DPP FWJ Indonesia Bekali Jurnalis Cilik PKBM Mutiara Hati dengan Keterampilan Jurnalistik

Organisasi58 Dilihat

DetikSR.id Jakarta, — Upaya meningkatkan budaya literasi sekaligus membekali peserta didik dengan kemampuan jurnalistik terus dilakukan PAUD dan PKBM Mutiara Hati, Jakarta Utara.

Salah satunya melalui kegiatan pendidikan dan pelatihan jurnalistik yang melibatkan insan pers sebagai bagian dari penguatan Media Center Jurnalis Cilik PKBM Mutiara Hati. Kegiatan tersebut berlangsung di PKBM Mutiara Hati, Jakarta Utara, Sabtu (26/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan langsung dari Mairoji Eka Saputra, selaku Kepala Bidang Budaya dan Pariwisata Dewan Pimpinan Pusat Forum Wartawan Jaya (DPP FWJ) Indonesia.

Pelatihan ini menjadi ruang bagi anggota Media Center Jurnalis Cilik untuk mengenal dunia jurnalistik secara lebih dekat. Peserta diperkenalkan dengan tugas dan peran jurnalis, teknik menggali informasi, wawancara, mengolah fakta, hingga menyusun berita yang informatif dan bertanggung jawab.

Mairoji Eka Saputra mengatakan, menjadi jurnalis cilik bukan hanya tentang kemampuan menulis berita, tetapi juga bagaimana peserta didik memiliki rasa ingin tahu, mampu berpikir kritis, serta dapat membedakan informasi yang benar dengan informasi yang belum terverifikasi.

“Menjadi jurnalis cilik bukan sekadar belajar menulis berita. Yang lebih penting adalah bagaimana peserta didik mampu melihat sebuah peristiwa, mencari fakta, bertanya dengan baik, kemudian menyampaikan informasi berdasarkan data yang benar.” ujar Mairoji.

Ia juga mendorong para peserta agar berani bertanya dan menggali informasi ketika melakukan peliputan, namun tetap mengedepankan etika dan tanggung jawab.

“Jangan takut bertanya. Jurnalis harus memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, tetapi tetap mengedepankan etika, sopan santun, kejujuran, dan tanggung jawab dalam menyampaikan informasi.” sambungnya.

Sementara itu, Nanik Sri Utami selaku Kepala PAUD dan PKBM Mutiara Hati mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya lembaga dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang mendorong peserta didik untuk aktif membaca, menulis, berpikir kritis, sekaligus berani menyampaikan gagasan.

“Pendidikan literasi menjadi salah satu bagian penting dalam membentuk peserta didik yang tidak hanya mampu membaca dan menulis, tetapi juga mampu memahami informasi, berpikir kritis, berkomunikasi, serta berani menyampaikan gagasan secara positif. Karena itu, kami sangat mendukung kegiatan Media Center Jurnalis Cilik ini sebagai wadah bagi peserta didik untuk belajar dan mengembangkan potensi mereka.” Ucap Nanik.

Menurutnya, kolaborasi dengan insan pers memberikan pengalaman langsung kepada peserta didik untuk memahami bagaimana sebuah informasi diperoleh, diverifikasi, diolah, kemudian disampaikan kepada masyarakat.

“Kolaborasi dengan insan pers juga menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi peserta didik. Mereka dapat mengenal dunia jurnalistik secara langsung, memahami bagaimana sebuah informasi diperoleh dan diolah, serta belajar pentingnya menyampaikan berita berdasarkan fakta dan tetap menjunjung tinggi etika.” tuturnya.

Nanik berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebatas pelatihan, tetapi dapat menjadi langkah awal bagi peserta didik untuk menghasilkan karya-karya jurnalistik yang kreatif, informatif, dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada pelatihan saja, tetapi dapat menjadi awal lahirnya karya-karya jurnalistik peserta didik yang kreatif, informatif, dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar. Semoga anak-anak semakin percaya diri, kritis, kreatif, dan bertanggung jawab dalam menggunakan serta menyampaikan informasi.” pungkasnya.

Melalui kegiatan tersebut, Media Center Jurnalis Cilik PKBM Mutiara Hati diharapkan dapat menjadi wadah pembelajaran bagi peserta didik untuk mengembangkan kemampuan literasi sekaligus keterampilan komunikasi.

Tidak hanya belajar membaca dan menulis, peserta juga didorong untuk mampu mengamati lingkungan, menggali informasi, melakukan verifikasi, menyusun fakta, serta menyampaikan informasi secara positif dan bertanggung jawab.

Kolaborasi antara dunia pendidikan dan insan pers ini menjadi salah satu bentuk nyata bahwa literasi dapat dikembangkan melalui pengalaman langsung. Dari ruang kelas dan lingkungan sekitar, peserta didik diajak belajar menjadi generasi yang cerdas berliterasi, kritis terhadap informasi, kreatif dalam berkarya, berani bertanya, dan bertanggung jawab dalam menyampaikan fakta. (*/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *