47 Aksi Unjuk Rasa di Jakarta Polda Metro Jaya Kerahkan 3.983 Personel, Gedung DPR RI Jadi Titik Konsentrasi Massa

Berita86 Dilihat

DetikSR.id Jakarta, Polda Metro Jaya menyiagakan 3.983 personel gabungan untuk mengamankan rangkaian aksi penyampaian pendapat di muka umum yang berlangsung di wilayah Jakarta dan sekitarnya, termasuk unjuk rasa sejumlah kelompok mahasiswa di kawasan Gedung DPR/MPR RI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta,pada (5/10/2026).

Pengamanan dilakukan untuk memastikan kegiatan penyampaian aspirasi berjalan aman, tertib, dan kondusif, sekaligus menjamin aktivitas masyarakat lainnya tetap berlangsung.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan ribuan personel tersebut terdiri atas 3.219 anggota Polri, 255 personel TNI, 109 personel Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, serta 400 personel pengamanan dalam.

“Pelayanan dilakukan untuk memastikan masyarakat dapat menyampaikan aspirasi dengan aman dan tertib, sekaligus menjaga aktivitas warga lainnya tetap berjalan,” kata Budi Hermanto dalam keterangannya, pada (5/10/2026).

Menurut Budi, penempatan personel dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan karakteristik, lokasi, serta kebutuhan masing-masing kegiatan. Pengamanan tidak hanya difokuskan di titik aksi, tetapi juga mencakup jalur pergerakan massa, kawasan strategis, dan sejumlah titik yang berpotensi mengalami peningkatan aktivitas masyarakat.

Polda Metro Jaya mencatat terdapat 47 kegiatan penyampaian pendapat di muka umum yang dijadwalkan berlangsung di sejumlah wilayah Jakarta dan sekitarnya hari ini. Salah satu lokasi yang menjadi titik konsentrasi massa adalah kawasan depan Gedung DPR RI.

Dalam mengawal aksi, kepolisian mengedepankan komunikasi serta pendekatan persuasif dan humanis. Personel di lapangan diarahkan bertindak profesional, sesuai prosedur, proporsional, dan terukur dengan tetap mengutamakan keselamatan seluruh pihak.

Budi menegaskan pengamanan aksi bukan semata-mata untuk mengendalikan massa, melainkan juga memastikan hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat dapat berjalan beriringan dengan hak warga lainnya untuk beraktivitas secara aman dan nyaman.

“Silakan sampaikan aspirasi dengan tertib dan damai. Polri hadir sebagai penjaga demokrasi, melayani masyarakat yang menyampaikan pendapat sekaligus menjaga hak masyarakat lainnya untuk tetap beraktivitas dengan aman dan nyaman,” ujarnya.

Rekayasa Lalu Lintas Situasional

Seiring adanya sejumlah kegiatan penyampaian pendapat, Polda Metro Jaya juga menyiapkan pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi aksi dan jalur yang berpotensi dilalui peserta.

Rekayasa lalu lintas akan diberlakukan secara situasional berdasarkan kondisi arus kendaraan dan perkembangan kegiatan di lapangan. Dengan demikian, pola pengaturan dapat berubah mengikuti dinamika massa dan kepadatan lalu lintas.

Masyarakat yang hendak melintas di sekitar kawasan DPR/MPR RI dan lokasi kegiatan lainnya diimbau merencanakan perjalanan lebih awal. Pengendara juga diminta mempertimbangkan jalur alternatif apabila terjadi kepadatan serta mengikuti arahan petugas di lapangan.

Kepolisian berharap seluruh peserta aksi dapat menjaga ketertiban dan menyampaikan aspirasi secara damai. Di sisi lain, masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

“Rekayasa lalu lintas dilakukan secara situasional sesuai kondisi di lapangan,” kata Budi.

Dengan pengerahan ribuan personel tersebut, Polda Metro Jaya memastikan pengamanan dilakukan dengan mengedepankan prinsip pelayanan kepada masyarakat.

Polisi juga mengingatkan seluruh pihak agar menjaga situasi tetap kondusif sehingga penyampaian aspirasi dapat berlangsung tanpa mengganggu keamanan, keselamatan, maupun aktivitas masyarakat secara luas.

Ervinna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *