Alpha International Basketball Academy Hadir di Jakarta, Padukan Pengalaman NBA dan Eropa Untuk Cetak Pebasket Muda Indonesia

Olahraga64 Dilihat

DetikSR.id Jakarta, Pembinaan bola basket usia muda di Indonesia mendapat tambahan wadah baru dengan hadirnya Alpha International Basketball Academy. Mengusung standar internasional, akademi ini memadukan pengalaman NBA, kompetisi elite Eropa, dan Indonesian Basketball League (IBL) dalam satu sistem pembinaan untuk mencetak pebasket muda Indonesia yang mampu bersaing di level dunia.

Alpha International Basketball Academy resmi menggelar grand opening di Rana Ground, Jakarta, (1/11/2026). Peresmian akademi tersebut dibuka oleh Ketua Umum Perbasi DKI Jakarta, Lexyndo Hakim.

Kehadiran Alpha membawa pendekatan berbeda dalam pembinaan basket usia muda. Tidak sekadar menawarkan program latihan rutin, akademi ini menghadirkan kombinasi pengalaman internasional dan pemahaman terhadap karakter serta kebutuhan perkembangan basket Indonesia.

Kekuatan utama program tersebut terletak pada komposisi tim kepelatihan yang diisi sejumlah nama dengan rekam jejak di level profesional internasional maupun nasional. Mereka adalah Jamarr Andre Johnson, Maciej Lampe, Samuel Bronzoff, Devon van Oostrum, dan Wendha Wijaya.

Jamarr Johnson merupakan pebasket naturalisasi Indonesia asal Amerika Serikat yang pernah memperkuat Tim Nasional Basket Indonesia. Sementara itu, Maciej Lampe memiliki pengalaman bermain di NBA dan sejumlah kompetisi papan atas Eropa.

Adapun Samuel Bronzoff membawa latar belakang sebagai pebasket profesional Prancis. Pengalaman kompetisi profesional Indonesia turut diwakili Wendha Wijaya dan Devon van Oostrum, yang memiliki rekam jejak panjang di Indonesian Basketball League (IBL).

Perpaduan latar belakang tersebut diharapkan menghadirkan perspektif pembinaan yang lebih luas, mulai dari pengembangan kemampuan individu, pemahaman taktik, hingga standar permainan basket modern.

Dengan dukungan tim kepelatihan berpengalaman, Alpha menyusun program latihan berdasarkan kelompok usia dan tingkat kesiapan masing-masing peserta.

Materi pembinaan mencakup penguasaan teknik dasar, pengembangan keterampilan individu, pemahaman permainan, hingga kemampuan membaca situasi dan mengambil keputusan di lapangan.

Perkembangan setiap pemain juga akan dipantau melalui evaluasi berkala. Sistem penilaian menggunakan report card dan grafik progres yang diperbarui setiap tiga bulan sehingga perkembangan kemampuan peserta dapat terukur.

CEO Alpha International Basketball Academy, Teuku M Rizky, mengatakan akademi tersebut sejak awal dirancang untuk membangun standar pembinaan yang berorientasi pada pengembangan kemampuan individu pemain muda.

“Akademi ini akan berbasiskan, yang intinya ingin mengembangkan kemampuan individu dari para pemain muda kita. Jadi, yang ingin kami bangun adalah standarnya,” ujar Rizky.

Ia menegaskan, kehadiran para pelatih dengan pengalaman internasional merupakan bagian dari upaya membawa standar pembinaan yang lebih tinggi ke Indonesia.

“Kami ingin step up. Jadi, kami bawa dari luar negeri sosok-sosok berpengalaman di NBA, Eropa, dan ada legenda Indonesia juga. Jadi, standarnya sudah standar internasional yang ingin dibawa ke sini,” tambahnya.

Namun, pembinaan di Alpha tidak hanya berorientasi pada kemampuan teknis. Kedisiplinan, kerja sama tim, mentalitas bertanding, serta kemampuan menerima arahan pelatih juga menjadi bagian penting dari proses pembelajaran.

Buka Jalan Menuju Kompetisi Internasional

Salah satu program yang menjadi perhatian Alpha adalah kesempatan bagi peserta untuk mengikuti turnamen di luar negeri.

Program tersebut dirancang agar pemain muda tidak hanya berkembang melalui latihan, tetapi juga mendapatkan pengalaman menghadapi lawan dengan karakter dan gaya permainan berbeda.

Melalui kompetisi internasional, peserta diharapkan mampu mengasah mental bertanding, memperluas wawasan permainan, serta mempersiapkan diri menghadapi persaingan di jenjang yang lebih tinggi.

Alpha bahkan menargetkan membawa empat hingga lima tim untuk mengikuti turnamen internasional di luar negeri.

Langkah ini dinilai relevan dengan perkembangan basket usia muda yang semakin kompetitif, sekaligus membuka wawasan mengenai peluang melanjutkan pendidikan melalui jalur beasiswa olahraga di sekolah maupun universitas.

Untuk mengikuti program pembinaan tersebut, Alpha menetapkan biaya sebesar Rp2,4 juta per bulan dengan delapan kali pertemuan.

Rizky menegaskan, target jangka panjang akademi ini tidak berhenti pada pencapaian di kompetisi domestik. Alpha ingin menjadi bagian dari perjalanan lahirnya pebasket Indonesia yang mampu menembus panggung basket dunia.

“Kami ingin pemain-pemain muda di sini nanti bisa bermain di level-level yang jauh lebih tinggi. Targetnya, bahkan mimpi kami, ingin bawa orang Indonesia main di NBA, di Eropa,” tuturnya.

Bidik NBA dan EuroLeague

Ambisi tersebut juga menjadi visi yang ingin diwujudkan Jamarr Johnson dalam perannya sebagai Technical Director Alpha International Basketball Academy.

Menurut Jamarr, pembinaan sejak usia muda harus diarahkan pada peningkatan kualitas individu secara konsisten agar pemain Indonesia memiliki bekal untuk bersaing di kompetisi elite internasional.

“Mimpinya memang ke arah situ, ke NBA atau EuroLeague,” kata Jamarr.

Dengan menggabungkan pengalaman pelatih dari Amerika Serikat, Eropa, dan Indonesia, Alpha ingin membangun ekosistem pembinaan yang tidak hanya menghasilkan pemain dengan kemampuan teknis mumpuni, tetapi juga memiliki mentalitas, kedisiplinan, serta pemahaman permainan sesuai tuntutan basket modern.

Kehadiran akademi ini sekaligus menambah pilihan bagi keluarga dan pebasket muda Indonesia yang ingin menempuh jalur pembinaan lebih terstruktur.

Tantangan berikutnya adalah bagaimana menerjemahkan pengalaman dan standar internasional tersebut menjadi perkembangan nyata bagi para pemain. Sebab, ambisi menembus NBA maupun EuroLeague tidak cukup hanya dibangun melalui nama besar pelatih, tetapi membutuhkan proses panjang, konsistensi latihan, evaluasi terukur, dan kesempatan berkompetisi di level yang semakin tinggi.

Melalui Alpha International Basketball Academy, mimpi membawa pebasket Indonesia ke panggung tertinggi dunia kini mendapatkan satu jalur pembinaan baru untuk diperjuangkan.

Ervinna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *