DEKOPIN : Koperasi Wujud Nyata Ekonomi Pancasila Untuk Kesejahteraan Rakyat Indonesia

Berita61 Dilihat

DetikSR.id JAKARTA – Momentum Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap 1 Juni dinilai menjadi pengingat penting bahwa koperasi merupakan salah satu instrumen ekonomi yang paling selaras dengan nilai-nilai dasar bangsa Indonesia.

Semangat gotong royong, keadilan sosial, dan kekeluargaan yang terkandung dalam Pancasila dinilai menjadi fondasi utama dalam pengembangan koperasi sebagai sarana meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Wakil Ketua Umum Bidang Komunikasi Publik dan Sosialisasi Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin), Teguh Eko Prastyono, mengatakan koperasi tidak hanya berfungsi sebagai badan usaha, tetapi juga menjadi gerakan ekonomi rakyat yang mampu memperkuat kemandirian masyarakat dari tingkat desa hingga perkotaan.

Menurutnya, nilai-nilai Pancasila telah lama menjadi roh dalam gerakan koperasi nasional. Hal tersebut tercermin dalam prinsip kebersamaan, musyawarah, serta pemerataan manfaat ekonomi yang menjadi ciri khas koperasi.

“Pancasila mengajarkan gotong royong dan keadilan sosial. Nilai-nilai itu hidup dalam koperasi karena setiap anggota memiliki kedudukan yang setara dan bersama-sama menikmati hasil usaha yang dibangun,” ujar Teguh Eko di Jakarta, Sabtu (30/5/2026).

Ia menilai pemberdayaan koperasi harus menjadi agenda strategis nasional untuk menjawab berbagai tantangan ekonomi, mulai dari kesenjangan sosial, keterbatasan akses permodalan bagi pelaku usaha kecil, hingga penciptaan lapangan kerja yang berkelanjutan.

Ia menjelaskan, koperasi memiliki peran penting dalam memperkuat ekonomi kerakyatan karena mampu menghimpun kekuatan masyarakat secara kolektif.

Dengan model usaha berbasis anggota, koperasi dapat menjadi wadah bagi petani, nelayan, pedagang, pelaku UMKM, hingga pekerja untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing.

Ia juga menekankan pentingnya transformasi koperasi agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan perubahan pola ekonomi masyarakat. Menurutnya, digitalisasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan tata kelola menjadi kunci agar koperasi semakin relevan di era modern.

“Pemberdayaan koperasi tidak cukup hanya dengan menambah jumlah koperasi. Yang lebih penting adalah memastikan koperasi dikelola secara profesional, transparan, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi anggotanya,” katanya.

Sebagai organisasi gerakan koperasi nasional yang berasaskan Pancasila dan berpedoman pada Pasal 33 UUD 1945, Dekopin terus mendorong peningkatan kapasitas koperasi melalui edukasi, advokasi, serta penguatan jaringan kerja sama antarkoperasi dan berbagai pemangku kepentingan.

Gus TEP, panggilan akrabnya menambahkan, peringatan Hari Lahir Pancasila semestinya menjadi momentum untuk mengembalikan semangat ekonomi gotong royong di tengah tantangan globalisasi dan persaingan ekonomi yang semakin ketat.

Menurutnya, koperasi dapat menjadi salah satu solusi dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan.

“Kesejahteraan rakyat merupakan tujuan utama pembangunan nasional. Koperasi hadir untuk memastikan manfaat ekonomi tidak hanya dinikmati segelintir pihak, tetapi dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat. Inilah wujud nyata pengamalan sila kelima Pancasila, yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” tuturnya.

Dekopin optimistis gerakan koperasi akan semakin berkembang apabila mendapat dukungan seluruh pihak, baik pemerintah, dunia usaha, maupun masyarakat. Dengan memperkuat koperasi sebagai soko guru perekonomian nasional, cita-cita mewujudkan kesejahteraan rakyat yang merata dinilai dapat semakin dekat untuk diwujudkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *