Diplomasi Budaya Nusantara Menembus Dunia, BMDN Perkuat Jembatan Budaya Indonesia–Suriah

Budaya61 Dilihat

DetikSR.id JAKARTA — Kebudayaan bukan sekadar peninggalan masa lalu. Di tengah dunia yang semakin terhubung, seni, tradisi, bahasa, kuliner, dan berbagai ekspresi budaya justru dapat menjadi kekuatan strategis untuk membangun persahabatan antarbangsa.

Semangat itulah yang dibawa Budayantara Media Digital Nusantara (BMDN) saat melakukan silaturahmi dan kunjungan ke Kedutaan Besar Suriah di Jakarta, Kamis (20/8/2026). Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat jejaring diplomasi budaya sekaligus membuka peluang pertukaran budaya antara Indonesia dan Suriah.

Dalam kunjungan tersebut, BMDN diwakili Renee Partina, Masdjo Arifin, dan Yoyok Abidin. Rombongan diterima oleh H.E. Mr. Abdulmonem Annan, Ambassador Extraordinary and Plenipotentiary of the Syrian Arab Republic.

Budaya Menjadi Bahasa Universal

Pertemuan Indonesia dan Suriah melalui jalur kebudayaan menjadi penting karena diplomasi tidak selalu harus berbicara dalam bahasa politik dan ekonomi. Kebudayaan memiliki kekuatan untuk menciptakan kedekatan emosional dan membangun hubungan antarmasyarakat atau people-to-people ties.

Indonesia memiliki modal budaya yang sangat besar, mulai dari seni pertunjukan, musik, tari, kain tradisional, kuliner, cerita rakyat, bahasa daerah hingga berbagai tradisi yang hidup di tengah masyarakat.

Bagi BMDN, kekayaan tersebut perlu terus diperkenalkan melalui pendekatan kreatif dan teknologi digital agar tidak hanya menjadi kebanggaan di dalam negeri, tetapi juga mampu hadir di ruang internasional.

Founder BMDN, Masdjo Arifin, menegaskan bahwa diplomasi budaya merupakan salah satu kekuatan soft power Indonesia dalam membangun hubungan dengan masyarakat dunia.

«“Diplomasi budaya adalah cara ampuh bagi Indonesia untuk mendekatkan hubungan antarbangsa (people-to-people ties) melalui pendekatan lunak (soft power) seperti seni, bahasa, kuliner, dan tradisi,” ujarnya.»

Menurut Masdjo, tantangan terbesar bukan hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga bagaimana mengemas dan mengomunikasikannya secara kreatif agar dapat diterima generasi baru dan dikenal masyarakat internasional tanpa kehilangan akar tradisinya.

Membuka Ruang Pertukaran Budaya Indonesia–Suriah

Suriah memiliki sejarah peradaban yang panjang dengan kekayaan tradisi yang berkembang dari berbagai pengaruh budaya di kawasan Timur Tengah dan Mediterania.

Pertemuan BMDN dengan perwakilan diplomatik Suriah menjadi ruang untuk saling mengenal kekayaan budaya masing-masing negara. Dari titik inilah peluang kolaborasi, pertukaran informasi, hingga kerja sama di bidang seni dan budaya dapat terus dikembangkan.

Bagi BMDN, hubungan budaya Indonesia dan Suriah tidak berhenti pada sebuah pertemuan. Silaturahmi tersebut diharapkan menjadi awal dari komunikasi yang lebih luas, khususnya dalam memperkenalkan keragaman budaya kedua bangsa kepada publik.

Dari Budaya Lokal Menuju Budaya Populer Global

Sementara itu, Renee Partina melihat bahwa Indonesia membutuhkan terobosan dalam mengembangkan budaya populer yang memiliki karakter kuat, tetapi tetap berakar pada identitas Nusantara.

Menurutnya, keberagaman budaya Indonesia justru merupakan sumber kreativitas yang sangat besar untuk melahirkan produk budaya yang memiliki daya saing global.

«“Melakukan terobosan dalam menciptakan suatu budaya populer khas Indonesia. Hal ini dapat dilakukan dengan cara meramu berbagai ragam budaya Indonesia menjadi satu budaya populer yang khas dan dapat diterima oleh publik internasional, dengan tetap berakar pada nilai-nilai luhur budaya Indonesia,” ujarnya.»

Gagasan tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pelaku seni, industri kreatif, media, komunitas budaya, dan generasi muda.

Di era digital, batas geografis semakin kabur. Sebuah tari dari pelosok Nusantara dapat ditonton masyarakat dunia. Musik tradisional dapat berkolaborasi dengan genre modern. Kuliner daerah dapat diperkenalkan melalui konten digital. Begitu pula cerita rakyat, fesyen, film, hingga berbagai tradisi lokal dapat dikemas dalam format yang lebih dekat dengan generasi global.

BMDN dan Misi Membawa Budaya Nusantara ke Dunia

BMDN menempatkan diri sebagai etalase digital seni dan budaya Nusantara yang berupaya mempertemukan kekayaan budaya lokal dengan perkembangan teknologi dan komunikasi global.

Diplomasi budaya, bagi BMDN, bukan sekadar memperkenalkan kesenian Indonesia kepada negara lain. Lebih jauh, diplomasi budaya adalah upaya membangun persepsi positif, kedekatan emosional, penghormatan terhadap keberagaman, serta pemahaman antarbangsa.

Kunjungan ke Kedutaan Besar Suriah menjadi salah satu langkah untuk membuka jembatan tersebut.

Di tengah dinamika dunia yang terus berubah, budaya dapat hadir lebih dahulu sebagai bahasa persahabatan—mempertemukan manusia sebelum kepentingan politik dan ekonomi berbicara.

Indonesia memiliki kekayaan yang nyaris tak terbatas untuk menjadi kekuatan soft power. Pekerjaan berikutnya adalah bagaimana warisan tersebut dikemas, diceritakan, diproduksi, dan didistribusikan secara kreatif sehingga mampu menembus panggung dunia.

Dari Nusantara untuk dunia. Dari budaya menuju persahabatan antarbangsa.

BMDN percaya, budaya bukan hanya sesuatu yang diwariskan untuk dikenang, tetapi kekuatan hidup yang harus terus diperkenalkan, diapresiasi, dikembangkan, dan menjadi jembatan persahabatan Indonesia dengan masyarakat dunia.(Red/dj)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *