Gubernur Sulsel Pimpin Koordinasi Pencarian Pesawat ATR 42-500 yang Hilang Kontak di Maros

Berita Daerah495 Dilihat

DetikSR.id MAKASSAR – Sebuah pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta–Makassar dilaporkan hilang kontak saat melintas di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1/2026) siang. Hingga Sabtu sore, proses pencarian masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan di kawasan pegunungan karst Leang-Leang, Maros.

Gubernur Sulawesi Selatan menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Sulsel bergerak cepat sejak menerima laporan hilangnya kontak pesawat. Seluruh unsur terkait langsung dikerahkan untuk mendukung operasi pencarian dan penyelamatan.

“Kami telah berkoordinasi dengan Pangdam, Kapolda, Basarnas, serta tim dari Pemerintah Provinsi Sulsel. Selain itu, kami juga menyiagakan tiga unit ambulans lengkap dengan tenaga kesehatan untuk mempercepat penanganan apabila ditemukan korban,” ujar Gubernur Sulsel dalam keterangannya, Sabtu (17/1/2026) sore.

Ia menjelaskan, helikopter pencarian serta tim darat telah bergerak menuju lokasi indikatif terakhir pesawat terpantau. Namun demikian, proses pencarian menghadapi tantangan berat akibat medan pegunungan yang terjal serta kondisi cuaca berkabut.

Pencarian dilakukan melalui jalur udara dan darat dengan melibatkan unsur TNI, Polri, Basarnas, BPBD, serta relawan setempat. Tim SAR gabungan melakukan penyisiran secara intensif di area yang diduga menjadi titik terakhir hilangnya kontak pesawat.

Gubernur Sulsel juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak berspekulasi terkait informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang, bersabar, dan mendoakan yang terbaik. Terkait informasi adanya temuan serpihan dari warga, saat ini masih dalam tahap verifikasi oleh tim SAR. Kita menunggu informasi resmi,” tegasnya.

Sementara itu, pihak Basarnas menyatakan bahwa setiap perkembangan terbaru akan disampaikan secara resmi kepada publik. Masyarakat diminta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi guna menghindari kepanikan.

Operasi pencarian akan terus dilanjutkan dengan penambahan personel serta optimalisasi peralatan, seiring dengan membaiknya kondisi cuaca di lokasi pencarian. (Ilyas ilho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *