Demo Mahasiswa di DPRD Lubuk Linggau Sempat Ricuh, Soroti MBG, Nilai Tukar Rupiah hingga Hiburan Malam Ilegal

Berita Daerah118 Dilihat

DetikSR.id LUBUKLINGGAU – Aksi unjuk rasa ratusan mahasiswa di depan pintu masuk Gedung DPRD Kota Lubuk Linggau, Senin (15/6/2026), sempat diwarnai kericuhan. Ketegangan terjadi saat massa aksi berupaya membakar ban bekas sebagai simbol protes, namun dicegah oleh aparat kepolisian yang melakukan pengamanan.

Kericuhan bermula ketika petugas melarang mahasiswa membakar ban di lokasi aksi. Upaya aparat untuk mengamankan ban yang telah disiapkan memicu aksi saling tarik dan dorong antara mahasiswa dan petugas.
Situasi semakin memanas ketika ban yang telah disiram bensin berhasil dibakar oleh massa. Namun, petugas segera melakukan pemadaman menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) guna mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Pemadaman ban tersebut memicu ketegangan lanjutan. Massa aksi dan petugas sempat terlibat saling dorong, bahkan beberapa anggota kepolisian terlihat berupaya mengamankan peserta aksi yang diduga menjadi pemicu keributan.

Meski demikian, kericuhan berhasil diredam setelah kedua belah pihak menahan diri dan berupaya menenangkan suasana. Situasi kembali kondusif setelah mahasiswa dan aparat saling berkomunikasi serta menyelesaikan persoalan secara damai.

Perwakilan mahasiswa, Firmansyah Ababil, menjelaskan bahwa aksi tersebut mengangkat empat isu utama yang dibagi dalam dua klaster, yakni isu nasional dan isu daerah.
“Kami menitikberatkan aksi hari ini pada empat isu yang dibagi menjadi dua klaster, yaitu isu nasional dan isu daerah,” ujar Firmansyah.

Pada klaster nasional, mahasiswa menuntut evaluasi menyeluruh terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai perlu perbaikan dalam tata kelolanya. Selain itu, mereka juga meminta adanya transparansi penggunaan anggaran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Mahasiswa juga mendesak DPRD Kota Lubuk Linggau untuk mengirimkan surat rekomendasi kepada DPR RI agar menindaklanjuti persoalan melemahnya nilai tukar rupiah beserta faktor-faktor penyebabnya yang dinilai berdampak terhadap kondisi ekonomi masyarakat.

Sementara untuk klaster daerah, mahasiswa menyoroti persoalan infrastruktur, khususnya perbaikan jalan umum dan penerangan jalan yang dinilai masih menjadi kebutuhan mendesak masyarakat.

“Menurut kami, ini merupakan langkah yang cukup komprehensif di tengah kondisi masyarakat saat ini. Banyak tindak kriminalitas terjadi karena adanya peluang, salah satunya akibat minimnya penerangan jalan,” katanya.
Selain itu, mahasiswa juga meminta Pemerintah Kota Lubuk Linggau bersama aparat terkait melakukan evaluasi hingga penutupan terhadap tempat hiburan malam ilegal yang masih beroperasi di wilayah Kota Lubuk Linggau.
“Hari ini suara yang kami sampaikan murni suara rakyat dan merupakan keluh kesah masyarakat yang kami terima di lapangan,” tegas Firmansyah.

Dalam aksi tersebut, sejumlah anggota DPRD Kota Lubuk Linggau menemui massa aksi dan melakukan dialog secara langsung untuk mendengarkan aspirasi yang disampaikan mahasiswa.
Usai penyampaian aspirasi, massa aksi membubarkan diri dengan tertib. Mahasiswa dan aparat keamanan terlihat saling bersalaman sebagai bentuk komitmen menjaga situasi tetap kondusif.

Terpisah, Kapolres Lubuk Linggau, AKBP Adhitia Bagus Arjunadi kepada awak media tergabung dalam Jurnalis Media Center ( JMC ) mengatakan, pihaknya menerjunkan ratusan personel untuk mengamankan jalannya aksi.

“Alhamdulillah situasi kamtibmas hingga saat ini tetap aman dan terkendali. Aspirasi yang disampaikan mahasiswa juga telah diterima dan didengarkan oleh perwakilan DPRD Kota Lubuk Linggau. Kami berterima kasih kepada adik-adik mahasiswa yang bersama-sama menjaga kondusivitas Kota Lubuk Linggau,” ujar Kapolres.
Ia menegaskan, sinergi antara mahasiswa, DPRD, dan aparat keamanan menjadi kunci dalam menjaga iklim demokrasi yang sehat sekaligus memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga. ( Rif’at Achmad )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *