Dukung Hanpangan Lokal, Babinsa Koramil 0808/02 Garum Pendampingan Pengairan Tanaman Jagung Di Kelurahan Bence

Berita Daerah90 Dilihat

DetikSR.id Blitar – Dalam upaya mendukung program pemerintah meningkatkan ketahanan pangan wilayah, Babinsa Kelurahan Bence Koramil 0808/02 Garum Serma Yuda Indra melaksanakan kegiatan pendampingan pengairan tanaman jagung. Kegiatan pengairan berbasis sumur bor tersebut dilakukan secara bergotong royong bersama anggota Poktan Sopo Ngiro yang bertempat di lahan pertanian milik Bapak Gunawan, Lingkungan Plosorejo Kelurahan Bence Kecamatan Garum, Senin (12/10/2026).

Pendampingan yang dilakukan oleh Serma Yuda Indra ini bertujuan untuk memastikan pasokan air menuju lahan pertanian jagung terpenuhi dengan optimal, terutama dalam menjaga kelembapan tanah agar pertumbuhannya tidak terhambat. Pemanfaatan sumur bor menjadi solusi efektif bagi para petani setempat untuk mengantisipasi ketersediaan air irigasi teknis yang terbatas.

Dalam kesempatan tersebut, Serma Yuda Indra menyampaikan bahwa kehadiran aparat teritorial (Babinsa) di tengah-tengah petani merupakan bagian dari tugas kewilayahan untuk mendampingi serta memberikan semangat kepada para petani. Menurutnya, sinergi antara Babinsa dan kelompok tani sangat krusial dalam mengawal keberhasilan panen guna mewujudkan kemandirian pangan di tingkat desa maupun daerah.

Bapak Gunawan, selaku pemilik lahan, beserta jajaran anggota Poktan Sopo Ngiro menyambut positif dan mengapresiasi kehadiran Babinsa Koramil 0808/02 Garum yang turun langsung ke lapangan. Kehadiran Serma Yuda Indra dinilai memberikan dorongan motivasi serta solusi nyata saat menghadapi tantangan sistem irigasi di area persawahan mereka.

Melalui kegiatan pendampingan ini, diharapkan kerja sama antara Babinsa dan Poktan Sopo Ngiro semakin solid sehingga produksi pertanian, khususnya komoditas jagung di Kelurahan Bence, dapat meningkat secara signifikan. Koramil 0808/02 Garum berkomitmen untuk terus konsisten melakukan pendampingan dari masa tanam hingga panen demi kesejahteraan para petani setempat (Dim0808).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *