Kolaborasi TNI AD dan Kementerian PU Hasilkan Akses Pendidikan, Pembangun 300 Jembatan dan Renovasi Sekolah Terdampak Bencana

Nasional68 Dilihat

DetikSR.id Jakarta, Pemerintah melalui TNI Angkatan Darat (AD) melaporkan capaian signifikan dalam pembangunan infrastruktur dasar di berbagai wilayah Indonesia.

Sebanyak 300 unit jembatan gantung perintis berhasil diselesaikan, bersamaan dengan renovasi ratusan sekolah di daerah terdampak bencana.

Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, menyampaikan bahwa pembangunan tersebut rampung hanya dalam kurun waktu tiga bulan. Proyek ini mencakup wilayah-wilayah terpencil yang selama ini menghadapi keterbatasan akses.

Menurut Teddy, laporan capaian tersebut disampaikan oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Maruli Simanjuntak, saat bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka pada 16 April 2026.

Pertemuan itu turut dihadiri Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi.
“Dalam pertemuan tersebut, KSAD melaporkan perkembangan pelaksanaan tugas strategis yang dikerjakan oleh TNI Angkatan Darat,” ujar Teddy.

Ia menjelaskan, dalam tiga bulan terakhir, TNI AD telah menuntaskan pembangunan 300 jembatan gantung perintis yang tersebar di seluruh Indonesia. Infrastruktur ini diharapkan mampu membuka akses transportasi bagi masyarakat di daerah terisolasi serta memperlancar distribusi logistik dan aktivitas ekonomi.

Selain pembangunan jembatan, TNI AD juga menyelesaikan renovasi 300 sekolah di tiga provinsi di Pulau Sumatera yang terdampak bencana. Program tersebut turut dilengkapi dengan pembangunan 300 titik sumur bor air bersih untuk mendukung kebutuhan sanitasi dan kesehatan di lingkungan sekolah.
“Dalam tiga bulan ini pula, telah dirampungkan renovasi 300 sekolah di tiga provinsi terdampak bencana Sumatera, termasuk pembangunan 300 titik bor air bersih di sekolah tersebut,” jelas Teddy.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keberhasilan proyek ini tidak lepas dari kerja sama antara TNI AD dan Kementerian Pekerjaan Umum. Kolaborasi tersebut difokuskan pada pembangunan fasilitas umum di desa-desa hingga wilayah terpencil yang membutuhkan perhatian khusus.
“Tentunya kerja sama ini didorong oleh kepedulian terhadap masyarakat di lokasi pembangunan,” tutup Teddy.

Program percepatan pembangunan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan pemerataan infrastruktur, khususnya di daerah yang selama ini sulit dijangkau, sekaligus memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat.

Ervinna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *