Pramono Anung: Semua Perayaan Agama Diberi Ruang di Jakarta, HID Award 2026 Perkuat Harmoni Asia Tenggara

Berita109 Dilihat

DetikSR.id Jakarta, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus memberikan ruang yang setara bagi berbagai perayaan keagamaan dan budaya sebagai wujud komitmen menjaga keberagaman di ibu kota.

Menurutnya, kemajemukan merupakan kekuatan utama Jakarta sekaligus modal penting dalam membangun perdamaian dan kohesi sosial.

Pernyataan tersebut disampaikan Pramono saat menghadiri Welcoming Dinner Harmony in Diversity (HID) Award 2026 di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, pada (15/7/2026).

Pada tahun ini, Jakarta menjadi kota pertama yang dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan penghargaan tingkat Asia Tenggara tersebut.

Dalam sambutannya, Pramono mengatakan penyelenggaraan HID Award merupakan bentuk komitmen bersama negara-negara Asia Tenggara untuk memperkuat perdamaian, persahabatan, serta solidaritas kawasan di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks.

“Kami memandang acara ini sebagai komitmen kolektif untuk memperkuat perdamaian, persahabatan, serta kohesi sosial di seluruh Asia Tenggara di tengah kondisi geopolitik global yang semakin kompleks,” kata Pramono.

Ia mengungkapkan, berdasarkan data Southeast Asian Social Cohesion Radar, Indeks Kohesi Sosial ASEAN saat ini mencapai 72,4 persen.

Capaian tersebut dinilai menunjukkan kondisi yang baik, namun tetap membutuhkan komitmen, kerja sama, dan kolaborasi seluruh negara anggota ASEAN agar keharmonisan sosial dapat terus terjaga.

Menurut Pramono, penyelenggaraan Harmony in Diversity Award menjadi semakin relevan karena menghadirkan figur-figur inspiratif yang telah memberikan kontribusi nyata dalam membangun perdamaian dan memperkuat persatuan masyarakat.

“Di sinilah urgensi penyelenggaraan Harmony in Diversity Award. Dari lebih dari 70 nominasi yang masuk dari berbagai negara di Asia Tenggara, lahir figur-figur inspiratif yang telah memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Pramono menilai penghargaan tersebut bukan sekadar bentuk apresiasi terhadap individu, tetapi juga menjadi pengingat bahwa keberagaman budaya, agama, etnis, dan bahasa merupakan kekayaan yang harus terus dirawat sebagai fondasi persatuan di kawasan Asia Tenggara.

Dalam kesempatan itu, Pramono menegaskan keberagaman telah menjadi identitas Jakarta sejak lama. Karena itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen memberikan ruang bagi seluruh masyarakat untuk merayakan hari besar keagamaan maupun tradisi budaya secara terbuka dan inklusif.

Ia menyebut berbagai perayaan keagamaan rutin difasilitasi di Jakarta, mulai dari Christmas Carol Kolosal, perayaan Imlek, parade Ogoh-ogoh, Jakarta Bedug Kolosal, hingga perayaan Waisak.

“Mulai dari Christmas Carol Kolosal, perayaan Imlek, parade Ogoh-ogoh, Jakarta Bedug Kolosal, hingga Waisak, semuanya mendapat ruang di kota ini. Keberagaman adalah sumber kekuatan utama Jakarta,” tegas Pramono.

Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemprov DKI Jakarta membangun kota yang inklusif, toleran, serta mampu menjadi contoh kehidupan masyarakat yang hidup berdampingan dalam keberagaman.

Pada penyelenggaraan perdana Harmony in Diversity Award 2026, penghargaan diberikan kepada Kardinal Orlando Beltran Quevedo atas dedikasinya dalam memediasi konflik di Mindanao, Filipina.

Kardinal Quevedo dinilai berhasil mendorong terciptanya dialog lintas agama melalui Bishops-Ulama Conference, sebuah forum yang mempertemukan tokoh-tokoh agama Islam dan Katolik untuk membangun perdamaian, rekonsiliasi, serta memperkuat kohesi sosial di wilayah yang selama bertahun-tahun dilanda konflik.

Penghargaan tersebut menjadi simbol penting bahwa dialog antarumat beragama merupakan salah satu instrumen efektif dalam menciptakan perdamaian berkelanjutan di kawasan Asia Tenggara.

Acara Welcoming Dinner HID Award 2026 turut dihadiri sejumlah tokoh nasional dan regional, di antaranya mantan Presiden Singapura Halimah Yacob, Founder and Chair 5P Global Movement Arsjad Rasjid, serta dua mantan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Retno Marsudi dan Marty Natalegawa.

Harmony in Diversity Award 2026 diselenggarakan pada 14–15 Juli 2026, dengan malam penganugerahan berlangsung pada 15 Juli 2026 di Hotel Indonesia Kempinski Jakarta.

Ajang penghargaan ini merupakan inisiatif sebuah foundation dari Singapura bersama 5P Global Movement Indonesia sebagai bentuk apresiasi kepada individu-individu yang dinilai berjasa dalam memperkuat harmoni, toleransi, dan kohesi sosial di kawasan Asia Tenggara.

Ervinna

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *