Arief Budiman, Lurah Kapuk Jakarta Barat, Manfaatkan Waktu Bersih Bersih Sarana Ibadah dan Sarana Umum, Ini Kata Romo Rafian

Berita788 Dilihat

DetikSR.id Jakarta – Meskipun terhitung baru menjabat sebagai lurah di Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, Arief Budiman terus memberikan terobosan bagi masyarakat dan warganya, terutama di bidang keagamaan, keindahan, dan kebersihan.

Salah satu kegiatannya adalah membersihkan dan memperbaiki sarana tempat ibadah serta membangun gazebo yang menjadi ikon kota Jakarta.

“Pada dasarnya, sarana umum, sarana sosial, dan sarana agama secara umum sudah baik. Namun, di sela-sela waktu setelah tugas rutin, ada waktu senggang untuk berbuat kebaikan bagi masyarakat,” ujarnya.

“Di sela-sela waktu rutin, ada waktu senggang 30 menit sampai 1 jam. Waktu itulah yang kami manfaatkan bersama staf, PPSU, tokoh pemuda, tokoh agama, dan PKK untuk membersihkan sarana ibadah, taman, dan membuat gazebo,” kata Arief Budiman, Lurah Kelurahan Kapuk, pada Jumat, 26 Desember 2025.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa jika ada sarana masjid, musala, dan taman yang rusak atau peralatan yang sudah tidak layak pakai, pihaknya akan mengganti atau memperbaikinya. “Jadi, semuanya bermanfaat bagi warga atau umat,” imbuhnya.

“Sarana ibadah lainnya dan sarana umum tetap kami pantau, termasuk sarana perlengkapannya. Kami ganti bila tidak layak dan kami perbaiki jika masih terpakai,” tambahnya saat ditemui media saat pembuatan gazebo.

Arief juga berpesan agar warga/masyarakat selalu menjaga kebersihan dan kenyamanan fasilitas agama, umum, dan sosial. “Mari bersama-sama kita jaga Jakarta, kampung kita. Kalau bukan kita yang menjaganya, siapa lagi?” pesannya.

Sementara itu, Romo Rafian, tokoh pemuda Buddha Jakarta Barat, mengutarakan bahwa kegiatan rutin yang dilakukan oleh Lurah Kapuk sudah bagus dan perlu dipertahankan karena memanfaatkan waktu untuk berbuat kebajikan (Punna) kepada umat, yang setara dengan ajaran Buddha. Dalam ajaran Buddha, setiap niat tulus dan penuh kesadaran merupakan bentuk Praktik Dhamma, dan kebersihan sarana, termasuk sarana ibadah, adalah bagian dari Cinta Kasih (Metta) pada sesama.

Yang terpenting, kata Romo, adalah bahwa kebajikan tidak selalu harus dilakukan dalam bentuk ritual keagamaan, tetapi melalui tindakan nyata yang membawa manfaat bagi banyak orang.

“Jadi, apa yang dilakukan ini selaras dengan ajaran Buddha tentang bermasyarakat, karena menjaga lingkungan serta menciptakan keharmonisan. Semoga semangat gotong royong dan kepedulian ini dapat menjadi teladan bagi masyarakat luas,” pungkas Penyuluh Agama Buddha tersebut.(*/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *