Indahnya Gotong Royong Dan Kebersamaan Warga Perumahan Telaga Kahuripan

Sosial42 Dilihat

Oleh : Muslich Taman, Warga dan Penulis Buku: Guru Sang Arsitek Masa Depan

DetikSR.id Bogor – Di tengah riuhnya kehidupan modern yang kerap melahirkan sekat-sekat individualisme, warga Komplek Perumahan Telaga Kahuripan di Kecamatan Kemang, Bogor, justru menghadirkan oase yang menenangkan dan patut menjadi teladan: kebersamaan yang hidup, gotong royong yang nyata, dan kekompakan yang tak sekadar slogan.

Memasuki kawasan komplek perumahan ini, kesan pertama yang muncul adalah kesejukan dan keasrian lingkungan yang terjaga rapi, berpadu dengan gerbang perumahan yang megah dan menjulang, seakan menjadi simbol kemewahan dan kebanggaan warganya. Namun, keindahan fisik itu sesungguhnya hanyalah permukaan. Di baliknya, berdenyut kehidupan sosial dan keagamaan yang hangat dan penuh makna.

Masjid dan Mushalla yang ada di setiap cluster tampak hidup dan ramai dengan beragam program kegiatan yang dikemas pengurusnya. Masyarakat dan jamaah bisa bebas memilih program mana yang dia suka. Begitu juga, bermacam-macam kegiatan sosial kemasyarakatan di tengah-tengah warganya.

Banyak pula lembaga pendidikan berkualitas dibangun di dalam kawasan perumahan ini. Di antaranya: Sekolah Madania, Marsudirini, Dinamika Umat, Pelita Insani, Al-Kalam, Istana Al-Quran, dan setahun yang lalu hadir SMAN I Kemang. Semua itu dapat menjadi pilihan terbaik bagi setiap warga untuk menyekolahkan putra-putrinya.

Warga Perumahan Telaga Kahuripan, memiliki semangat gotong royong, berbagi, dan budaya bersedekah yang kuat. Mereka tak sekadar tinggal berdampingan, tetapi hidup bersama —saling peduli, tolong menolong, dan menopang dalam berbagai kegiatan keumatan serta kemasyarakatan. Semangat bahu-membahu ini bukan hanya terlihat dalam acara besar, tetapi juga dalam aktivitas keseharian yang sederhana.

Salah satu bukti nyata terkait semangat gotong royong dan kebersamaan di antara mereka adalah berdirinya Masjid Raya Telaga Kahuripan (MRTK) —sebuah bangunan megah yang menjadi ikon religiusitas sekaligus kebanggaan umat Islam warga perumahan. Masjid ini menjadi saksi dan karya nyata dari semangat gotong royong, kerja keras, dan kedermawanan warga yang tak mengenal putus asa. Dari tangan-tangan yang tulus dan jiwa-jiwa yang kaya, berdirilah rumah ibadah yang kokoh dan indah tersebut, sebagai pusat kegiatan keagamaan dan centra membangun peradaban masa depan umat.

Tak berhenti di situ, semangat gotong royong dan kedermawanan warga juga melahirkan dua lahan pemakaman muslim yang berasal dari wakaf warga. Sebuah bentuk kepedulian yang melampaui kehidupan duniawi, memastikan bahwa setiap warga harus tetap terlayani hingga akhir hayatnya dengan penuh penghormatan dan kenyamanan.

Dalam aspek pelayanan sosial, warga juga telah sukses bergotong royong menghadirkan dua unit mobil ambulance gratis yang siap melayani siapa pun yang membutuhkan. Baik dalam kondisi sakit maupun saat duka datang. Kehadiran mobil ambulance ini menjadi simbol nyata bahwa solidaritas warga di komplek perumahan Telaga Kahuripan bukan sekadar wacana, melainkan aksi nyata.

Pembangunan infrastruktur jalan pun menjadi cermin kekompakan warga. Beberapa tahun lalu, dengan swadaya, mereka telah berhasil mengecor beton jalan warga di depan rumah masing-masing. Dan saat ini, puncaknya pada Sabtu, 30 Mei 2026, semangat itu kembali terlihat dalam kerja bakti mengecor jalan utama masuk Teras dan Candraloka, tepatnya di jalan akses masuk di sisi kanan Masjid Raya Telaga Kahuripan. Keringat yang menetes di bawah terik hari itu menjadi saksi bahwa gotong royong dan kebersamaan warga adalah kekuatan yang tak ternilai.

Saat dimintai keterangan, Sukaryanto, selaku Ketua RT. 01/10 sekaligus Ketua Panitia perbaikan jalan, merasa bersyukur dan takjub, seolah tak percaya, ternyata amanah berat yang diberikan kepadanya bisa terwujud. “Semua titik pengecoran sudah terealisasi, tinggal tahap berikutnya penambalan jalan berlubang dengan hot mix. Semoga semua agenda berjalan sukses dan penuh keberkahan, mampu memberikan manfaat bagi masyarakat luas.” Harapnya dengan optimis.

Adapun Ir. Haji Sigit Nurwibowo selaku tokoh masyarakat yang ikut terjun langsung di lapangan, saat dimintai pendapatnya terkait program pengecoran jalan, beliau sangat mengapresiasi dan mendukung penuh program yang ada, serta berharap, semoga siapa pun yang melewati jalan tersebut merasa lebih nyaman. Termasuk warga yang pergi atau pulang dari ibadah di Masjid. Mudah-mudahan program perbaikan jalan ini menjadi jalan kebaikan bagi semua pihak, tegasnya.

Sementara itu, H. Mardaih selaku perwakilan donatur sekaligus tokoh penggerak program sosial warga ini, merasa tertarik ikut berdonasi dan membantu kerja panitia, karena beliau menyadari, bahwa kekayaan yang hakiki adalah kekayaan yang disedekahkan di jalan kebaikan. Bukan kekayaan yang disimpan atau ditabung hingga pemiliknya meninggal dunia. “Saya juga teringat hadits Nabi, ‘Barangsiapa yang memudahkan urusan orang lain, maka Allah akan mempermudah urusannya.” Pungkas H. Mardaih.

Semangat gotong royong dan kebersamaan warga Perumahan Telaga Kahuriapan yang luar biasa, juga terwujud dalam momen perayaan Idul Qurban tahun ini, beberapa hari yang lalu. Di saat banyak tempat mengalami penurunan jumlah hewan qurban yang disembelih, warga Telaga Kahuripan justru mencatat rekor membanggakan: terkumpul 35 ekor sapi dan 93 ekor kambing qurban berhasil disembelih. Lebih dari sekadar angka, ini adalah cermin keimanan, kepedulian, dan semangat berbagi yang terus menyala. Daging qurban pun tak hanya dinikmati warga perumahan sendiri. Tetapi, juga dibagikan kepada masyarakat kampung sekitar. Yang muslim dan nonmuslim. Memperluas lingkaran keberkahan dan persaudaraan.

Semua ini tentu tidak terlepas dari sinergi yang hangat, saling menghormati dan menghargai, antar berbagai elemen masyarakat. Para inspirator kebaikan, tokoh agama, tokoh masyarakat, aparat desa, pengurus RW dan RT, serta warga, berjalan seiring, saling menyemangati dan menguatkan. Termasuk tulisan ini pun dalam rangka niat tersebut.

Komplek Perumahan Telaga Kahuripan, bukan sekadar kawasan hunian. Ia adalah cermin harapan —bahwa di tengah perubahan zaman, nilai-nilai luhur seperti gotong royong, keteladanan, kepedulian, kedermawanan, dan kebersamaan tetap bisa tumbuh dengan baik. Di sanalah, keindahan sejati sebuah perumahan, tidak hanya terletak pada bangunan fisiknya, tetapi pada hati-hati dan tekad yang saling terhubung dalam kebaikan. Wallahu a`lam.(*/Red-Mt-Rhidayat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *