Gubernur Sumsel: Jalan Rusak Menghubungkan Muara Beliti Musi Rawas – Kabupaten Musi Banyuasin, Segera Akan Diperbaiki

Berita Daerah819 Dilihat

DetikSR.ID LUBUKLINGGAU – Kabar gembira ini disampaikan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), H.Herman Deru usai melakukan pengecekan langsung kondisi ruas Jalan Sekayu (Kabupaten Musi Banyuasin/Muba) Muara Beliti (Kabupaten Musi Rawas) sepanjang 115 kilometer, Jumat (26/12/2025).

Orang Nomor Satu di Sumsel itu memastikan perbaikan jalan tersebut akan segera dilaksanakan karena seluruh proses administrasi hampir rampung. “Ini bukan sekadar sudah dianggarkan, tapi sudah ditenderkan, tinggal menunggu Surat Perintah Kerja (SPK). Kontraknya pun sudah, setelah itu langsung pelaksanaan. Mudah-mudahan awal tahun ini sudah di lapangan. Nilainya Rp170 miliar,” ungkapnya.

Gubernur menegaskan kepastian tersebut setelah berkoordinasi langsung dengan Kementerian PUPR dan Direktorat Jenderal Bina Marga. “Kemarin sudah saya konkretkan dengan Kementerian dan Dirjen Bina Marga, Pak Roy. Sudah fix, termasuk nama kontraktornya dari pusat,” jelasnya.

Disampaikan Gubernur, hasil peninjauan menunjukkan hampir separuh ruas jalan tersebut mengalami kerusakan cukup parah. “Hari ini tiga daerah. Pertama tadi saya ke Musi Rawas memastikan ruas jalan Sekayu-Muara Beliti yang 115 kilometer itu separah apa rusaknya,” kata Herman Deru kepada awak media usai Safari Jumat di Masjid Anniyaturrohimin Kelurahan Batu Urip Permai Kecamatan Lubuk Linggau Utara II Kota Lubuk Linggau.

Orang Nomor Satu di Sumsel itu mengungkapkan, keluhan soal kerusakan jalan tersebut sebelumnya ramai disampaikan masyarakat melalui media sosial hingga viral. Setelah melihat langsung kondisi di lapangan, ia membenarkan keluhan warga tersebut.

“Seperti yang diteriakkan para netizen dan pengguna jalan, ternyata memang parah. Dari 115 kilometer hampir separuh rusak, spot-spot,” ujarnya. Meski demikian, Herman Deru mengingatkan pentingnya pengawasan ketat selama pelaksanaan pekerjaan agar kualitas jalan terjamin. la juga meminta masyarakat ikut mengawasi serta memahami penyebab utama kerusakan jalan tersebut. “Jangan hanya teriak rusak saja, tapi lihat juga penyebabnya siapa. Ini akibat ODOL (over dimension over loading),” tegasnya.

Menurut Herman Deru, saat melakukan peninjauan ia mendapati banyak kendaraan angkutan melebihi batas muatan yang diizinkan. Bahkan, kondisi tersebut sempat ia rekam dalam bentuk video. “Ada kendaraan yang KIR-nya cuma 4 ton, tapi muatannya 11 ton. Yang seharusnya 11 ton, diisi 20 ton, bahkan ada yang mestinya 17 ton jadi 30 ton,” bebernya. la menilai, jika tidak dikendalikan, pelanggaran muatan tersebut akan kembali merusak jalan meski sudah diperbaiki. Oleh karena itu, ia meminta partisipasi aktif masyarakat dalam pengawasan.

“Kalau anggaran kabupaten setahun tidak cukup untuk bangun jalan itu. Jadi Ibu Bupati tidak usah khawatir lagi. Kalau ada masyarakat bertanya, sampaikan bahwa Pak Gubernur sudah turun ke lapangan dan perbaikannya sudah ditenderkan,” katanya.

Sementara itu, dalam rangkaian kunjungan kerjanya di Kota Lubuk Linggau, sebelum Safari Jumat, Herman Deru juga meninjau akses Jalan Kenanga II Kota Lubuk Linggau telah selesai ditingkatkan dengan menggunakan Dana BKBK dari Gubernur. Dalam kegiatan tersebut, ia didampingi Wali Kota Lubuk Linggau H Rachmat Hidayat (Yopi Karim) serta Anggota DPR RI Komisi XI Fauzi Amro. (Rif’at Achmad).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *