Kasus Campak di Kota Lubuk Linggau Alami Lonjakan. Masyarakat Dihimbau Budayakan PHBS

Berita Daerah297 Dilihat

DetikSR.id LUBUKLINGGAU  – Kasus campak di Kota Lubuklinggau mengalami lonjakan pada triwulan pertama terhitung sejak Januari hingga April 2026. Berdasarkan data, tercatat sebanyak 26 kasus positif dari 41 sample sedangkan 15 sample dinyatakan negatif.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Lubuklinggau, Marlinda Sari mengatakan, untuk kasus campak pada triwulan pertama mengalami kenaikan, dimana dari 41 sample yang diambil 26 dinyatakan positif.
“Dikihat dari data, kasus tersebut meningkat  dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Dimana ada 26 kasus yang dinyatakan positif,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kota Lubuklinggau, Marlinda Sari kepada wartawan, Senin (14/4/2026).

Dalam mengantisipasi tingginya kasus campak tersebut, saat ini pihaknya telah gencar sosialisasi dan penyuluhan kepada masyarakat terkait pentingnya vaksin campak.
“Kita kejar imunisasi untuk anak yang vaksin campaknya belum lengkap diberikan. Dengan harapan kasus campak di Lubuklinggau kembali turun,” ujarnya.

Tak hanya itu, menambahkan semua yang dinyatakan positif campak sudah dilakukan kunjungan dan penyelidikan epidimologi (PE).
“Itu merupakan investigasi ilmiah untuk mencari penyebab, sumber, cara penularan, dan faktor risiko suatu penyakit atau masalah kesehatan guna mengendalikan penyebarannya,” jelasnya.

Sementara itu , Kabid P2P Dinkes Lubuk Linggau Lena Agustina menambahkan, terdata dari Januari hingga April 2026, ada sebanyak 68 kasus suspek dan sudah diambil sampel serta diperiksa.

Ia mengatakan saat ini sudah 41 sampel yang hasilnya sudah keluar dimana ada 26 yang dinyatakan positif campak dan 15 negatif.

“Dari Januari sampai April 2026 ini sudah diambil sampel sebanyak 68 orang dan yang sudah ada hasilnya yakni 41 orang. Hasilnya 26 orang dinyatakan positif campak dan 15 orang lainnya negatif.

Sementara sisanya yakni 27 orang belum keluar hasilnya,” ungkap Lena Agustina.
Sementara pada tahun 2025 diketahui ada 30 kasus suspek dan diambil sampel sebanyak 23 orang. Hasilnya ada 5 orang positif campak dan 18 orang lainnya dinyatakan negatif.

“Sampel diperiksa di BBLK (Balai Besar Laboratorium Kesehatan) Palembang. Untuk awal tahun ini kalau lihat data ada peningkatan dibandingkan dengan tahun sebelumnya, namun itu masih sesuai target discarded Lubuklinggau sehingga kita belum masuk KLB (Kejadian Luar Biasa). Semoga saja sampai akhir tahun nanti tidak terjadi,” jelasnya.
Lena mengungkapkan rata-tara orang yang positif campak dikarenakan imunisasi campak mereka yang tidak lengkap.

“Vaksin campak itu diberikan sebanyak 3 kali, rata-rata mereka yang tertular ini tidak lengkap vaksinnya, ada yang baru 2 kali dan ada yang cuman 1 kali,” pungkapnya. ( Rif’at Achmad ).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *