Presiden Prabowo Soroti Gaji Guru, Lapangan Kerja dan Kemiskinan Ekstrem, Tegaskan Mandat Pemerintah Adalah Menyelesaikan Masalah Rakyat

Berita105 Dilihat

DetikSR.id Jakarta, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh menghindari berbagai persoalan yang masih dihadapi masyarakat, mulai dari rendahnya kesejahteraan guru, terbatasnya lapangan kerja, kemiskinan ekstrem, hingga ketimpangan sosial.

Hal itu disampaikan Presiden saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna bersama para menteri, wakil menteri, dan kepala lembaga Kabinet Merah Putih (KMP) di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada (20/7/2026).

Dalam arahannya, Prabowo mengingatkan seluruh jajaran pemerintah bahwa mandat yang diberikan rakyat bukan untuk menghindari persoalan, melainkan menyelesaikannya melalui kerja nyata, kolaborasi, dan keberanian mengambil keputusan.

“Kita paham, seluruh bangsa paham, bahwa gaji guru-guru kita kurang. Kita paham bahwa lapangan kerja kita kurang. Kita paham masih banyak kemiskinan ekstrem. Kita paham ini semua masalah, kita mengerti. Justru karena itulah kita dipilih dan diberi mandat untuk menyelesaikannya,” ujar Presiden Prabowo.

Presiden juga menyoroti masih adanya ketimpangan sosial di berbagai daerah.

Menurutnya, pemerintah harus mampu menghadirkan kebijakan yang memberikan manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat, terutama kelompok yang masih rentan secara ekonomi.

“Kita paham ada ketimpangan di masyarakat kita,” katanya.

Presiden Prabowo menekankan bahwa seluruh unsur pemerintahan memiliki tanggung jawab besar untuk menghadapi berbagai tantangan bangsa.

Menurutnya, setiap pejabat negara harus menjadikan kepentingan rakyat sebagai prioritas utama.
“Kita semua di sini adalah unsur pimpinan. Kita pemimpin politik, pemimpin teknokrat, pemimpin budaya, pemimpin masyarakat. Kita diberi mandat oleh rakyat untuk menghadapi dan menyelesaikan masalah,” tegasnya.

Ia mengingatkan para menteri dan pimpinan lembaga agar tidak gentar menghadapi tantangan pembangunan.

“Jadi kita tidak boleh takut dengan masalah, kita tidak boleh takut dengan kesulitan, kita tidak boleh takut dengan kekurangan,” lanjut Presiden.

Sidang Kabinet Paripurna kali ini juga menjadi forum evaluasi terhadap berbagai program prioritas pemerintah yang telah berjalan selama beberapa bulan terakhir.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan Presiden ingin memastikan seluruh program berjalan sesuai target dan memberikan dampak langsung kepada masyarakat.

“Seperti biasa, sidang kabinet yang dipimpin Bapak Presiden bertujuan melakukan evaluasi terhadap seluruh program kerja pemerintah,” ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan.

Menurutnya, evaluasi dilakukan untuk mengidentifikasi berbagai hambatan di lapangan sekaligus mencari solusi bersama agar pelaksanaan program dapat dipercepat.

“Dalam proses evaluasi tentu didiskusikan berbagai hambatan yang masih ada untuk kemudian dicarikan jalan keluar secara bersama-sama,” katanya.

Prasetyo menambahkan Presiden terus mengingatkan seluruh jajaran Kabinet Merah Putih agar memperkuat koordinasi, meningkatkan kerja sama antar kementerian dan lembaga, serta bekerja lebih cepat demi mencapai target pembangunan nasional.

Sidang Kabinet Paripurna kali ini merupakan yang pertama dalam sekitar empat bulan terakhir setelah sebelumnya digelar pada 13 Maret 2026.

Sidang Kabinet Paripurna dihadiri para menteri koordinator, menteri, wakil menteri, serta kepala badan di lingkungan Kabinet Merah Putih.

Seluruh peserta tampak mengenakan kemeja putih dengan bawahan berwarna gelap.
Beberapa pejabat yang hadir antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Perdagangan Budi Santoso, serta Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

Pernyataan Presiden Prabowo menegaskan bahwa peningkatan kesejahteraan guru, perluasan lapangan kerja, pengentasan kemiskinan ekstrem, serta pengurangan ketimpangan sosial masih menjadi agenda utama pemerintah.

Melalui evaluasi berkala terhadap program-program kementerian dan lembaga, pemerintah berharap berbagai hambatan dapat segera diatasi sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Ervinna

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *