FUSI Apresiasi MBG dan Kopdes Merah Putih, Dorong Perbaikan Berkelanjutan

Berita86 Dilihat

DetikSR.id Jakarta, – Forum Ulama dan Santri Indonesia (FUSI) menyatakan dukungan terhadap dua program unggulan pemerintah, yakni Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Program Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih). Namun, FUSI menegaskan bahwa keberhasilan kedua program tersebut harus disertai dengan perbaikan berkelanjutan, evaluasi yang objektif, serta penguatan tata kelola yang bersih dan transparan.

Ketua Umum FUSI, Gus Syaifuddin, mengatakan Program Makan Bergizi Gratis merupakan langkah strategis dalam menyiapkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan memiliki daya saing tinggi di masa depan.

“Program ini sejalan dengan nilai-nilai Islam yang menempatkan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat sebagai bagian dari tanggung jawab bersama dalam mewujudkan kemaslahatan umat. Anak-anak yang memperoleh asupan gizi yang baik memiliki peluang lebih besar untuk tumbuh dan berkembang secara optimal,” ujar Gus Syaifuddin, Minggu (21/6/2026).

Menurutnya, selain meningkatkan kualitas kesehatan dan pendidikan anak, program MBG juga dapat memberikan dampak positif terhadap ketahanan pangan nasional serta mendorong perputaran ekonomi di tingkat lokal.

Di sisi lain, FUSI juga menilai Program Koperasi Desa Merah Putih memiliki potensi besar dalam memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat desa. Melalui pengelolaan koperasi yang profesional, transparan, dan berorientasi pada kepentingan anggota, masyarakat dapat memperoleh akses yang lebih luas terhadap permodalan, pemasaran, hingga pengembangan usaha produktif yang berkelanjutan.

Meski memberikan dukungan penuh, FUSI mengingatkan bahwa keberhasilan sebuah program nasional tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran atau luasnya cakupan program, melainkan juga oleh kualitas pelaksanaan dan efektivitas pengawasannya.

“Evaluasi dan perbaikan secara berkelanjutan harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari implementasi kedua program tersebut. Dengan demikian, tujuan program dapat tercapai secara optimal dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegas Gus Syaifuddin.

FUSI menekankan pentingnya penerapan prinsip good governance atau tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, akuntabel, serta bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Setiap anggaran yang bersumber dari uang rakyat, kata FUSI, harus dikelola secara bertanggung jawab dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.

Dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis, FUSI mendorong pemerintah untuk terus melakukan evaluasi terhadap kualitas dan keamanan makanan, pemerataan distribusi, efektivitas penggunaan anggaran, serta keterlibatan pelaku usaha lokal dalam rantai pasok program.

Sementara pada Program Koperasi Desa Merah Putih, FUSI menilai perlunya penguatan kapasitas sumber daya manusia pengelola koperasi, pembenahan tata kelola kelembagaan yang profesional, serta sistem pengawasan yang mampu mencegah penyalahgunaan wewenang dan potensi korupsi.

Lebih lanjut, FUSI mengingatkan bahwa pemerintahan yang kuat bukanlah pemerintahan yang anti kritik. Sebaliknya, pemerintahan yang baik adalah pemerintahan yang terbuka terhadap masukan dan kritik konstruktif dari masyarakat.

“Kritik yang disampaikan secara objektif, santun, dan bertanggung jawab merupakan bagian penting dari kontrol sosial dalam demokrasi. Kritik yang sehat justru menjadi sarana untuk memperbaiki kebijakan agar semakin tepat sasaran,” jelasnya.

Karena itu, FUSI berharap pemerintah terus membuka ruang dialog dengan masyarakat, akademisi, ulama, santri, pelaku usaha, dan berbagai elemen bangsa lainnya guna meningkatkan kualitas pelaksanaan program-program strategis nasional.

Di akhir pernyataannya, FUSI mengajak seluruh komponen bangsa untuk bersama-sama mendukung, mengawal, dan mengawasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa Merah Putih agar berjalan sesuai tujuan, bebas dari praktik korupsi, serta memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan rakyat Indonesia.

“FUSI mendukung program yang berpihak kepada rakyat, mengawal tata kelola yang bersih, serta mendorong pemerintahan yang terbuka terhadap kritik dan masukan demi kemajuan bangsa,” pungkas Gus Syaifuddin.(*/Red/DJ)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *