Kemenbud dan Danantara Indonesia Trust Jalin Kerja Sama Revitalisasi Museum Nasional

Berita54 Dilihat

DetikSR.id Jakarta, Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) melalui Museum dan Cagar Budaya menandatangani Nota Kesepahaman dengan Danantara Indonesia Trust terkait revitalisasi Museum Nasional Indonesia. Penandatanganan kerja sama tersebut berlangsung di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, pada 25 Mei 2026.

Kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam mendukung pemulihan dan pengembangan Museum Nasional Indonesia pascakebakaran yang terjadi beberapa waktu lalu. Kerja sama tersebut mencakup pengembangan fasilitas perpustakaan museum sebagai pusat pengetahuan, riset, dan literasi kebudayaan, sekaligus revitalisasi sejumlah area gedung yang terdampak kebakaran agar dapat kembali berfungsi secara optimal sebagai ruang publik budaya dan pusat edukasi masyarakat.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan bahwa keterlibatan berbagai pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam upaya memajukan kebudayaan nasional.

Menurutnya, sejak Kementerian Kebudayaan berdiri sebagai kementerian tersendiri, pemerintah juga telah membentuk Dewan Penyantun Museum dan Cagar Budaya untuk memperluas partisipasi masyarakat, dunia usaha, dan sektor filantropi dalam mendukung pelestarian serta pengembangan kebudayaan Indonesia.

“Pembentukan Dewan Penyantun Museum dan Cagar Budaya merupakan bagian dari upaya kami untuk melibatkan semakin banyak pemangku kepentingan, terutama dari sektor swasta, agar bersama-sama memajukan kebudayaan nasional,” ujar Fadli Zon dalam keterangannya.

Ia menegaskan bahwa Indonesia memiliki kekayaan budaya yang luar biasa besar dan beragam atau cultural mega diversity yang dapat menjadi fondasi penting bagi pengembangan ekonomi kreatif dan industri budaya nasional di masa depan.

Namun, potensi tersebut hanya dapat diwujudkan melalui sinergi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, lembaga filantropi, komunitas budaya, dan masyarakat luas.

Menurut Fadli Zon, dukungan dari berbagai pihak, termasuk Danantara Indonesia Trust, menjadi faktor penting dalam memperkuat posisi kebudayaan Indonesia di tingkat internasional.

Ia berharap kehadiran lembaga filantropi tersebut mampu membangun kepercayaan publik sekaligus mendorong semakin banyak pihak untuk berkontribusi dalam pengembangan kebudayaan nasional.
“Kami berharap kehadiran Danantara Indonesia Trust dapat membangun kepercayaan dan menginspirasi lebih banyak filantropis untuk ikut berpartisipasi dalam memajukan kebudayaan Indonesia,” katanya.

Sementara itu, Ketua Pengurus Danantara Indonesia Trust, Nuraini Razak, menjelaskan bahwa kerja sama dengan Museum dan Cagar Budaya merupakan bagian dari komitmen lembaganya dalam memperluas akses masyarakat terhadap pengetahuan, seni, dan budaya.

Melalui program ini, masyarakat diharapkan memperoleh ruang pembelajaran yang lebih terbuka, inklusif, dan berkualitas.
Di kesempatan yang sama, Rosan Roeslani selaku Chief Executive Officer Danantara sekaligus Pembina Danantara Indonesia Trust menegaskan bahwa seluruh program yang dijalankan lembaganya berorientasi pada penciptaan dampak sosial yang berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia.

Menurut Rosan, sejak didirikan pada Oktober 2025, Danantara Indonesia Trust secara konsisten membangun kolaborasi dengan berbagai mitra yang memiliki kredibilitas dan rekam jejak yang kuat dalam memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Fokus utama lembaga tersebut berada pada tiga sektor strategis, yakni pendidikan dan kebudayaan, kesehatan, serta sanitasi.

“Kami ingin memberikan dampak yang besar terhadap bidang-bidang yang memang dibutuhkan masyarakat dan dapat menjadi prioritas dalam program-program kami ke depan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Rosan menjelaskan bahwa Danantara Indonesia Trust tengah mengembangkan model filantropi yang profesional, transparan, kredibel, dan relevan dengan kebutuhan pembangunan nasional.

Upaya tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan berbagai mitra nasional maupun internasional, termasuk kolaborasi dengan Gates Foundation.
Melalui kemitraan ini, revitalisasi Museum Nasional Indonesia diharapkan tidak hanya mempercepat pemulihan fasilitas yang terdampak kebakaran, tetapi juga memperkuat fungsi museum sebagai pusat pelestarian warisan budaya, pendidikan publik, penelitian, serta ruang interaksi masyarakat. Selain itu, kerja sama tersebut diharapkan menjadi contoh nyata sinergi antara pemerintah dan sektor filantropi dalam mendukung pembangunan kebudayaan Indonesia yang berkelanjutan.

Dengan dukungan berbagai pihak, Museum Nasional Indonesia diharapkan dapat kembali tampil sebagai salah satu pusat kebudayaan terkemuka di Indonesia dan menjadi simbol komitmen bersama dalam menjaga, merawat, dan mengembangkan kekayaan budaya bangsa untuk generasi mendatang.

Ervinna

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *