Film Ageman Usung Pesan Perdamaian dan Moderasi Beragama, Yayasan Pangudi Luhur Jakarta Siap Gelar Nobar dan Diskusi

Berita15377 Dilihat

JAKARTA – Yayasan Pangudi Luhur Jakarta menyatakan kesiapan menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) dan diskusi film Ageman pada 31 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat toleransi antarumat beragama sekaligus mendorong dialog tentang pentingnya menjaga kerukunan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

Film Ageman dijadwalkan menjalani penayangan perdana melalui acara gala premiere pada 28 Oktober 2026 di Balai Keratun, Provinsi Lampung, bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda. Sejumlah pejabat dan tokoh dijadwalkan menghadiri kegiatan tersebut, di antaranya Gubernur Lampung, Kapolda Lampung, Pangdam, Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Kabinda), Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Lampung, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI, Komjen Pol (Purn.) Eddy Hartono, beserta jajaran juga telah dikonfirmasi akan menghadiri peluncuran film tersebut.

Ketua Panitia, Yohanes Rudy Heryanto, menyambut positif kehadiran film Ageman sebagai media edukasi untuk menyampaikan pesan perdamaian dan toleransi. Film ini disutradarai oleh Jasper Lance dan diproduseri oleh Ken Setiawan, yang sebelumnya dikenal sebagai mantan aktivis kelompok radikal dan kini terlibat dalam upaya edukasi perdamaian dan toleransi.

Menurut Yohanes, film Ageman memiliki potensi menjadi sarana edukasi yang efektif untuk mengajak masyarakat memahami pentingnya hidup berdampingan secara damai tanpa membedakan latar belakang agama, suku, maupun budaya.

Ia juga mengapresiasi antusiasme sejumlah daerah yang telah menyatakan kesiapan menyelenggarakan kegiatan nobar dan diskusi, meskipun film tersebut belum resmi ditayangkan perdana.

“Ini menjadi hal yang menggembirakan. Bahkan sebelum resmi tayang perdana, sudah ada sejumlah daerah yang menyatakan kesiapan untuk mengadakan nobar dan diskusi film Ageman. Kami berharap semangat ini terus meluas ke berbagai wilayah di Indonesia,” ujar Yohanes.

Ia menegaskan, kegiatan nobar sebaiknya tidak berhenti pada pemutaran film, tetapi dilanjutkan dengan diskusi yang membuka ruang dialog, pertukaran pandangan, serta refleksi bersama mengenai penerapan toleransi dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui pendekatan tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa perbedaan agama bukan alasan untuk saling bermusuhan. Sebaliknya, keberagaman perlu dirawat sebagai kekuatan untuk membangun persaudaraan, mempererat hubungan sosial, dan menjaga persatuan bangsa.

Yohanes berharap film Ageman dapat diputar dan didiskusikan secara luas di berbagai daerah di Indonesia, mulai dari lingkungan pendidikan, komunitas keagamaan, organisasi kemasyarakatan, hingga kelompok masyarakat lainnya.

Menurutnya, pendidikan toleransi perlu dilakukan melalui beragam pendekatan yang dekat dengan kehidupan masyarakat, termasuk melalui karya seni dan perfilman. Dengan demikian, pesan perdamaian dapat disampaikan secara menarik dan lebih mudah dipahami oleh berbagai kalangan.

“Harapan kami, film Ageman dapat ditonton dan didiskusikan di seluruh Indonesia. Kami ingin masyarakat semakin memahami bahwa kita bisa hidup berdampingan dengan aman, damai, dan saling menghormati meskipun memiliki latar belakang agama yang berbeda-beda,” ungkapnya.

Kesiapan Yayasan Pangudi Luhur Jakarta menggelar nobar dan diskusi film Ageman diharapkan menjadi salah satu langkah untuk memperluas ruang dialog antarumat beragama. Momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda juga diharapkan memperkuat kesadaran bahwa persatuan Indonesia harus dijaga melalui sikap saling menghormati, menolak kebencian, dan merawat keberagaman.

Melalui pemutaran dan diskusi film Ageman, masyarakat diharapkan tidak hanya memahami toleransi sebagai sebuah gagasan, tetapi juga menerapkannya dalam tindakan nyata demi mewujudkan kehidupan berbangsa yang damai, harmonis, dan saling menghargai, pungkas Yohanes Rudy Heryanto.(rfn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *