Menaker Dorong Program Magang Nasional Dioptimalkan, Jadi Strategi Utama Tekan Penurunan Pengangguran

Nasional300 Dilihat

DetikSR.id Jakarta, Pemerintah terus mendorong berbagai strategi untuk menekan tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Indonesia. Salah satu langkah yang diharapkan memberi dampak signifikan adalah penguatan Program Magang Nasional.

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menegaskan bahwa program ini tidak hanya menjadi sarana peningkatan keterampilan, tetapi juga instrumen konkret dalam mengurangi angka pengangguran.
Dalam keterangannya di Jakarta pada (9/4/2026), Menaker menyampaikan bahwa Program Magang Nasional harus diarahkan secara lebih strategis, terutama di daerah dengan tingkat pengangguran tinggi.

Ia menekankan pentingnya distribusi peserta magang yang lebih proporsional sesuai kebutuhan wilayah.
“Program magang ini diharapkan menjadi salah satu solusi pengentasan pengangguran terbuka. Bahkan ke depan, daerah dengan tingkat pengangguran tinggi seharusnya mendapatkan porsi peserta magang yang lebih besar,” ujar Yassierli.

Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran terbuka pada November 2025 tercatat sebesar 4,74 persen. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 0,11 persen poin dibandingkan Agustus 2025.

Meski tren penurunan terlihat positif, pemerintah menilai upaya tambahan tetap diperlukan untuk menjaga momentum tersebut.

Program magang dinilai sebagai salah satu solusi efektif karena mampu menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri. Dengan pengalaman kerja langsung, peserta diharapkan lebih siap memasuki pasar kerja.

Sebagai bentuk penguatan program, Menaker mengusulkan peningkatan jumlah peserta Program Magang Nasional pada tahun 2026 menjadi 150 ribu orang. Usulan ini meningkat signifikan dibandingkan kuota tahun sebelumnya yang mencapai 100 ribu peserta.

Menurut Yassierli, proposal tersebut telah disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto dan saat ini masih dalam tahap pembahasan, khususnya terkait kesiapan anggaran.
“Kami sudah mengusulkan penambahan kuota menjadi 150 ribu peserta. Saat ini masih menunggu persetujuan terkait alokasi anggaran,” jelasnya.

Selain peningkatan jumlah peserta, pemerintah juga berfokus pada kualitas pelaksanaan program. Menaker memastikan bahwa proses monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan Program Magang Nasional tahap pertama dan kedua terus dilakukan secara berkala.

Evaluasi ini mencakup efektivitas pelatihan, relevansi keterampilan yang diberikan, hingga tingkat penyerapan peserta di dunia kerja setelah program selesai. Langkah ini dianggap penting untuk memastikan program tidak hanya bersifat kuantitatif, tetapi juga memberikan dampak nyata.

Saat ini, Program Magang Nasional diikuti oleh sekitar 100 ribu peserta yang tersebar di berbagai sektor, termasuk perusahaan swasta, kementerian, dan lembaga pemerintah.

Program ini dilaksanakan secara bertahap untuk memastikan pengelolaan yang optimal.
Untuk tahap pertama, sebanyak 14.952 peserta dijadwalkan menyelesaikan masa pemagangan pada 19 April 2026. Program magang umumnya berlangsung selama 3 hingga 6 bulan, tergantung pada jenis pelatihan dan kebutuhan industri.

Peserta yang mengikuti program selama 6 bulan penuh akan memperoleh sertifikat magang, sementara mereka yang mengikuti lebih dari 3 bulan tetapi kurang dari 6 bulan akan mendapatkan surat keterangan.

Dokumen yang diperoleh peserta, baik sertifikat maupun surat keterangan, menjadi nilai tambah penting dalam memasuki dunia kerja. Hal ini karena pengalaman magang memberikan gambaran nyata mengenai lingkungan kerja, meningkatkan keterampilan teknis, serta membangun kepercayaan diri.

Pemerintah berharap, dengan penguatan Program Magang Nasional, lulusan baru maupun pencari kerja dapat memiliki kesiapan yang lebih baik, sehingga mampu bersaing di pasar tenaga kerja yang semakin kompetitif.

Dengan berbagai upaya yang dilakukan, pemerintah optimistis Program Magang Nasional dapat menjadi salah satu pilar utama dalam strategi pengurangan pengangguran di Indonesia. Jika peningkatan kuota disetujui dan implementasi berjalan optimal, program ini berpotensi memberikan dampak signifikan terhadap penurunan TPT dalam beberapa tahun ke depan.

Langkah ini sekaligus menunjukkan komitmen pemerintah dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan siap kerja, sejalan dengan kebutuhan industri dan perkembangan ekonomi nasional.

Ervinna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *