DetikSR.id LUBUKLINGGAU — Anggota DPR RI sekaligus Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, H. Fauzi Amro, M.Si., mendorong Kota Lubuk Linggau menjadi road map sekaligus role model pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terbaik di Provinsi Sumatera Selatan.
Pernyataan tersebut disampaikan Fauzi Amro saat menghadiri kegiatan Publik Bicara Badan Supervisi Bank Indonesia (BSBI) dengan tema “Tata Kelola Sistem Pembayaran” yang digelar di Hotel Dewinda Lubuk Linggau, Selasa (11/8/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari Reses Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025/2026, sekaligus menjadi momentum untuk menyerap aspirasi masyarakat serta menyosialisasikan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) Badan Supervisi Bank Indonesia.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wali Kota Lubuk Linggau, H. Rachmat Hidayat, sejumlah kepala OPD, di antaranya Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Lubuk Linggau, Iie Sumirat, serta ratusan pelaku UMKM dari berbagai wilayah di Kota Lubuk Linggau.
Antusiasme peserta terlihat tinggi. Para pelaku UMKM tidak hanya menyimak pemaparan mengenai tata kelola sistem pembayaran, tetapi juga aktif berdialog terkait perkembangan transaksi ekonomi digital serta berbagai tantangan yang dihadapi dunia usaha di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
Dalam kesempatan itu, Fauzi Amro menekankan pentingnya pemahaman masyarakat, khususnya pelaku UMKM, terhadap sistem pembayaran yang aman, mudah, cepat, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Menurutnya, transformasi sistem pembayaran menuju digital harus diiringi dengan peningkatan literasi masyarakat. Digitalisasi, kata dia, jangan hanya dimaknai sebagai kemudahan bertransaksi, tetapi harus mampu meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan daya saing pelaku usaha.
“Lubuk Linggau harus kita dorong menjadi road map, menjadi model pengembangan UMKM terbaik di Sumatera Selatan,” tegas Fauzi Amro.
Ia menilai potensi UMKM di Kota Lubuk Linggau cukup besar. Karena itu, diperlukan penguatan melalui sinergi dan kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, lembaga keuangan, Bank Indonesia, serta pemerintah pusat.

Forum Publik Bicara BSBI juga menjadi ruang strategis untuk mempertemukan wakil rakyat, pemerintah daerah, dan masyarakat. Selain memberikan edukasi mengenai kebijakan ekonomi dan sistem pembayaran, forum tersebut dimanfaatkan untuk menyerap berbagai aspirasi yang berkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi masyarakat.
Kehadiran Wali Kota Lubuk Linggau H. Rachmat Hidayat bersama ratusan pelaku UMKM menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan literasi ekonomi, inklusi keuangan, serta percepatan digitalisasi transaksi di daerah.
Melalui kegiatan tersebut, para pelaku UMKM diharapkan semakin memahami perkembangan sistem pembayaran dan mampu memanfaatkan teknologi digital secara optimal untuk meningkatkan efisiensi usaha, memperluas akses pasar, sekaligus memperkuat daya saing.
Dengan penguatan literasi keuangan dan pemanfaatan sistem pembayaran digital secara tepat, UMKM diharapkan semakin tangguh, adaptif, dan mampu menjadi salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi Kota Lubuk Linggau.
Politisi Partai NasDem tersebut menegaskan, cita-cita menjadikan Lubuk Linggau sebagai model pengembangan UMKM terbaik di Sumatera Selatan membutuhkan kolaborasi dan komitmen bersama.
Dengan sinergi tersebut, potensi ekonomi masyarakat diharapkan dapat berkembang lebih cepat dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan perekonomian daerah.
Sementara itu, Wali Kota Lubuk Linggau H. Rachmat Hidayat menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada H. Fauzi Amro serta Bank Indonesia yang telah hadir di Kota Lubuk Linggau.
“Kita menyampaikan apresiasi dan penghargaan karena telah hadir dan membantu para pelaku usaha,” ujar Rachmat Hidayat.
Ia berharap dukungan dan sinergi yang terbangun dapat terus diperkuat sehingga pelaku UMKM di Kota Lubuk Linggau semakin berkembang, mandiri, dan mampu memberikan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi daerah. ( Rif’at Achmad ).






