Dua Tokoh Besar H.Ade Efril Manurung dan HM Arsyad Cannu Bersatu untuk Membesarkan Laskar Merah Putih

Organisasi62 Dilihat

DetikSR.id Jakarta – Laskar Merah Putih (LMP) memasuki babak baru yang penuh harapan. Rekonsiliasi kepemimpinan yang selama ini dinantikan akhirnya terwujud dalam suasana hangat dan penuh semangat persatuan di Mabes LMP, Grogol, Jakarta Barat, Selasa (21/4/2026).

Momentum bersejarah ini menandai berakhirnya dualisme kepemimpinan di tubuh organisasi. Dengan semangat kebersamaan, para tokoh utama LMP sepakat untuk bersatu demi membesarkan organisasi serta memperkuat kontribusi bagi bangsa dan negara.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut sejumlah tokoh penting, di antaranya Dewan Pendiri LMP serta Sekjen Mabes LMP, Abdul Rachman Thaha, dan Togap yang saat ini menjabat sebagai Sekda Provinsi Sumatera Utara 2026.

Ketua Umum LMP periode 2025–2030, H.M.Arsyad Cannu, dalam sambutannya menegaskan bahwa kemenangan dalam proses hukum di berbagai lembaga seperti PTUN, Pengadilan Negeri Jakarta Barat, hingga Mahkamah Agung merupakan bagian dari proses administrasi negara. Namun, menurutnya, hal terpenting bukanlah kemenangan tersebut, melainkan komitmen bersama untuk membesarkan LMP secara kolektif.

Ia juga mengajak seluruh anggota untuk tetap menghormati jasa para pemimpin terdahulu, serta menanamkan nilai-nilai persatuan, persaudaraan, dan semangat juang demi keutuhan NKRI. Tak hanya itu, ia menekankan pentingnya sinergi antara LMP dengan pemerintah, TNI, dan Polri dalam menjaga stabilitas serta kepentingan nasional.

Sementara itu, Ketua Umum LMP periode 2012–2024, H.Ade Efril Manurung, dalam pernyataannya menyampaikan keputusan besar yang diambilnya demi keutuhan organisasi. Setelah melalui berbagai pertimbangan atas dinamika internal, ia memilih untuk mengedepankan persatuan dengan mundur dari jabatan Ketua Umum dan kembali ke posisi Dewan Pendiri.

Ia mengakui keputusan tersebut bukan hal yang mudah, namun diyakini sebagai langkah terbaik demi masa depan organisasi. Dengan penuh kerendahan hati, ia juga menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan selama masa kepemimpinannya, serta berharap seluruh anggota dapat menerima keputusan tersebut dengan lapang dada.

“Organisasi ini akan kembali besar jika kita tetap bersatu, sebagaimana yang pernah kita bangun bersama,” ujarnya penuh keyakinan.

Sebagai penutup rangkaian acara, dilakukan penandatanganan kesepakatan bersama sebagai simbol resmi rekonsiliasi dan komitmen untuk membesarkan LMP di bawah kepemimpinan Arsyad Cannu.

Peristiwa ini menjadi titik balik penting bagi Laskar Merah Putih sebuah bukti bahwa persatuan adalah kekuatan utama dalam menghadapi setiap tantangan. Dari perbedaan menuju kebersamaan, LMP kini melangkah maju dengan semangat baru demi Indonesia yang lebih kuat.(*/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *