DetikSR.id Jakarta, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa film memiliki peran strategis sebagai cerminan perjalanan bangsa Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikannya dalam rangka peringatan Hari Film Nasional 2026, sekaligus menjadi momentum untuk mengapresiasi kontribusi para sineas dalam membangun identitas nasional melalui karya visual.
Dalam keterangan resminya pada 31 Maret 2026, Fadli menyebut bahwa film tidak hanya berfungsi sebagai hiburan semata, tetapi juga sebagai medium refleksi yang merekam dinamika sosial, budaya, dan sejarah masyarakat Indonesia.
Menurutnya, setiap karya film mengandung narasi yang mampu menggambarkan denyut kehidupan bangsa dari waktu ke waktu.
“Film adalah cermin yang tak pernah dusta dalam menangkap denyut nadi bangsa. Di balik setiap bingkai gambar yang tercipta, ada doa, kerja keras, dan idealisme dari para insan film yang merajut identitas Indonesia,” ujar Fadli.
Lebih lanjut, Fadli mengajak masyarakat luas untuk menjadikan layar sinema sebagai ruang ekspresi yang inklusif dan mencerminkan keberagaman.
Ia menilai bahwa film memiliki kekuatan untuk menjadi wadah bagi generasi muda dalam menyalurkan gagasan, mimpi, serta perspektif mereka terhadap kehidupan dan masa depan bangsa.
Menurutnya, keberagaman cerita dalam film Indonesia merupakan representasi nyata dari kekayaan budaya nasional. Oleh karena itu, keberagaman tersebut harus terus dijaga, dikembangkan, dan diperkuat agar tetap relevan di tengah arus globalisasi.
“Mari terus jadikan layar sinema sebagai ruang keberagaman suara, tempat di mana mimpi-mimpi anak bangsa menemukan rumahnya dan sejarah kita abadi dalam ingatan visual dunia,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Fadli juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh insan perfilman Indonesia atas dedikasi dan kontribusi mereka dalam memajukan industri film nasional.
Ia mendorong para sineas untuk terus berkarya dan menghadirkan cerita-cerita yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga memiliki makna dan relevansi bagi masyarakat.
“Terima kasih kepada seluruh insan film Indonesia. Para sineas, teruslah berkarya, teruslah bercerita, karena dalam setiap frame yang diciptakan terselip wajah masa depan Indonesia,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa kemajuan kebudayaan nasional tidak dapat dilepaskan dari peran industri kreatif, termasuk perfilman, yang mampu menjadi jembatan untuk memperkenalkan Indonesia ke dunia internasional.
Sebelumnya, Fadli Zon juga menegaskan bahwa film merupakan salah satu bentuk soft power atau kekuatan lunak bangsa. Melalui film, nilai-nilai budaya, sejarah, serta identitas nasional dapat dikomunikasikan secara efektif kepada masyarakat global.
Sebagai bentuk komitmen, Kementerian Kebudayaan terus memperkuat ekosistem perfilman nasional melalui berbagai program strategis. Di antaranya adalah penyediaan dana perfilman melalui skema matching fund, serta dukungan terhadap partisipasi sineas Indonesia dalam berbagai festival film internasional.
Selain itu, pemerintah juga menjalankan program Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya yang bertujuan untuk memberikan ruang bagi talenta perfilman Indonesia agar dapat berkembang dan meraih pengakuan global.
Dari sisi industri, Fadli mengungkapkan bahwa minat masyarakat terhadap film nasional masih menunjukkan tren positif. Hingga akhir Agustus 2025, jumlah penonton film Indonesia tercatat mencapai sekitar 59 juta orang. Sementara itu, sepanjang tahun 2024, total penayangan film nasional di bioskop berhasil menembus angka 81 juta penonton.
Data tersebut menjadi indikator kuat bahwa film Indonesia memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat. Selain itu, pertumbuhan ini juga mencerminkan meningkatnya kualitas produksi dan daya tarik cerita yang dihadirkan oleh sineas Tanah Air.
Pemerintah menegaskan akan terus mendukung perkembangan industri film melalui kebijakan yang adaptif, fasilitasi yang berkelanjutan, serta kolaborasi lintas sektor. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem perfilman yang semakin matang, kompetitif, dan berdaya saing di tingkat global.
Menutup pernyataannya, Fadli kembali mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama memajukan kebudayaan Indonesia melalui film sebagai media yang kuat dan berpengaruh.
“Mari kita majukan bersama kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia melalui film. Sekali lagi, selamat Hari Film Nasional 2026,” tutupnya.
Ervinna






