Usung Tema City of New Lights, Jakarta Fashion Week 2027 Angkat Wastra Nusantara dan Perkuat Posisi Jakarta di Panggung Mode Global

Berita113 Dilihat

DetikSR.id Jakarta, Jakarta Fashion Week (JFW) 2027 resmi dibuka di City Hall, Pondok Indah Mall 3, Jakarta Selatan, pada 31 Oktober 2026. Memasuki penyelenggaraan edisi ke-18, ajang mode terbesar di Indonesia ini mengusung tema City of New Lights, sebuah semangat yang merepresentasikan babak baru perkembangan industri fashion Tanah Air melalui penguatan identitas budaya, regenerasi talenta kreatif, serta perluasan kolaborasi di tingkat regional dan internasional.

Berlangsung pada 31 Oktober hingga 1 November 2026, Jakarta Fashion Week 2027 menghadirkan 111 desainer dan talenta muda dari berbagai latar belakang kreatif. Tidak sekadar menjadi panggung peragaan busana, perhelatan ini juga diarahkan sebagai ruang strategis untuk mempertemukan kreativitas, industri, budaya, dan peluang bisnis dalam satu ekosistem mode yang semakin kompetitif.

Salah satu sorotan utama tahun ini adalah eksplorasi wastra Nusantara sebagai sumber inspirasi sekaligus identitas yang memperkuat karakter mode Indonesia. Kekayaan tekstil tradisional, teknik kriya, motif, serta filosofi yang diwariskan lintas generasi menjadi modal budaya yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi karya fashion kontemporer dengan daya saing global.

Melalui pendekatan tersebut, Jakarta Fashion Week tidak hanya menampilkan keindahan busana, tetapi juga membawa pesan tentang pentingnya menjaga keberlanjutan warisan budaya di tengah perkembangan industri mode dunia yang semakin dinamis.

Fashion Diplomacy dan Penguatan Ekonomi Kreatif

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menegaskan bahwa pengembangan wisata belanja merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan pengeluaran wisatawan, memperkuat usaha lokal, sekaligus memperluas dampak ekonomi pariwisata bagi masyarakat di berbagai destinasi Indonesia.

Menurutnya, industri fashion memiliki keterkaitan erat dengan pariwisata, khususnya dalam memperkenalkan kekayaan budaya, produk kreatif, serta identitas lokal kepada pasar yang lebih luas.

Fashion juga memiliki kekuatan sebagai instrumen diplomasi budaya yang mampu membangun hubungan lintas negara melalui kreativitas dan pertukaran identitas.

“Melalui fashion diplomacy, kita dapat merayakan kekayaan identitas budaya masing-masing, memperkuat mutual understanding, serta membangun persahabatan yang berkelanjutan,” ujar Menpar Widiyanti Putri Wardhana.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa fashion bukan semata-mata industri yang bertumpu pada tren dan penampilan, melainkan juga medium diplomasi yang dapat memperkenalkan karakter bangsa, memperluas jejaring internasional, serta membuka peluang ekonomi baru.

Dalam konteks ini, wastra Nusantara memiliki posisi strategis. Keunikan tekstil tradisional Indonesia dapat menjadi daya tarik tersendiri di pasar global, terutama ketika dikembangkan melalui inovasi desain, teknologi, dan pendekatan kreatif tanpa menghilangkan nilai autentik yang melekat di dalamnya.

City of New Lights: Membangun Masa Depan Industri Mode Indonesia

CEO GCMedia Group sekaligus Chairman Jakarta Fashion Week, Svida Alisjahbana, menyampaikan bahwa tema City of New Lights mencerminkan komitmen untuk membangun masa depan industri mode Indonesia yang lebih terbuka, inklusif, dan memiliki daya saing internasional.

Menurut Svida, masa depan industri mode tidak dapat dibangun hanya dengan mengandalkan nama besar desainer atau kekuatan komersial sebuah merek. Dibutuhkan keberagaman perspektif, identitas kreatif yang kuat, regenerasi talenta, serta kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan nilai tambah bagi seluruh ekosistem fashion.

Ia menilai Jakarta memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi salah satu pusat mode penting di kawasan, bahkan menuju panggung global. Namun, ambisi tersebut membutuhkan konsistensi dalam membangun kualitas sumber daya manusia, memperluas akses pasar, dan memperkuat hubungan dengan pelaku industri internasional.

“Tujuan besar ini tidak dapat dicapai sendiri, melainkan didukung oleh kolaborasi, pertukaran pengetahuan, dan keberanian dalam membuka ruang bagi perspektif baru,” katanya.

Semangat tersebut sekaligus menempatkan Jakarta Fashion Week sebagai platform yang tidak hanya memberikan ruang bagi desainer mapan, tetapi juga membuka kesempatan bagi generasi baru untuk memperkenalkan gagasan, karakter, dan pendekatan desain mereka kepada publik serta industri.

111 Desainer Hadirkan Keragaman Perspektif Kreatif

Sebanyak 111 desainer dan talenta kreatif meramaikan Jakarta Fashion Week 2027. Sejumlah nama dan jenama yang turut berpartisipasi antara lain BINhouse karya Josephine Komara, Hian Tjen, Oscar Lawalata, Sejauh Mata Memandang, Kami., Morteils, Lanivatti, hingga Marimekko, merek asal Finlandia.

Kehadiran para desainer dengan karakter dan pendekatan estetika yang beragam menghadirkan gambaran mengenai perkembangan industri fashion yang semakin dinamis. Mulai dari eksplorasi tekstil, kekuatan craftsmanship, desain kontemporer, hingga interpretasi identitas budaya, seluruhnya menjadi bagian dari dialog kreatif yang memperkaya lanskap mode Indonesia.

Partisipasi Marimekko juga memberikan dimensi internasional dalam penyelenggaraan tahun ini. Kehadiran jenama asal Finlandia tersebut memperlihatkan pentingnya pertukaran perspektif lintas budaya dalam membangun industri mode yang semakin terhubung secara global.

Di sisi lain, keterlibatan desainer lokal menjadi momentum untuk memperlihatkan bahwa Indonesia memiliki potensi kreatif yang tidak hanya kuat dari sisi tradisi, tetapi juga mampu menjawab perkembangan estetika dan kebutuhan pasar modern.

Dari Runway Hingga Museum, Wastra Menjadi Narasi Budaya

Tidak hanya menghadirkan pertunjukan di atas runway, Jakarta Fashion Week 2027 juga memperluas pengalaman publik melalui sejumlah program pendukung.

Salah satunya adalah pameran Waves of Weave di Museum Nasional Indonesia. Pameran ini menjadi ruang untuk mengangkat kekayaan tekstil dan tradisi tenun sebagai bagian penting dari warisan budaya Indonesia.

Kehadiran pameran tersebut mempertegas bahwa hubungan antara fashion dan budaya tidak berhenti pada penggunaan kain tradisional sebagai elemen estetika. Di balik setiap wastra terdapat pengetahuan, keterampilan, filosofi, serta perjalanan sejarah masyarakat yang perlu terus diperkenalkan kepada generasi berikutnya.

Rangkaian acara juga dimeriahkan dengan kehadiran sejumlah selebritas di runway, yang menambah daya tarik perhelatan sekaligus memperluas jangkauan fashion kepada masyarakat.

Selain itu, Jakarta Fashion Week 2027 turut menghadirkan kompetisi Lomba Perancang Mode Menswear dan Lomba Perancang Aksesori. Kedua kompetisi tersebut menjadi bagian dari upaya membuka ruang bagi munculnya desainer baru sekaligus mendorong perkembangan subsektor mode yang memiliki potensi ekonomi.

Menegaskan Jakarta Sebagai Kota Mode Masa Depan

Di tengah persaingan industri fashion global yang semakin ketat, penyelenggaraan Jakarta Fashion Week 2027 membawa pesan penting: masa depan mode Indonesia harus dibangun dengan memadukan kekuatan tradisi dan keberanian berinovasi.

Wastra Nusantara bukan sekadar peninggalan budaya yang perlu dilestarikan, melainkan aset kreatif yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Tantangannya adalah bagaimana menjaga autentisitas, memastikan keberlanjutan ekosistem perajin, meningkatkan kualitas desain, serta memperluas akses produk lokal ke pasar internasional.

Pada saat yang sama, regenerasi desainer menjadi faktor penting agar industri mode Indonesia tidak berhenti pada pencapaian generasi saat ini. Talenta muda membutuhkan ruang aktualisasi, pendampingan, akses industri, dan kesempatan untuk membangun jejaring di tingkat global.

Melalui tema City of New Lights, Jakarta Fashion Week 2027 berupaya menegaskan bahwa Jakarta bukan hanya menjadi tempat berlangsungnya peragaan busana, tetapi juga ruang pertemuan gagasan, budaya, dan peluang bisnis yang dapat mendorong pertumbuhan industri mode nasional.

Lebih dari sekadar panggung tren, Jakarta Fashion Week diharapkan menjadi representasi kekuatan kreatif Indonesia: berakar pada warisan budaya, terbuka terhadap inovasi, dan berani bersaing di panggung dunia.

Ervinna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *