Dr.Fadillah Sabri : Keunggulan AUM Muhammadiyah Dimulai dari Mutu dan Pelayanan,Bukan Gedung Megah

Berita Daerah86 Dilihat

DetikSR.id BELITUNG – Rabu,29 Juli 2026 Penguatan kelembagaan Cabang hingga ke tingkat ranting menjadi fokus utama LPCRPM PWM Babel dalam menghadapi tantangan dakwah ke depan. Hal ini ditegaskan dalam kegiatan Silaturahmi dan Pembinaan yang digelar Lembaga Pengembangan Cabang, Ranting dan Pembinaan Masjid [LPCRPM] PWM Babel di Pimpinan Daerah Muhammadiyah [PDM] Belitung,Rabu,29 Juli 2026.Provinsi Kepulauan Babel.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen PWM Babel untuk tidak hanya berfokus pada program di tingkat wilayah, tetapi juga memastikan denyut organisasi di cabang, ranting, dan masjid tetap hidup dan produktif.

Hadir dalam kegiatan tersebut Gatot Afrianto,S.Sos.I,M.Pd,Waka PWM Babel, membidangi LOCRPM PWM Babel,Ashan Rais,S.IP. Ketua LPCRPM PWM Babel, dan Achmad Rodiansyah,S
E,M.Pd Sekretaris LPCRPM PWM Babel. Kedatangan rombongan disambut langsung oleh H.M. Turfan Amir,S.Pd Ketua PDM Belitung, beserta seluruh jajaran PDM, PCM, PRM, dan Ortom se-Belitung.Sebanyak 47 peserta mengikuti kegiatan ini dengan antusias.

PDM BELITUNG : PEMBINAAN INI OBAT PENGUAT ORGANISASI

Dalam sambutan penerimaan, H.M.Turfan Amir,S.Pd,menyampaikan apresiasi mendalam. Menurutnya, kunjungan langsung dari unsur pimpinan wilayah memiliki dampak psikologis dan ideologis yang besar bagi pengurus di daerah.

“Kami mengapresiasi setinggi-tingginya. Kegiatan seperti ini adalah ‘vitamin’ bagi kami di daerah. Penguatan cabang dan ranting adalah keniscayaan. Karena di sanalah denyut nadi Muhammadiyah sesungguhnya berada. Tanpa ranting yang aktif, program-program besar akan sulit menyentuh umat,” ujar H.M. Turfan Amir.

Ia juga berharap agar silaturahmi ini tidak berhenti sebagai seremoni, tetapi ditindaklanjuti dengan program pendampingan yang berkelanjutan.

MATERI UTAMA: Membangun Peradaban Lewat AUM yang Berkepercayaan
Materi inti disampaikan oleh Dr. Fadillah Sabri, S.T.,M.Eng., IPM.[ Rektor Unmuh Selaku Narsum] Dalam paparannya yang mendalam, beliau mengajak seluruh peserta untuk meletakkan kembali orientasi gerakan Muhammadiyah pada khittahnya: dakwah amar ma’ruf nahi munkar melalui Amal Usaha Muhammadiyah [AUM].

“Umat hari ini tidak lagi bertanya ‘punya berapa gedung’. Umat bertanya ‘apa manfaatnya untuk saya’. Karena itu, keunggulan AUM Muhammadiyah ke depan tidak dimulai dari gedung yang megah. Ia dimulai dari 3 pilar: mutu, integritas, dan pelayanan,” tegas Dr. Fadillah.

Lebih lanjut beliau menjelaskan bahwa cabang dan ranting memiliki 3 peran strategis:

1.Sebagai inkubator AUM: Menciptakan amal usaha yang sesuai dengan kebutuhan lokal.

2.Sebagai pemakmur masjid : Mengubah masjid dari tempat ibadah ritual menjadi pusat peradaban dan pemberdayaan.

3.Sebagai penggerak kader : Melahirkan pemimpin-pemimpin Muhammadiyah baru di tingkat akar rumput.

“Jika cabang dan ranting kuat, maka PDM kuat. Jika PDM kuat, maka PWM kuat. Dan jika PWM kuat, maka Muhammadiyah akan mampu menjawab persoalan umat dan bangsa,” pungkasnya.

MENEGUHKAN SEMBOYAN: RANTING HIDUP, MUHAMMADIYAH BERKEMAJUAN

Ketua LPCRPM PWM Babel, Ashan Rais, dalam arahannya kembali menggemakan semboyan gerakan yang menjadi ruh kerja lembaganya:
“Ranting itu penting, cabang harus berkembang, masjid makmur memakmurkan, Muhammadiyah selamat dunia dan selamat akhirat.”

Menurut Ashan, semboyan ini adalah kompas. “Jangan sampai kita sibuk mengurus di atas, tapi lupa menyiram akar. Ranting yang sakit, maka pohonnya akan tumbang,” katanya.

Senada dengan itu, A. Rodiansyah selaku Sekretaris LPCRPM menekankan pentingnya tertib administrasi, kaderisasi, dan sinergi dengan Ortom. “Data yang valid, kader yang militan, dan program yang menyentuh adalah 3 kunci agar ranting tidak hanya ada di atas kertas,” jelasnya.

AGENDA KEMANUSIAAN: HUT KE-130 PULAU SELIU
Rangkaian kegiatan sehari ini diawali dengan kunjungan ke Pulau Seliu dalam rangka menghadiri peringatan Hari Jadi Pulau Seliu ke-130 tahun.

Di hadapan masyarakat dan perangkat desa, Gatot Afrianto menyampaikan 3 pesan penting PWM Babel:

1.Menjaga Kekompakan: “Perbedaan itu sunnatullah. Yang harus kita jaga adalah persatuan untuk membangun.”

2.Kepedulian Sosial: Secara simbolis PWM Babel menyerahkan beasiswa kepada 3 orang anak kurang mampu di Pulau Seliu sebagai wujud hadirnya Muhammadiyah dalam mencerdaskan bangsa.

3.Pesan untuk KKN: Kepada mahasiswa KKN Muhammadiyah yang sedang bertugas, beliau berpesan, “Jangan hanya datang untuk menyelesaikan SKS. Datanglah untuk meninggalkan jejak kebaikan. Berikan pengabdian terbaik kalian untuk kemajuan desa Pulau Seliu.”

PENUTUP: DARI GANTUNG UNTUK KEMAJUAN MUHAMMADIYAH BABEL
Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi, tanya jawab, dan komitmen bersama untuk menindaklanjuti hasil pembinaan dalam bentuk program kerja di masing-masing cabang dan ranting.

Kunjungan ini menjadi bukti bahwa PWM Babel hadir, mendengar, dan bergerak bersama hingga ke pelosok. Diharapkan semangat “Belitung” ini menjadi energi baru untuk seluruh Pimpinan Cabang dan Ranting di Bangka Belitung agar terus berkhidmat, terus berkemajuan.

AR

Narahubung
LPCRPM Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kepulauan Bangka Belitung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *