DetikSR.id JAKARTA – Kiprah Rinto Tampubolon, S.H. dalam pengembangan generasi muda melalui ajang Putra Putri Budaya Indonesia (PPBI) DKI Jakarta terus berlanjut. Setelah dipercaya sebagai Regional Director Putra Putri Budaya Indonesia DKI Jakarta periode 2023–2025, Rinto kini menjalankan peran sebagai Pembimbing Putra Putri Budaya DKI Jakarta 2026.
Perubahan peran tersebut menjadi bagian dari kontribusi Rinto dalam memberikan arahan dan pendampingan kepada para peserta, sekaligus mendorong mereka mengembangkan potensi di bidang komunikasi, kepemudaan, dan kebudayaan.
Rinto merupakan Sarjana Hukum (S.H.) yang aktif di bidang komunikasi publik, kepemudaan, kebudayaan, dan kegiatan event. Ia dikenal sebagai MC, host, public speaker, event judge, dan digital creator, serta merupakan founder @twentytwo22_mg.
Dari Regional Director Menjadi Pembimbing
Keterlibatan Rinto dalam PPBI DKI Jakarta telah berlangsung sejak 2023. Selama periode 2023–2025, ia dipercaya sebagai Regional Director Putra Putri Budaya Indonesia DKI Jakarta. Saat itu, ia menekankan pentingnya agar para pemenang tidak berhenti berkarya setelah memperoleh gelar, tetapi terus mencintai, memperkenalkan, dan melestarikan budaya Indonesia, khususnya budaya Jakarta.
Memasuki 2026, Rinto menjalankan tanggung jawab baru sebagai Pembimbing Putra Putri Budaya DKI Jakarta.
Dalam kapasitas tersebut, ia memberikan pendampingan kepada peserta, termasuk dalam membangun kepercayaan diri, kemampuan komunikasi publik, wawasan kebudayaan, serta kesiapan menjalankan peran sebagai representasi generasi muda.
Duta Budaya Tidak Sekadar Menyandang Gelar
Ditemui usai rangkaian malam grand final Putra Putri Budaya Indonesia (PPBI) DKI Jakarta 2026 di Borobudur Backyard Hotel Borobudur, Jakarta, Minggu (26/7/2026), Rinto Tampubolon menyampaikan, Putra Putri Budaya tidak semata-mata merupakan ajang kompetisi. Lebih dari itu, peserta diharapkan mampu membawa nilai-nilai budaya ke dalam kehidupan sehari-hari.
“Bagi saya, Putra Putri Budaya bukan hanya tentang menjadi representasi dalam sebuah ajang, tetapi bagaimana generasi muda mampu membawa nilai budaya dalam kehidupan sehari-hari. Mereka harus percaya diri untuk memperkenalkan budaya Indonesia dan mampu menjadi contoh positif bagi lingkungan di sekitarnya.”
Ia menilai generasi muda memiliki posisi penting dalam menjaga keberlanjutan budaya Indonesia di tengah perkembangan teknologi dan perubahan zaman.
Menurutnya, pelestarian budaya tidak cukup dilakukan melalui kegiatan seremonial. Generasi muda perlu mengenal, memahami, memperkenalkan, sekaligus menerapkan nilai-nilai budaya dalam kehidupan sehari-hari.
Finalis 2026 Dinilai Punya Keberanian dan Kemampuan Komunikasi
Rinto menilai para finalis PPBI DKI Jakarta 2026 menunjukkan sejumlah potensi yang menonjol, terutama keberanian, kemampuan komunikasi, dan kemauan untuk terus belajar.
“Yang cukup menonjol dari finalis tahun ini adalah keberanian, kemampuan komunikasi, dan kemauan mereka untuk belajar. Mereka bukan hanya dituntut untuk tampil baik di atas panggung, tetapi juga bagaimana mereka mampu menyampaikan gagasan dan menunjukkan kepedulian terhadap budaya.”
Menurut Rinto, setiap peserta memiliki karakter dan potensi masing-masing yang masih dapat dikembangkan. Karena itu, proses pembinaan tidak hanya diarahkan pada kemampuan tampil di panggung, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kemampuan menyampaikan gagasan.
Ia juga menilai pembekalan budaya menjadi bagian penting dalam proses karantina. Peserta perlu memahami budaya yang mereka bawa dan representasikan sebelum memperkenalkannya kepada masyarakat.
“Seorang duta budaya harus memahami terlebih dahulu apa yang mereka bawa dan representasikan. Karena itu, pembekalan tidak hanya soal pengetahuan, tetapi juga bagaimana mereka memiliki sikap, rasa percaya diri, dan tanggung jawab ketika membawa nama budaya di masyarakat.”
Grand Final Bukan Akhir Perjalanan
Rinto mengingatkan para peserta bahwa malam grand final bukan menjadi akhir dari perjalanan sebagai duta budaya.
“Grand final bukanlah akhir, tetapi justru awal dari perjalanan mereka. Gelar yang diperoleh seharusnya menjadi tanggung jawab untuk terus belajar, berkarya, dan memberikan dampak.”
Ia mendorong para duta budaya untuk tetap aktif menjalankan kegiatan positif, memanfaatkan media sosial secara bijak, memperkenalkan budaya kepada lingkungan sekitar, serta terlibat dalam kegiatan sosial dan kebudayaan.
Menurutnya, status sebagai duta budaya tidak hanya tercermin dari selempang atau gelar yang diperoleh, tetapi juga dari kontribusi yang diberikan setelah ajang berakhir.
Budaya Betawi Perlu Dikemas Dekat dengan Generasi Muda
Berbicara mengenai budaya Jakarta, Rinto melihat budaya Betawi memiliki ruang yang luas untuk terus diperkenalkan kepada generasi muda.

Menurutnya, tantangan pelestarian budaya saat ini adalah bagaimana mengemas kebudayaan agar lebih dekat dengan kehidupan anak muda tanpa menghilangkan nilai dan identitas yang terkandung di dalamnya.
“Budaya Betawi jangan hanya diperkenalkan dalam bentuk kegiatan seremonial, tetapi juga bisa dikembangkan melalui media sosial, kreativitas, seni, fashion, kuliner, konten digital, dan berbagai kegiatan anak muda.”
Ia meyakini ruang kreativitas dapat menjadi salah satu cara untuk membuat budaya Betawi tetap relevan dan dikenal oleh generasi muda.
Karena itu, generasi muda perlu diberikan kesempatan untuk berkreasi dan memperkenalkan budaya melalui pendekatan yang sesuai dengan perkembangan zaman.
Berharap PPBI Menjadi Wadah Berkelanjutan
Rinto berharap Putra Putri Budaya Indonesia DKI Jakarta tidak berhenti sebagai ajang pemilihan, tetapi berkembang menjadi wadah berkelanjutan bagi generasi muda untuk belajar, berkarya, dan berkontribusi dalam bidang kebudayaan.
Ia juga berharap para finalis dan peserta tetap menjaga hubungan baik serta menerapkan nilai-nilai yang diperoleh selama proses pembinaan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Saya ingin mereka tidak hanya dikenal karena pernah menjadi bagian dari Putra Putri Budaya, tetapi juga karena karya dan kontribusi nyata yang mereka berikan untuk budaya Indonesia, khususnya DKI Jakarta.”
Selain aktivitasnya dalam PPBI DKI Jakarta, Rinto tetap aktif sebagai MC dan host dalam berbagai kegiatan. Pengalamannya sebagai public speaker dan event judge juga menjadi bagian dari kiprahnya di bidang komunikasi dan pengembangan potensi generasi muda.
Di ranah digital, Rinto aktif sebagai digital creator dan menjalankan aktivitas sebagai founder @twentytwo22_mg.
Dengan pengalaman di bidang kebudayaan, kepemudaan, komunikasi publik, event, dan digital, peran Rinto sebagai Pembimbing Putra Putri Budaya DKI Jakarta 2026 menjadi kelanjutan keterlibatannya dalam mendorong generasi muda untuk mengenal, mencintai, dan memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat luas.(Red)
Bio Singkat
Rinto Tampubolon, S.H.
Pembimbing Putra Putri Budaya DKI Jakarta 2026.
Regional Director Putra Putri Budaya Indonesia DKI Jakarta 2023–2025.
MC | Host | Public Speaker | Event Judge | Digital Creator.
Founder @twentytwo22_mg.












