Driver Ojol Terbaring Patah Tulang, Solidaritas Rekan Jadi Penopang Hidup Keluarga di Lubuk Linggau

Berita Daerah55 Dilihat

DetikSR.id LUBUKLINGGAU — Nasib nahas yang menimpa Zulkarnain, seorang driver ojek online di Lubuk Linggau, menyisakan luka tak hanya pada fisiknya, tetapi juga pada keberlangsungan hidup keluarganya. Akibat patah tulang yang dideritanya, ia kini hanya bisa terbaring lemah dan tak lagi mampu mencari nafkah.

Di tengah kondisi sulit itu, secercah harapan datang dari sesama rekan seprofesi. Dewan Penasehat ojek online Lubuk Linggau, Febrio Fadillah, turun langsung menjenguk Zulkarnain di kediamannya di Jalan Ramayana, Kelurahan Moneng Sepati, Kecamatan Lubuk Linggau Selatan II.
Tak sekadar datang, Febriofadillah juga menyerahkan bantuan berupa sembako dan uang tunai sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap driver yang kini kehilangan sumber penghasilan.
“Kami hadir bukan sekadar memberi bantuan. Kami ingin memastikan bahwa saudara kami, Zul, tidak sendiri menghadapi cobaan ini,” tegas Rio, sapaan akrabnya.
Ia menekankan, solidaritas antar driver ojek online menjadi kekuatan utama di tengah kerasnya perjuangan di jalanan, terlebih saat salah satu dari mereka tertimpa musibah.
“Ini bentuk kebersamaan kami. Semoga bantuan ini bisa sedikit meringankan beban dan menjadi penyemangat untuk bangkit,” tambahnya.
Di balik bantuan tersebut, tersimpan harapan besar agar lebih banyak pihak ikut tergerak membantu. Pasalnya, kondisi Zulkarnain yang belum pulih membuat roda ekonomi keluarganya nyaris terhenti.
Istri Zulkarnain pun tak mampu menyembunyikan rasa harunya. Dengan suara lirih, ia mengungkapkan rasa terima kasih atas kepedulian yang datang di saat paling sulit.
“Terima kasih banyak atas perhatian dan bantuan ini. Sangat berarti bagi kami. Semoga semua kebaikan ini dibalas oleh Tuhan,” ucapnya.
Kini, Zulkarnain masih menjalani masa pemulihan dan belum diketahui kapan bisa kembali bekerja. Di tengah ketidakpastian itu, uluran tangan dari berbagai pihak menjadi harapan utama agar keluarganya tetap bisa bertahan. ( Rif’at Achmad ).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *