk dari kelompok anarko yang dapat memicu kericuhan,” ujarnya.

Ia juga mengajak para koordinator lapangan dari setiap elemen massa untuk berperan aktif menjaga situasi tetap kondusif selama aksi berlangsung.

“Koordinator lapangan memiliki peran penting dalam mengingatkan peserta aksi agar tetap tertib dan tidak terpancing provokasi dari pihak mana pun,” jelasnya.

Ahmad, penyampaian aspirasi yang dilakukan secara damai justru akan membuat pesan yang disampaikan lebih mudah diterima oleh pemerintah maupun masyarakat luas.

“Jika aksi berjalan tertib dan damai, substansi tuntutan yang disampaikan akan lebih kuat dan mendapatkan simpati dari publik,” pungkasnya.(Red/Ed)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *