Presiden Prabowo Resmikan 1.151 Kilometer Jalan Daerah di Seluruh Indonesia, Perkuat Konektivitas dan Wujud Pemerataan Pembangunan Nasional

Nasional34 Dilihat

DetikSR.id Jakarta, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara simbolis meresmikan pembangunan jalan daerah sepanjang 1.151 kilometer yang tersebar di 37 provinsi di seluruh Indonesia.

Peresmian yang dipusatkan di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mempercepat pemerataan pembangunan, memperkuat konektivitas wilayah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga ke daerah-daerah terpencil.

Peresmian dilakukan melalui program pembangunan jalan daerah yang dilaksanakan berdasarkan Instruksi Presiden Tahun 2025. Acara tersebut disaksikan secara langsung oleh jajaran pemerintah pusat dan daerah serta masyarakat setempat, dan disiarkan langsung melalui kanal resmi Sekretariat Presiden di Jakarta, pada (23/6/2026).

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa jalan merupakan infrastruktur dasar yang memiliki peran sangat penting dalam kehidupan masyarakat dan pembangunan nasional.

Menurutnya, jalan bukan hanya sarana transportasi, melainkan juga menjadi urat nadi perekonomian yang menghubungkan pusat-pusat produksi, kawasan industri, sentra pertanian, pelabuhan, hingga permukiman warga.

“Bismillahirrahmanirrahim. Saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan rahmat Tuhan Yang Maha Besar, dengan ini saya resmikan Instruksi Presiden Tahun 2025 Jalan Daerah sepanjang 1.151 kilometer di seluruh Indonesia,” ujar Presiden saat meresmikan proyek tersebut.

Presiden menyampaikan rasa bangga dan syukur atas selesainya pembangunan jalan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Ia berharap keberadaan infrastruktur tersebut dapat meningkatkan aksesibilitas masyarakat, memperlancar arus distribusi barang dan jasa, serta membuka peluang ekonomi baru yang mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Menurut Presiden, tantangan pembangunan infrastruktur di Indonesia tidaklah ringan mengingat luas wilayah negara kepulauan ini serta kondisi geografis yang sangat beragam, mulai dari kawasan pegunungan, pesisir, hingga daerah terpencil yang selama ini menghadapi keterbatasan akses transportasi.

Karena itu, pemerintah terus berupaya menghadirkan jaringan jalan yang lebih baik agar biaya logistik nasional dapat ditekan. Dengan konektivitas yang semakin baik, biaya transportasi barang diharapkan menjadi lebih murah sehingga harga kebutuhan pokok dapat lebih terjangkau dan daya saing produk Indonesia meningkat.

“Kita bertekad tidak boleh ada daerah yang tertinggal hanya karena akses yang terbatas. Kita harus turunkan biaya logistik untuk seluruh rakyat dan perekonomian kita,” tegas Presiden.

Lebih lanjut, Presiden Prabowo menekankan bahwa pembangunan infrastruktur jalan tidak hanya berkaitan dengan aspek ekonomi, tetapi juga menjadi bagian penting dari strategi ketahanan nasional.

Menurutnya, keberhasilan program swasembada pangan dan swasembada energi yang tengah dijalankan pemerintah sangat bergantung pada tersedianya infrastruktur distribusi yang memadai.

Jalan yang baik akan mempermudah petani membawa hasil panen ke pasar, memperlancar distribusi pupuk dan sarana produksi pertanian, serta mendukung pengiriman berbagai komoditas strategis ke seluruh wilayah Indonesia.

Dengan demikian, pembangunan jalan menjadi salah satu fondasi utama dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional.
Selain itu, Presiden juga mengingatkan pentingnya peran pemerintah daerah dalam menjaga dan merawat infrastruktur yang telah dibangun.

Ia berharap seluruh jalan yang telah selesai dikerjakan dapat dimanfaatkan secara optimal dan dipelihara dengan baik agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

Pemerintah, lanjut Presiden, berkomitmen untuk terus meningkatkan pembangunan infrastruktur hingga menjangkau daerah-daerah yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses. Pembangunan tidak hanya akan difokuskan pada kota-kota besar, tetapi juga diperluas ke kawasan pedesaan dan wilayah tertinggal guna menciptakan pertumbuhan yang lebih merata.

Peresmian jalan daerah sepanjang 1.151 kilometer ini menjadi salah satu langkah konkret pemerintah dalam memperkuat konektivitas nasional, mengurangi kesenjangan antarwilayah, serta mendorong terciptanya pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Dengan semakin baiknya jaringan infrastruktur di berbagai daerah, diharapkan aktivitas ekonomi masyarakat dapat tumbuh lebih cepat dan memberikan dampak positif bagi kemajuan bangsa secara keseluruhan.

Ervinna

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *