Mumu Rohimu dan Cerita Kemanusiaan di Tiap Tetes Air Bersih Pinang

Berita88 Dilihat

DetikSR.id TANGERANG – Kekeringan yang menimpa warga Kelurahan Kunciran Jaya dan Cipete, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, bukan sekadar soal sumur warga yang mengering. Bagi Mumu Rohimu, situasi krisis air bersih di lima titik wilayah tersebut adalah panggilan nurani untuk membangkitkan kembali kepedulian antar sesama.

Sebagai Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kecamatan Pinang, Mumu memilih pendekatan yang tak biasa namun menyentuh hati. Di sela-sela penataan distribusi air untuk warga di RT 02/02, RT 05/03, RT 03/02, RT 03/04, dan RT 04/03, ia kerap menyapa warga dan menyisipkan obrolan sederhana tentang indahnya berbagi.

Bukan lewat ceramah panjang yang kaku, Mumu membagikan kisah perjuangan para relawan saat menembus banjir, pentingnya sepersen kepedulian melalui donor darah, hingga nilai mendasar dari menolong sesama tanpa mengharap balasan.

“Tugas kemanusiaan itu bukan cuma hadir saat bencana besar. Ketika warga kesulitan air bersih seperti sekarang, di situlah relawan PMI harus hadir membawa solusi. Kami ingin membuktikan bahwa warga tidak berjuang sendirian,” ujar Jaro Mumu, panggilan akrabnya di sela penyerahan bantuan.

Cara Jaro Mumu yang juga Ketua Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Pinang tersebut membumi rupanya cepat meresap ke hati masyarakat. Satu per satu warga tergerak untuk ambil bagian.

Mulai dari pengurus RT/RW, ibu rumah tangga, relawan kemanusiaan hingga tokoh agama setempat langsung merapat dan bahu-membahu untuk memenuhi kebutuhan air bersih.

Gerakan dari bawah ini akhirnya memantik sinergi yang lebih luas. Gelombang dukungan terus mengalir dari jajaran Camat, Lurah, yayasan sosial, hingga aktivis dari Sabda Alam Indonesia Hijau (SAIH) yang turut turun tangan membantu memecahkan persoalan kekeringan di wilayah tersebut.

Aksi kolaboratif ini kian solid dengan hadirnya armada bantuan pasokan air bersih secara berkala dari instansi terkait, mulai dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Perumda Tirta Benteng, hingga PMI Kota Tangerang.

Bagi Mumu dan para relawan di Pinang, setiap liter air yang disalurkan bukan sekadar pemenuh kebutuhan harian warga, melainkan simbol bahwa nyala gotong royong dan solidaritas sosial di Kota Tangerang masih sangat kuat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *