Imbau Masyarakat Jaga Kondusifitas Wilayah,Ketua FWJI Kota tangerang “Waspadai Provokasi, Jaga Ketertiban Bersama

Organisasi36 Dilihat

DetikSR.id TANGERANG, — Menyikapi potensi eskalasi sosial di tengah perkembangan informasi digital yang tidak sepenuhnya akurat dan bertanggung jawab, Forum Wartawan Jaya Indonesia (FWJI) Koordinator Wilayah Kota Tangerang mengeluarkan seruan terbuka kepada seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga stabilitas wilayah hukum Polres Metro Tangerang Kota secara kolektif, arif, dan proporsional.

Ketua FWJI Korwil Kota Tangerang, Cecep Yuliardi, dalam keterangannya menegaskan bahwa partisipasi aktif seluruh unsur masyarakat—termasuk organisasi kemasyarakatan (ormas), lembaga swadaya masyarakat (LSM), komunitas mahasiswa, dan warga secara umum—merupakan pilar utama dalam mencegah terjadinya gangguan ketertiban umum yang dapat disulut oleh penyebaran konten digital provokatif.

“Kami mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah terpancing oleh video maupun narasi yang belum terverifikasi secara faktual, karena konten semacam itu berpotensi menciptakan kontroversi dan bahkan konflik horizontal. Mari kita pertahankan Tangerang sebagai kota yang kondusif dan berkeadaban,” imbuhnya.Minggu (31/08/2025).

Dalam pernyataannya, Cecep Yuliardi juga menekankan bahwa beberapa titik wilayah Kota Tangerang memiliki kerentanan sosial tertentu yang perlu menjadi perhatian bersama. Namun, ia juga menggarisbawahi bahwa tanggung jawab menjaga keamanan bukan semata berada di pundak aparat penegak hukum, melainkan menjadi tugas seluruh warga negara dalam semangat tanggung jawab sosial dan kolektivitas demokratis.

FWJI menilai bahwa Kota Tangerang adalah representasi masyarakat urban yang menjunjung tinggi nilai-nilai Akhlaqul Karimah—yakni tata nilai berbasis moral, etika, dan toleransi sosial. Dengan modal tersebut, masyarakat Tangerang dinilai telah memiliki kecerdasan sosial untuk memilah informasi yang bersifat edukatif dari yang bersifat destruktif.

“Kami menghormati hak setiap warga negara untuk menyampaikan aspirasi, sebab itu dijamin oleh konstitusi. Namun, penting untuk digarisbawahi bahwa kebebasan berekspresi tidak boleh mengorbankan ketertiban umum dan keamanan warga lainnya. Aksi yang dilakukan harus tetap damai, tertib, dan bermartabat,” tambahnya.

Sebagai lembaga profesi yang berlandaskan etika jurnalistik dan independensi, FWJI menegaskan posisinya sebagai pilar demokrasi yang netral, tidak memihak kepada kelompok manapun, serta tidak digerakkan oleh kepentingan ekonomi ataupun politik tertentu. Menurut Cecep, FWJI hadir di tengah masyarakat Kota Tangerang semata-mata sebagai bagian dari sistem sosial yang memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga informasi tetap dalam bingkai edukatif dan konstruktif.

“Kami tidak dibayar, tidak membela pihak manapun. FWJI hadir di Kota Tangerang untuk turut membantu masyarakat, menjaga ruang publik yang sehat, dan menjadi bagian dari pembangunan demokrasi lokal yang berintegritas,” tuturnya.

Imbauan ini hadir sebagai bentuk respon terhadap fenomena meningkatnya arus konten digital yang manipulatif, provokatif, dan sering kali dimanfaatkan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab untuk menciptakan kegaduhan sosial. FWJI mengingatkan pentingnya verifikasi informasi, literasi digital, dan kehati-hatian dalam berbagi konten di ruang maya, agar tidak menjadi bagian dari rantai disinformasi.

“Kita hidup di era di mana informasi menyebar lebih cepat dari klarifikasi. Oleh karena itu, mari kita jadi masyarakat yang cerdas, waspada, dan tidak reaktif,” tegas Cecep.

Menutup pernyataannya, FWJI Kota Tangerang menyerukan kolaborasi antarwarga, media, pemerintah, dan aparat keamanan untuk terus menjaga integrasi sosial, mencegah polarisasi, dan memastikan bahwa Kota Tangerang tetap menjadi ruang hidup yang aman, toleran, serta mampu merawat kebhinekaan.

“Tangerang adalah rumah kita bersama. Mari kita rawat dengan kesadaran kolektif, dengan cinta damai, dan dengan semangat membangun—tanpa saling menyakiti dan tanpa saling mencurigai,” pungkasnya.(*/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *