Kapolri Suyudi dan Jaksa Agung ST Burhanuddin Perkuat Sinergi Penegakan Hukum dan Pengamanan Kejaksaan

Berita98 Dilihat

DetikSR.id Jakarta, Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menegaskan komitmen Polri untuk memperkuat dukungan pengamanan terhadap jajaran Kejaksaan Agung (Kejagung) sekaligus meningkatkan sinergi penegakan hukum antara kedua institusi. Penguatan kerja sama tersebut diharapkan mampu mendukung kelancaran penanganan perkara, memperkuat kepastian hukum, serta mewujudkan keadilan bagi masyarakat.

Komitmen itu disampaikan Suyudi saat bersilaturahmi dengan Jaksa Agung ST Burhanuddin di Gedung Utama Kejaksaan Agung, Kebayoran Baru, Jakarta , pada (14/10/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Kapolri didampingi Wakapolri Komjen Wahyu Hadiningrat dan sejumlah pejabat utama Mabes Polri.

Suyudi menegaskan, dukungan Polri terhadap Kejaksaan merupakan bagian dari kerja sama antarlembaga yang telah terjalin, termasuk dalam aspek pengamanan sebagaimana diatur dalam nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU).

“Kita Kepolisian Republik Indonesia tentunya juga senantiasa akan memberikan dukungan apa pun kepada jajaran Kejaksaan, baik itu pengamanan sesuai dengan MoU yang sudah kita bangun, sehingga hubungan antara Polri dan Kejaksaan akan semakin lebih baik lagi, lebih sinergis lagi,” kata Suyudi.

Menurut Suyudi, penguatan hubungan kelembagaan tidak cukup berhenti pada komunikasi di tingkat pimpinan. Sinergi tersebut perlu diterjemahkan ke dalam koordinasi teknis dan kerja bersama di seluruh tingkatan, mulai dari pusat hingga daerah.

Ia berharap, hubungan antara penyidik Polri dan jaksa penuntut umum (JPU) semakin solid sehingga proses penegakan hukum dapat berjalan secara efektif, profesional, dan berorientasi pada keadilan.

“Insyaallah silaturahmi pada pagi hari ini bisa menjalin hubungan yang lebih baik, lebih kolaboratif, sehingga apa yang diharapkan oleh masyarakat, mewujudkan sebuah keadilan di Indonesia ini bisa terwujud. Dan juga hubungan antara penyidik dengan teman-teman di Kejaksaan bisa lebih sinergis lagi dari mulai di Kejaksaan Agung sampai ke wilayah-wilayah di kejari-kejari di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Jaksa Agung: Penyidik dan Penuntut Umum Satu Kesatuan

Jaksa Agung ST Burhanuddin menyambut baik kunjungan Kapolri beserta jajaran Mabes Polri. Ia menyebut pertemuan tersebut sebagai momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat koordinasi dan sinergi dalam pelaksanaan tugas penegakan hukum.

“Bahwa hari ini kami kedatangan Pak Kapolri dan Wakapolri beserta PJU yang lain. Dan tentunya kedatangan ke kami adalah dalam rangka menjalin silaturahmi dan sekaligus mensinergikan,” kata Burhanuddin kepada wartawan di Gedung Utama Kejagung.

Burhanuddin menekankan pentingnya hubungan yang erat antara penyidik kepolisian dan jaksa penuntut umum. Keduanya memiliki peran yang saling berkaitan dalam sistem peradilan pidana, sehingga kualitas penanganan perkara pada tahap penyidikan akan berpengaruh terhadap proses penuntutan dan pemeriksaan di pengadilan.

“Bahwa memang antara penyidik dan penuntut umum adalah satu… satu kesatuan yang tidak terpisah-pisahkan. Dan bahwa hari ini kami kedatangan Pak Kapolri dan Wakapolri beserta PJU yang lain, akan menghasilkan putusan yang bagus. Dan ini adalah untuk keadilan masyarakat,” tuturnya.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa koordinasi antara penyidik dan jaksa menjadi salah satu unsur penting dalam memastikan perkara ditangani berdasarkan alat bukti yang memadai, memenuhi ketentuan hukum, serta dapat dipertanggungjawabkan dalam proses peradilan.

Dalam praktiknya, sinergi yang baik diharapkan dapat meminimalkan kendala koordinasi dalam penanganan perkara, memperjelas pemenuhan petunjuk jaksa terhadap hasil penyidikan, dan mendukung proses penuntutan yang lebih terarah.

Meski demikian, setiap tahapan penegakan hukum tetap harus dilaksanakan sesuai kewenangan, prosedur, dan prinsip independensi masing-masing institusi.

Kapolri Baru Ingin Tingkatkan Kolaborasi

Suyudi mengatakan, silaturahmi dengan Kejaksaan Agung menjadi bagian dari upayanya membangun komunikasi dengan mitra kerja setelah menjabat sebagai Kapolri. Ia menilai hubungan yang telah terjalin selama ini perlu terus dipelihara dan ditingkatkan agar kerja sama kedua lembaga semakin efektif.

“Pagi hari ini kami selaku pejabat Kapolri yang baru, kami tentunya harus bersilaturahmi kepada rekan-rekan kerja kami. Yang pertama ini adalah Pak Jaksa Agung. Dan kantornya juga sangat dekat dan kami tentunya ingin membangun silaturahmi dan juga sinergitas yang lebih baik yang selama ini sudah terjaga ya mudah-mudahan ke depan lebih baik lagi,” ujar Suyudi.

Ia menambahkan, Polri dan Kejaksaan merupakan bagian dari sistem peradilan pidana atau criminal justice system. Karena itu, koordinasi kedua lembaga dibutuhkan untuk memastikan proses penegakan hukum berjalan secara berkesinambungan, mulai dari penyidikan hingga penuntutan.

“Dan tentunya kami menyadari kami semua adalah bagian daripada criminal justice system yang mana tentunya kami harus bersinergi dan berkolaborasi dalam rangka memberikan kepastian hukum dan juga tentunya ini menjadi harapan masyarakat Indonesia,” imbuhnya.

Penguatan sinergi tersebut menjadi penting karena keberhasilan penegakan hukum tidak hanya ditentukan oleh tindakan aparat pada satu tahapan, tetapi juga oleh keterpaduan proses, ketepatan penerapan hukum, serta akuntabilitas dalam setiap pengambilan keputusan.

Di sisi lain, kerja sama antarlembaga juga perlu berjalan seiring dengan penghormatan terhadap kewenangan masing-masing, transparansi, dan pengawasan yang memadai. Dengan demikian, kolaborasi tidak hanya memperlancar penanganan perkara, tetapi juga menjaga kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.

Sejumlah Pejabat Utama Mabes Polri Turut Hadir

Berdasarkan pantauan di lokasi, rombongan Kapolri tiba di Gedung Kejaksaan Agung, Kebayoran Baru, Jakarta, pada (14/10/2026). Kedatangan mereka disambut oleh jajaran pejabat Kejagung sebelum memasuki Gedung Utama untuk melaksanakan pertemuan.

Selain Wakapolri Komjen Wahyu Hadiningrat, rombongan tersebut turut dihadiri Kabareskrim Polri Komjen Asep Safrudin, Kadiv Propam Polri Irjen Mahmud Nazly Harahap, Kakorlantas Polri Brigjen Aries Syahbudin, Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir, serta Kakortas Tipikor Polri Irjen Arie Ardian Rishadi dan sejumlah pejabat utama Mabes Polri lainnya.

Kehadiran jajaran pimpinan tersebut memperlihatkan bahwa penguatan hubungan Polri dan Kejaksaan mencakup berbagai aspek pelaksanaan tugas, mulai dari penegakan hukum, pengawasan internal, hingga dukungan pengamanan.

Pertemuan Kapolri dan Jaksa Agung ini sekaligus menegaskan pentingnya kesinambungan kerja sama kedua institusi dalam menjaga proses penegakan hukum yang profesional dan berkeadilan.

Ke depan, efektivitas sinergi Polri dan Kejaksaan akan ditentukan oleh pelaksanaan konkret dari komitmen tersebut, baik dalam koordinasi penyidikan dan penuntutan, pelaksanaan kesepakatan pengamanan, maupun penyelesaian kendala yang muncul dalam penanganan perkara.

Pada akhirnya, masyarakat membutuhkan kerja sama penegak hukum yang tidak hanya kuat secara kelembagaan, tetapi juga konsisten menjunjung hukum, menjamin kepastian, dan memberikan rasa keadilan.

Ervinna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *