Demo Mahasiswa Berlanjut, BEM Universitas Bung Karno Gelar Aksi ke Istana Negara, Sampaikan Enam Tuntutan Kepada Pemerintah

Berita70 Dilihat

DetikSR.id Jakarta, Gelombang aksi demonstrasi mahasiswa yang sebelumnya berlangsung pada (12/6/2026) kembali berlanjut pada (15/6/2026).

Kali ini, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Bung Karno (UBK) turun ke jalan dengan membawa enam tuntutan yang ditujukan kepada pemerintah.
Berdasarkan informasi yang disampaikan melalui akun Instagram Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Bung Karno, massa aksi dijadwalkan berkumpul di kawasan Patung Bung Karno sebelum bergerak menuju Gedung Istana Negara, Jakarta.

Para peserta aksi diminta mengenakan kaus berwarna hitam dan almamater kampus sebagai simbol solidaritas.
Dalam unggahan tersebut, mahasiswa menilai kondisi nasional saat ini tengah menghadapi berbagai persoalan yang memerlukan perhatian serius dari pemerintah.

Mereka menyoroti isu ekonomi, hukum, demokrasi, pendidikan, hingga kebijakan publik yang dinilai berdampak langsung terhadap masyarakat.
“Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Ketika krisis sosio-ekonomi kian mencekik, reformasi hukum dikebiri, dan demokrasi terus berjalan mundur, diam bukanlah pilihan,” tulis BEM UBK dalam pernyataannya.

Mahasiswa juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut menyuarakan aspirasi demi mendorong perubahan yang dianggap lebih berpihak kepada kepentingan rakyat.
“Sudah saatnya kita merapatkan barisan, menyatukan suara, dan turun ke jalan demi masa depan bangsa yang lebih adil. Kami memanggil seluruh elemen mahasiswa dan masyarakat untuk hadir pada aksi manifestasi perlawanan,” demikian bunyi seruan yang diunggah.

Aksi tersebut merupakan bagian dari rangkaian penyampaian aspirasi mahasiswa terhadap sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai perlu dievaluasi. Dalam pernyataannya, mahasiswa menegaskan bahwa demonstrasi dilakukan sebagai bentuk kontrol sosial dan partisipasi warga negara dalam kehidupan demokrasi.

Dalam aksi yang digelar hari ini, BEM Universitas Bung Karno membawa enam tuntutan utama, yakni:

1. Mendesak pemerintah
menghentikan sementara dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta Koperasi Desa Merah Putih untuk memastikan efektivitas, transparansi, dan ketepatan sasaran program.

2. Mendesak peninjauan kembali Undang-Undang Kepolisian Republik Indonesia yang dinilai perlu dikaji secara komprehensif guna menjamin prinsip demokrasi dan perlindungan hak-hak sipil.

3. Menolak praktik militerisme dan menuntut penegakan supremasi sipil, sesuai dengan semangat reformasi dan prinsip negara demokrasi.

4. Mendesak pemerintah mengambil langkah strategis untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan memperkuat ketahanan ekonomi nasional, di tengah tantangan ekonomi global yang terus berkembang.

5. Menuntut pemenuhan hak atas pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan terjangkau bagi seluruh rakyat Indonesia tanpa diskriminasi.

6. Mendesak pemerintah meninjau kembali kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang dinilai menambah beban ekonomi masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah.

Menutup pernyataannya, mahasiswa menegaskan komitmen mereka untuk terus mengawal berbagai kebijakan publik yang dianggap berdampak terhadap kehidupan masyarakat luas.
“Panjang umur perjuangan. Mari kita suarakan kebenaran. Sampai jumpa di medan juang,” tulis BEM UBK.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah terkait enam tuntutan yang disampaikan mahasiswa dalam aksi tersebut. Aparat keamanan juga disiagakan untuk mengawal jalannya demonstrasi agar berlangsung tertib, aman, dan kondusif.

Ervinna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *