Hari Anak Nasional 2026, Pramono Anung: Anak Harus Punya Ruang Bermain dan Berekspresi, Komitmen Pertahankan Jakarta Ramah Anak

Berita99 Dilihat

DetikSR.id Jakarta, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan pentingnya memberikan ruang bagi anak-anak untuk bermain dan mengekspresikan diri. Menurutnya, anak tidak boleh dibebani terlalu banyak tugas karena bermain merupakan bagian penting dalam proses tumbuh kembang, pembentukan karakter, serta kreativitas mereka.

Pesan tersebut disampaikan Pramono saat menghadiri peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 tingkat Provinsi DKI Jakarta yang digelar di Balai Kota DKI Jakarta, pada (20/7/2026).

Dalam suasana penuh keakraban, Pramono mengajak sejumlah anak naik ke atas panggung untuk bernyanyi bersama dan berdialog.

Ia tampak memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk menunjukkan bakat sekaligus menyampaikan pendapat mereka.

“Saya sengaja mengundang anak untuk menyanyi, karena apa pun, menjadi anak itu jangan tugasnya terlalu banyak. Harus punya ruang juga untuk bermain, punya ruang juga untuk mengekspresikan apa yang menjadi keinginannya,” ujar Pramono.

Menurut Pramono, kesempatan bermain dan berekspresi merupakan hak setiap anak yang harus dijaga bersama.

Ia menilai, lingkungan yang mendukung perkembangan anak akan membantu mereka tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, kreatif, dan memiliki kemampuan bersosialisasi yang baik.

Pramono juga mengaku terkesan dengan antusiasme anak-anak yang hadir dalam peringatan Hari Anak Nasional tersebut.

Ia melihat mereka tampil percaya diri saat bernyanyi maupun menjawab berbagai pertanyaan yang diberikan.
“Dan tadi saya lihat anak-anak ini, Kak Seto, luar biasa,” katanya.

Pada kesempatan itu, Pramono menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk terus mempertahankan predikat sebagai daerah ramah anak.

Ia menyebutkan, sejak 2022 Jakarta secara konsisten memperoleh predikat sebagai provinsi ramah anak, sehingga berbagai upaya perlindungan dan pemenuhan hak anak harus terus diperkuat.

“Pemerintah DKI Jakarta dalam hal ini, terus terang aja, sejak tahun 2022 dianggap sebagai provinsi yang ramah terhadap anak. Dan ini yang harus kita pertahankan, kita jaga bersama-sama,” ucapnya.

Sebagai bentuk nyata dukungan terhadap pemenuhan hak anak, Pramono mengatakan Pemprov DKI Jakarta terus memperkuat sektor pendidikan melalui berbagai program bantuan.

Saat ini, lebih dari 707 ribu siswa menerima manfaat Kartu Jakarta Pintar (KJP) untuk mendukung akses pendidikan.
Selain itu, sekitar 15.900 mahasiswa mendapatkan bantuan pendidikan melalui program Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU).

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga melanjutkan program pemutihan ijazah bagi siswa yang ijazahnya masih tertahan di sekolah, sehingga mereka dapat melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja tanpa hambatan administrasi.

Pramono berharap seluruh anak di Jakarta memanfaatkan berbagai fasilitas dan program yang disediakan pemerintah untuk meraih pendidikan setinggi mungkin.

“Kalian yang tinggal di Jakarta, karena sebagai kota yang ramah anak, gunakanlah kesempatan untuk belajar dengan sungguh-sungguh. Kalau ingin melanjutkan pendidikan sampai setinggi-tingginya, Pemerintah DKI Jakarta membuka ruang untuk memberikan bantuan bagi anak-anak kita semuanya,” tuturnya.

Peringatan Hari Anak Nasional tingkat Provinsi DKI Jakarta tahun ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen pemerintah, keluarga, dan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang aman, nyaman, inklusif, serta mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Melalui berbagai kebijakan di bidang pendidikan, perlindungan, dan pemenuhan hak anak, Pemprov DKI Jakarta berharap dapat terus menghadirkan kota yang layak dan ramah bagi seluruh anak Indonesia.

Ervinna

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *