Budayantara Digital Network “BeProKids” Goes to School di SDN Cempaka Putih 03 Tangsel

Budaya72 Dilihat

DetikSR.id Tangsel — Dorong Transformasi Pendidikan Humanis Berbasis AI.Program “BeProKids Goes to School” yang digagas oleh Budayantara Digital Network sukses digelar di SDN Cempaka Putih 03, Selasa (12/5/2026). Kegiatan ini menghadirkan seminar teknologi bertema transformasi pendidikan berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang ditujukan untuk meningkatkan kesiapan guru dan siswa menghadapi era digital.

Seminar menghadirkan Deni Yohansyah sebagai pembicara utama. Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa perkembangan AI bukan ancaman bagi dunia pendidikan, melainkan peluang besar untuk menciptakan sistem pembelajaran yang lebih inovatif, kreatif, dan adaptif terhadap kebutuhan generasi masa depan.

“Guru tidak akan digantikan oleh AI. Tetapi guru yang tidak mau bekerja sama dengan AI akan digantikan oleh guru yang mau bekerja sama dengan AI,” ujar Deni Yohansyah di hadapan para peserta seminar.

Selain itu, Renee Parties turut memberikan edukasi kepada siswa mengenai pentingnya bijak menggunakan handphone dan laptop serta mengajak anak-anak belajar teknologi dengan suasana yang menyenangkan dan penuh kreativitas.

Dalam seminar tersebut, para peserta mendapatkan pemahaman mengenai implementasi AI dalam proses belajar mengajar, mulai dari kemampuan dasar memanfaatkan teknologi hingga membangun kesadaran etis dalam penggunaan AI di lingkungan pendidikan.

Tiga konsep utama integrasi AI dalam pendidikan turut diperkenalkan, yakni:

Create (Menciptakan): Guru dan siswa diajak mampu membuat konten maupun alat sederhana berbasis AI.

Collaborate (Berkolaborasi): AI dimanfaatkan sebagai mitra dalam proses pembelajaran dan pengajaran.

Conscientize (Menyadari): Pentingnya kesadaran terhadap dampak etis dan sosial dari penggunaan AI.

Seminar juga memaparkan framework implementasi Kurikulum AI dengan visi membentuk generasi yang cakap teknologi, berlandaskan etika, serta memiliki pola pikir inovatif.

Dalam sesi bertajuk “Membangun Masa Depan Pendidikan yang Humanis-Teknologis”, dijelaskan bahwa pendidikan masa depan harus tetap berpusat pada nilai kemanusiaan. Teknologi hadir bukan untuk menggantikan peran guru, melainkan memperkuat kemampuan manusia dalam proses belajar.

Adapun roadmap implementasi AI dalam pendidikan dibagi menjadi tiga tahap strategis, yaitu:
Tahap 1 (0–6 bulan): Membangun kesadaran dan fondasi dasar AI di lingkungan sekolah.
Tahap 2 (6–18 bulan): Integrasi AI dalam pembelajaran serta pengembangan keterampilan guru dan siswa.
Tahap 3 (18–36 bulan): Transformasi dan inovasi pendidikan berbasis AI secara menyeluruh.

Kegiatan “BeProKids Goes to School” mendapat antusiasme tinggi dari para guru dan tenaga pendidik yang hadir. Mereka menilai seminar tersebut membuka wawasan baru tentang pentingnya adaptasi teknologi dalam dunia pendidikan modern.

Melalui program ini, Budayantara Digital Network berharap sekolah-sekolah di Indonesia mampu menghadirkan ekosistem pembelajaran yang lebih maju, adaptif, dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan di era digital.

Seminar ini sekaligus menjadi ajakan bagi para pendidik untuk mulai mengambil langkah nyata menuju transformasi pendidikan yang efektif, inovatif, dan etis melalui pemanfaatan AI secara bijak.(*/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *