Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Tiba di Tanjung Priok, Babak Baru Armada TNI AL Dimulai

Berita67 Dilihat

DetikSR.id Jakarta, Kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi akhirnya tiba di Tanah Air. Kapal perang eks Angkatan Laut Italia tersebut resmi bersandar di Dermaga 107, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada (18/9/2026).

Berdasarkan pantauan di lokasi, Giuseppe Garibaldi mulai memasuki kawasan pelabuhan sekitar pukul 07.58 WIB. Kedatangannya disambut prosesi militer dengan iringan marching band TNI yang memainkan sejumlah lagu, termasuk lagu khas Betawi, Si Jali Jali.

Prosesi penyambutan berlangsung di tengah kehadiran sejumlah pejabat tinggi pertahanan dan TNI. Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali, serta Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono turut hadir menyambut kedatangan kapal tersebut.

Kedatangan Giuseppe Garibaldi menjadi perhatian besar karena kapal tersebut diproyeksikan menjadi kapal induk pertama yang dioperasikan TNI Angkatan Laut. Namun, secara administratif kapal itu belum resmi menjadi bagian dari armada TNI AL pada hari kedatangannya.

KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali mengatakan proses serah terima kapal dari Italia kepada Indonesia dijadwalkan berlangsung pada 24 September 2026. Pada momentum tersebut, bendera Italia direncanakan diganti dengan bendera Merah Putih dan kapal akan resmi menyandang nama KRI Sriwijaya.

“Kemungkinan akan diserahkan dan menjadi kapal TNI Angkatan Laut atau menjadi Kapal Republik Indonesia atau KRI pada tanggal 24 September,” kata Ali.

Setelah proses serah terima, kapal tidak langsung dikerahkan dalam operasi. TNI AL akan melakukan pembenahan fisik dan perbaikan mesin agar kapal dapat disesuaikan dengan kebutuhan operasional Indonesia.

Ali menyebut orientasi penggunaan kapal tersebut akan lebih banyak diarahkan untuk Operasi Militer Selain Perang (OMSP), termasuk penanganan bencana dan bantuan kemanusiaan. Salah satu penggunaannya yang telah disebut adalah dukungan terhadap penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Giuseppe Garibaldi berangkat dari Taranto, Italia, pada 24 Agustus 2026. Selama pelayaran menuju Indonesia, kapal tersebut dikawal kapal perang Angkatan Laut Italia.

Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tunggul sebelumnya mengatakan kapal tersebut sempat singgah di sejumlah negara, salah satunya Sri Lanka.

Dari Sri Lanka, Giuseppe Garibaldi kemudian melanjutkan pelayaran menuju Indonesia. Kapal memasuki wilayah perairan nasional melalui Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I, kawasan perairan Bangka, Kepulauan Bangka Belitung.

Begitu memasuki wilayah Indonesia, Giuseppe Garibaldi mendapat pengawalan langsung dari dua kapal perang TNI AL, yakni KRI Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321. Kedua kapal tersebut mengawal Giuseppe Garibaldi dalam pelayaran menuju Jakarta.

Pengawalan tersebut menandai salah satu tahapan penting dalam perjalanan kapal yang nantinya akan menjadi bagian dari armada TNI AL.

Meski telah tiba di Jakarta, Giuseppe Garibaldi belum serta-merta dapat digunakan untuk seluruh kebutuhan operasional TNI AL. Kapal masih akan menjalani serangkaian pembenahan, termasuk perbaikan fisik dan mesin.

KSAL Muhammad Ali menyebut kapal tersebut masih memiliki masa operasional yang cukup panjang setelah dilakukan perawatan dan penyesuaian. Ia memperkirakan Giuseppe Garibaldi masih dapat digunakan TNI AL sekitar 15 hingga 20 tahun ke depan.

TNI AL juga telah menyiapkan personel untuk mengawaki kapal tersebut. Sebanyak 100 prajurit TNI AL mengikuti proses seleksi dan pelatihan sebelum diberangkatkan ke Italia untuk menjalani familiarisasi bersama personel Angkatan Laut Italia.

Kolonel Laut (P) Fuad Hasan ditunjuk sebagai calon komandan kapal induk pertama Indonesia. Ia bersama personel TNI AL lainnya turut mengawaki Giuseppe Garibaldi dalam pelayaran dari Italia menuju Indonesia.

Saat ini Giuseppe Garibaldi masih menggunakan bendera Italia dan berada di bawah komando Kapten Marco Guerriero. Status tersebut akan berubah setelah proses serah terima yang dijadwalkan pada 24 September mendatang.

Dengan tibanya Giuseppe Garibaldi di Tanjung Priok, Indonesia memasuki tahap baru dalam pengoperasian kapal induk. Namun, perjalanan kapal tersebut untuk benar-benar menjadi bagian dari sistem pertahanan Indonesia masih berlanjut, mulai dari serah terima, pergantian identitas menjadi KRI Sriwijaya, hingga proses pembenahan dan penyesuaian dengan kebutuhan operasi TNI AL.

Ervinna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *