Indonesia Berduka, Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu Wafat

Berita247 Dilihat

DetikSR.id JAKARTA — Kabar duka menyelimuti Indonesia. Mantan Menteri Pertahanan Republik Indonesia periode 2014–2019, Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu, meninggal dunia pada Minggu (31/5/2026) di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta. Almarhum mengembuskan napas terakhir pada pukul 14.03 WIB setelah menjalani perawatan intensif.

Kepergian almarhum menjadi kehilangan besar bagi bangsa Indonesia, khususnya keluarga besar Tentara Nasional Indonesia dan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia. Sosok Ryamizard dikenal sebagai prajurit, pemimpin, sekaligus negarawan yang mengabdikan sebagian besar hidupnya untuk menjaga kedaulatan dan pertahanan negara.

Kementerian Pertahanan
Sepanjang karier militernya, Ryamizard Ryacudu pernah menduduki sejumlah jabatan strategis, di antaranya sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) periode 2002–2005 serta Menteri Pertahanan Republik Indonesia pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo periode pertama, yakni 2014–2019.

Dalam berbagai tugas yang diembannya, almarhum dikenal memiliki komitmen kuat terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan pembangunan sistem pertahanan nasional.

Kementerian Pertahanan Republik Indonesia menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya salah satu putra terbaik bangsa tersebut. Berbagai jasa, pemikiran, dan dedikasi almarhum dalam memperkuat pertahanan negara disebut akan terus dikenang sebagai bagian penting dalam perjalanan bangsa Indonesia.

Kementerian Pertahanan

Sebagai bentuk penghormatan negara atas pengabdian almarhum, jenazah dijadwalkan disemayamkan di lingkungan Kementerian Pertahanan sebelum diberangkatkan menuju Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata untuk dimakamkan secara militer. Upacara penghormatan dan pemakaman militer akan dilaksanakan sebagai penghargaan terakhir kepada seorang prajurit yang telah mendedikasikan hidupnya bagi bangsa dan negara.

Kepergian Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu meninggalkan jejak pengabdian yang akan selalu dikenang dalam sejarah pertahanan Indonesia.
Selamat jalan, Jenderal. Terima kasih atas pengabdian dan dedikasi untuk Indonesia. ( Rif’at Achmad )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *