Pramono Anung Gandeng Kementerian ESDM Bahlil, Matangkan Rencana Bus Hidrogen Untuk Transjakarta, Infrastruktur Jadi Fokus Utama

Berita119 Dilihat

DetikSR.id Jakarta, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa dirinya telah berkomunikasi dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, terkait rencana pemanfaatan hidrogen sebagai bahan bakar bus Transjakarta.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya mendorong penggunaan energi bersih dan mengurangi emisi karbon di sektor transportasi publik.

Pramono mengatakan, hasil komunikasi tersebut mendapat respons positif dari Menteri ESDM. Bahkan, Bahlil telah menugaskan Direktur Utama PT PLN untuk melakukan pembahasan lebih lanjut mengenai pengembangan dan pemanfaatan hidrogen sebagai sumber energi bagi transportasi umum, baik untuk layanan Transjakarta maupun Transjabodetabek.

“Jadi saya sudah berkomunikasi dengan Bapak Menteri ESDM, Pak Bahlil, dan Pak Bahlil juga sudah menugaskan Dirut PLN untuk berbicara mengenai penggunaan hidrogen untuk transportasi di Transjakarta maupun Transjabodetabek,” ujar Pramono di Jakarta, pada (29/7/2026).

Meski demikian, Pramono menegaskan bahwa rencana tersebut masih berada pada tahap pembahasan awal. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama pemerintah pusat akan terlebih dahulu mematangkan berbagai aspek, terutama kesiapan infrastruktur pendukung seperti fasilitas produksi, distribusi, hingga stasiun pengisian hidrogen.

Menurutnya, kesiapan infrastruktur menjadi faktor utama sebelum teknologi hidrogen dapat diterapkan secara luas pada armada transportasi umum di ibu kota.
“Segera kita matangkan terlebih dahulu. Nanti kalau infrastrukturnya siap dan juga sudah waktunya, nanti akan kami sampaikan kepada publik,” katanya.

Selain menjalin koordinasi dengan Kementerian ESDM, Pramono juga mengungkapkan bahwa sejumlah produsen otomotif telah menyatakan minat untuk menghadirkan kendaraan berbahan bakar hidrogen di Jakarta.

Bahkan, beberapa di antaranya siap mendukung pelaksanaan proyek percontohan dengan menyumbangkan satu hingga dua unit kendaraan berbasis hidrogen.
Menurut Pramono, dukungan dari para produsen tersebut menunjukkan besarnya minat industri otomotif terhadap pengembangan teknologi kendaraan ramah lingkungan di Indonesia, khususnya di Jakarta sebagai kota percontohan.

“Tetapi memang selain dari permintaan dari Menteri ESDM, juga ada permintaan dari beberapa produsen mobil yang mereka memproduksi hidrogen untuk bisa digunakan di Jakarta. Bahkan mereka akan menyumbangkan satu dua mobil sebagai pilot project penggunaan hidrogen di Jakarta,” ujarnya.

Apabila seluruh persiapan berjalan sesuai rencana, penggunaan kendaraan berbahan bakar hidrogen di Jakarta diharapkan menjadi salah satu langkah strategis dalam mendukung transisi energi nasional sekaligus mempercepat terwujudnya sistem transportasi publik yang lebih bersih, modern, dan berkelanjutan.

Ervinna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *